Perayaan kemenangan Spanyol pada Piala Dunia 2026 berubah menjadi tragedi di Ciudad Rodrigo, Provinsi Salamanca. Seorang bocah berusia 13 tahun meninggal setelah sebagian struktur air mancur runtuh ketika warga berkumpul merayakan gelar tersebut.
Insiden itu terjadi di tengah euforia yang melibatkan banyak orang, termasuk anak-anak muda, di area air mancur Árbol Gordo. Perayaan yang berlangsung setelah laga final mendadak berubah menjadi situasi darurat pada dini hari.
Kerumunan Naik ke Struktur Air Mancur
Sejumlah warga dilaporkan menaiki bagian struktur air mancur saat pesta kemenangan berlangsung. Beban dari kerumunan itu diduga berkaitan dengan robohnya sebagian bangunan di lokasi tersebut.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.30 waktu setempat di Ciudad Rodrigo, kota yang berada di wilayah barat laut Spanyol. Petugas menerima beberapa panggilan darurat tidak lama setelah struktur air mancur runtuh.
Liputan6 melaporkan, runtuhnya bagian air mancur terjadi ketika banyak orang berada di atas bangunan publik tersebut. Otoritas setempat masih mengumpulkan informasi untuk menelusuri rangkaian kejadian sebelum struktur itu ambruk.
| Korban | Kondisi |
|---|---|
| Bocah 13 tahun | Meninggal dunia setelah struktur air mancur runtuh |
| Seorang anak | Dirawat di rumah sakit akibat dugaan patah tulang pada kaki |
| Satu orang lainnya | Mengalami luka dalam insiden tersebut |
Layanan darurat Castilla y León memastikan sedikitnya dua orang lain terluka dalam kejadian itu. Salah seorang korban merupakan anak yang memerlukan perawatan medis karena diduga mengalami patah tulang pada bagian kaki.
Belum ada rincian lebih lanjut mengenai kondisi korban luka lainnya. Aparat masih berupaya mengetahui penyebab pasti serta detail runtuhnya struktur di air mancur Árbol Gordo.
Pemerintah Kota Sampaikan Belasungkawa
Pemerintah Kota Ciudad Rodrigo menyampaikan duka melalui media sosial setelah insiden tersebut. Pemerintah kota menilai perayaan kemenangan tim nasional yang seharusnya berlangsung meriah telah berubah menjadi tragedi.
“Apa yang seharusnya menjadi perayaan kemenangan Tim Nasional Spanyol di Piala Dunia telah berubah menjadi tragedi,” demikian pernyataan pemerintah kota. Mereka juga menyampaikan harapan agar para korban yang terluka dapat segera pulih.
Peristiwa ini memberi sisi kelam pada perayaan gelar dunia yang disambut warga di berbagai daerah. Di Ciudad Rodrigo, suasana pesta kemenangan berganti menjadi duka atas meninggalnya seorang anak.
Spanyol Raih Gelar Dunia Kedua
Spanyol memastikan gelar juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 pada laga final. Ferran Torres menjadi penentu kemenangan melalui gol pada babak perpanjangan waktu.
Kemenangan itu membawa Spanyol meraih trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah. Sebelumnya, tim berjuluk La Roja tersebut pertama kali mengangkat trofi pada edisi 2010.
Para pemain Spanyol merayakan keberhasilan itu bersama trofi usai final yang digelar di East Rutherford, New Jersey, dekat New York. Namun, pada waktu yang sama, perayaan di Ciudad Rodrigo berakhir dengan kabar kematian seorang bocah 13 tahun.
Tragedi di air mancur tersebut menyoroti risiko kerumunan yang menggunakan bangunan publik sebagai titik perayaan. Penyelidikan atas insiden itu masih berlangsung, sementara warga Ciudad Rodrigo menghadapi duka di balik kemenangan bersejarah Spanyol.
