Spanyol Tahan Lamine Yamal dari La Liga, Mesin Seranganya Dijaga Demi Piala Dunia 2026

Timnas Spanyol memilih tidak memaksakan Lamine Yamal kembali ke laga La Liga dalam waktu dekat. Fokus utama mereka adalah memastikan winger muda Barcelona itu pulih aman dan terukur agar siap saat Piala Dunia 2026.

Keputusan ini menempatkan keselamatan jangka panjang di atas kepentingan jangka pendek. Spanyol ingin mencegah cedera kambuhan yang bisa mengganggu performa Yamal ketika turnamen besar sudah memasuki fase penting.

Pemulihan dijaga ketat

Yamal kini menjalani rehabilitasi dengan disiplin tinggi di pusat latihan klub. Luis de la Fuente menyebut pemain itu berlatih tiga jam sehari, lalu melanjutkannya dengan sesi di gym, fisioterapis, ahli gizi, dan psikolog.

De la Fuente menggambarkan komitmen Yamal sebagai sesuatu yang sangat serius. Menurutnya, sang pemain memikirkan pekerjaannya sepanjang waktu, dan detail itu menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan.

Spanyol menolak risiko cepat

Staf pelatih Spanyol sepakat tidak mengambil risiko medis pada tahap awal pemulihan. Karena itu, Yamal tidak akan dilibatkan dalam laga persahabatan melawan Irak maupun Peru.

Langkah tersebut diambil untuk menghindari benturan fisik yang tidak perlu sebelum pertandingan resmi dimulai. Dengan cara ini, Spanyol ingin memastikan sang pemain kembali dalam kondisi benar-benar pulih, bukan sekadar sembuh sebagian.

Peran bertahap sedang disiapkan

Luis de la Fuente juga menyiapkan skema agar Yamal bisa kembali membantu tim secara perlahan. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah memaksimalkan kontribusinya dari bangku cadangan saat fase grup.

Pelatih Spanyol itu menilai pemain tertentu bisa mengubah jalannya laga hanya dalam waktu singkat. Ia mencontohkan pemain yang mampu memberi dampak besar dalam 20 menit, seperti yang pernah ditunjukkan Dani Olmo.

Pendekatan itu membuat Yamal tetap dipandang sebagai senjata penting. Kemampuannya menciptakan peluang dalam tempo singkat dinilai bisa sangat berguna ketika Spanyol membutuhkan solusi cepat di lapangan.

Barcelona dan federasi berjalan searah

Pemulihan Yamal tidak hanya dipantau tim nasional. Barcelona dan federasi Spanyol sama-sama mengikuti perkembangan fisiknya agar setiap tahap rehabilitasi sesuai kebutuhan medis.

Kolaborasi ini juga membantu menentukan waktu paling aman untuk kembali bermain. Durasi tampil yang dianggap aman akan mengikuti evaluasi harian tim medis dan kebutuhan taktis tim.

Target utama tetap Piala Dunia 2026

Spanyol menempatkan pemulihan total Yamal sebagai prioritas utama karena turnamen besar dianggap jauh lebih penting daripada memaksanya segera kembali. Tim pelatih menilai pendekatan sabar sekarang bisa memberi hasil lebih besar saat Piala Dunia 2026 memasuki fase krusial.

Debut kembalinya Yamal diprediksi baru terjadi pada laga pembuka melawan Tanjung Verde atau saat menghadapi Arab Saudi. Namun, semua itu tetap bergantung pada hasil pemantauan medis dan kesiapan fisiknya menjelang pertandingan.

Source: www.suara.com
Exit mobile version