Pengguna Microsoft Teams makin vokal mengeluhkan satu fitur yang awalnya dimaksudkan untuk memudahkan koordinasi kerja. Indikator status di aplikasi itu dinilai berubah terlalu cepat, sampai-sampai sebagian orang merasa sedang diawasi, bukan dibantu.
Keluhan paling keras datang dari sistem presence atau status kehadiran di Teams. Fitur ini menampilkan opsi seperti Available, Busy, In a meeting, In a call, Do not disturb, Be right back, Away, dan Offline untuk memberi tahu rekan kerja apakah seseorang sedang tersedia.
Status yang cepat berubah memicu frustrasi
Masalah muncul ketika status hijau yang menandakan pengguna tersedia berubah menjadi kuning hanya setelah beberapa menit tidak aktif. Bagi banyak pengguna, perubahan itu terasa terlalu agresif untuk aktivitas kerja yang wajar.
Sejumlah pengguna mengaku harus bolak-balik membuka platform hanya untuk mencegah status mereka terbaca sebagai Away. Kondisi ini membuat aplikasi yang seharusnya membantu komunikasi justru terasa menambah tekanan dalam kerja harian.
Keluhan itu ramai dibahas di Reddit, terutama di subreddit r/remotework. Di sana, beberapa pengguna menyoroti bagaimana atasan mereka tampak terlalu fokus pada status Teams ketimbang hasil kerja.
Ada pula yang menilai Teams sebagai cara terburuk untuk melacak seseorang. Seorang pengguna menyebut status bisa berubah menjadi Away hanya setelah sekitar lima menit tanpa gerakan mouse, padahal pekerjaan masih berjalan.
Pengguna lain menyoroti betapa cepatnya sistem bereaksi. Mereka menggambarkan situasi ketika baru sebentar menjauh dari laptop, status sudah seolah-olah menunjukkan orang itu pergi sangat jauh.
Dari alat bantu komunikasi ke kesan alat pengawasan
Kritik yang paling tajam muncul saat beberapa pengguna menilai indikator itu sudah melampaui fungsi dasarnya. Bagi mereka, Teams tidak lagi sekadar menampilkan status, tetapi sudah terasa seperti alat pengawasan yang memunculkan masalah kepercayaan.
Persepsi ini makin kuat karena status kerja sering dipakai sebagai acuan cepat di lingkungan kerja jarak jauh. Ketika indikator terlihat terlalu menentukan, sebagian pekerja merasa penilaian terhadap produktivitas bisa bergeser ke detail kecil yang tidak selalu mencerminkan aktivitas sebenarnya.
Di sisi lain, Microsoft punya penjelasan berbeda tentang fitur tersebut. Perusahaan menegaskan bahwa tampilan status dan fitur work location dirancang untuk mendukung kolaborasi, bukan untuk mengawasi pekerja.
Microsoft menjelaskan bahwa work location merupakan perluasan dari sinyal kehadiran online di Teams dan kontrol jam kerja di kalender Microsoft 365. Dengan menggabungkan jam kerja, lokasi kerja, dan kehadiran online, pengguna disebut bisa lebih mudah mengetahui dari mana rekan mereka bekerja dan apakah mereka tersedia untuk terhubung.
Namun, penjelasan itu belum sepenuhnya meredakan kritik. Di mata sebagian pengguna, sistem yang cepat menandai orang sebagai Away justru membuat aplikasi terlihat lebih sibuk memantau aktivitas daripada membantu koordinasi.
Sorotan yang lebih luas terhadap budaya kerja digital
Isu ini juga membuka pembahasan yang lebih luas tentang ketergantungan organisasi pada alat kolaborasi digital. Saat status aplikasi dianggap terlalu besar pengaruhnya terhadap persepsi produktivitas, batas antara komunikasi efisien dan pengawasan mikro menjadi makin tipis.
Teams memang mengandalkan sinyal kehadiran agar percakapan dan rapat berjalan lancar. Tetapi ketika indikator berubah terlalu cepat, fitur yang mestinya mendukung kerja malah memunculkan kekhawatiran baru, terutama di kalangan pekerja jarak jauh.
Microsoft sendiri sedang berada dalam sorotan lain terkait Teams. Salesforce dan Slack недавно mengajukan gugatan terhadap Microsoft dengan tuduhan praktik antikompetitif atas bundling Teams bersama paket Office.
Di tengah berbagai kritik itu, persoalan status yang terlalu cepat berubah menunjukkan bahwa hal kecil dalam aplikasi kerja bisa memicu dampak besar. Bagi pengguna, masalahnya bukan hanya soal warna status, tetapi soal rasa percaya dan cara teknologi menilai kehadiran mereka saat bekerja.







