Persib Bandung berhasil mengamankan Mariano Peralta meski pemain terbaik Super League 2025/2026 itu juga diburu sejumlah klub. Keberhasilan tersebut menempatkan peran Stanley Bernard Stephen Samuel sebagai salah satu faktor penting di balik proses transfer.
Pelatih Persib, Igor Tolic, menilai klubnya tidak sekadar mengandalkan kemampuan finansial untuk mendatangkan pemain berkualitas. Strategi dan ketekunan dalam negosiasi menjadi kekuatan yang membantu Persib memenangkan persaingan mendapatkan Peralta.
Negosiasi Ketat Selama Satu Bulan
Igor mengungkapkan bahwa proses perekrutan Peralta berlangsung dinamis karena adanya klub-klub pesaing. Stanley disebut bekerja intensif selama satu bulan untuk merampungkan berbagai tahapan negosiasi.
“Soal transfer Peralta, Stanley (sporting director Persib) bekerja tanpa tidur selama 1 bulan. Karena itu negosiasi, semua hal terjadi. Itu sangat dinamis, kamu tahu siapa saja (klub) pesaingnya,” kata Igor, dikutip dari unggahan Instagram @bandungfootball.
Bagi Igor, transfer ini memperlihatkan pentingnya kerja tim di balik layar dalam pembentukan skuad. Proses mendatangkan pemain tidak berhenti pada kesepakatan finansial, melainkan juga membutuhkan pendekatan dan komunikasi yang tepat.
Ia menegaskan Persib bukan klub yang dapat membeli siapa saja dengan kekuatan belanja tanpa batas. Karena itu, kemampuan negosiasi menjadi bagian penting dari strategi klub saat memburu pemain incaran.
“Kami bukanlah klub yang sangat kaya raya yang bisa membeli siapa saja. Tetapi, dengan seni bernegosiasi Pak Stanley, kami berhasil untuk mendatangkan pemain-pemain terbaik dan Peralta adalah pemain terbaik yang hadir ke klub kami,” ujar Igor.
Peran di Balik Arah Strategis Persib
Stanley kini menjalankan tugas sebagai sporting director sekaligus advisor Persib Bandung. Perannya mencakup pemberian arah strategis untuk pengembangan tim serta dukungan dalam pengambilan keputusan teknis.
Igor memberikan apresiasi kepada Stanley dan seluruh pihak yang bekerja dalam negosiasi transfer. Menurutnya, hasil kerja manajemen dapat mendorong standar yang lebih tinggi bagi staf, operasional, dan seluruh elemen klub.
Perekrutan Peralta menjadi contoh bagaimana keputusan manajemen dapat memberi dampak langsung terhadap kekuatan skuad. Di saat persaingan transfer berlangsung ketat, Persib membutuhkan perpaduan antara perencanaan dan kemampuan menyelesaikan kesepakatan.
Perjalanan dari Lapangan ke Manajemen
Sebelum bekerja di manajemen sepak bola, Stanley dikenal sebagai mantan pemain profesional asal Malaysia. Ia lahir di Petaling Jaya, Selangor, pada 10 Maret 1986 dan menempuh pendidikan sepak bola di Bukit Jalil Sports School.
Karier profesionalnya dimulai bersama Kuala Lumpur FA pada 2004. Setelah itu, ia sempat bermain untuk UPB-MyTeam, Sporting Clube de Goa di India, Sabah FA, sebelum kembali memperkuat Kuala Lumpur FA.
| Periode | Peran atau Klub | Catatan |
|---|---|---|
| 2004 | Kuala Lumpur FA | Memulai karier profesional |
| 2009-2011 | Timnas Malaysia | 7 penampilan |
| 2020 | CEO Kuala Lumpur City FC | Memulai karier manajemen klub |
| April 2025 | Deputy CEO timnas Malaysia | Sebelum bergabung dengan Persib |
Sepanjang karier klub, Stanley mencatatkan 81 penampilan dan 23 gol. Ia juga tampil tujuh kali untuk tim nasional Malaysia pada rentang 2009 hingga 2011.
Karier bermainnya berakhir pada 2012 setelah ia mengalami cedera patah tulang tibia. Cedera tersebut membuatnya pensiun pada usia 26 tahun, tetapi ia tetap melanjutkan kiprah di dunia sepak bola.
Stanley kemudian bekerja sebagai analis pertandingan dan komentator di Astro Arena, Astro SuperSport, serta Fox Sports Asia. Pengalaman itu menjadi salah satu jalur yang membawanya menuju manajemen klub.
Saat memimpin Kuala Lumpur City FC sejak 2020, ia membawa klub itu meraih Malaysia Cup 2021. Beritasatu.com mencatat Kuala Lumpur City FC juga mencapai final AFC Cup 2022 dan final Malaysia FA Cup 2023.
Pengalaman sebagai pemain, analis, dan eksekutif kini menjadi modal Stanley dalam menjalankan perannya di Persib. Transfer Peralta memperlihatkan bahwa strategi negosiasi dapat menjadi aset penting saat klub membangun tim yang kompetitif.
