Spanyol menempatkan diri dalam catatan istimewa sepak bola dunia setelah tim putra dan putrinya sama-sama memegang gelar Piala Dunia. Federasi Sepak Bola Spanyol, RFEF, menjadi federasi pertama yang meraih titel dunia putra dan putri secara beruntun.
Rekor itu dipastikan melalui kemenangan 1-0 tim putra Spanyol atas Argentina pada final Piala Dunia 2026 di New Jersey, Senin dini hari WIB. Gol tunggal pada laga tersebut membawa La Roja kembali mengangkat trofi dunia putra untuk pertama kali sejak 2010.
Dua Trofi Dunia dalam Genggaman
Tim putri Spanyol lebih dulu menjuarai Piala Dunia Wanita 2023. Gelar tersebut membuat Spanyol datang ke edisi berikutnya di Brasil dengan status juara bertahan.
Menurut NPR, pencapaian ini belum pernah dilakukan federasi sepak bola lain dalam sejarah kompetisi dunia putra dan putri. Nilainya semakin besar karena perjalanan sepak bola wanita internasional memiliki rentang sejarah yang jauh lebih pendek.
| Tahun | Peristiwa |
|---|---|
| 1930 | Piala Dunia putra pertama kali digelar |
| 1991 | Piala Dunia Wanita pertama kali digelar |
| 2023 | Spanyol menjuarai Piala Dunia Wanita |
| 2026 | Spanyol menjuarai Piala Dunia putra setelah menang 1-0 atas Argentina |
Piala Dunia putra telah berlangsung sejak 1930, sedangkan turnamen wanita baru dimulai pada 1991. Dalam sejarah Piala Dunia Wanita, hanya lima negara yang pernah menjadi juara.
Amerika Serikat, Jerman, Norwegia, Jepang, dan Spanyol masuk dalam daftar negara peraih gelar dunia wanita. Dari lima negara tersebut, hanya Jerman dan Spanyol yang juga pernah memenangkan Piala Dunia kategori putra.
Kekuatan Kompetisi dan Klub Besar
Keberhasilan tim putra hadir dari ekosistem sepak bola Spanyol yang ditopang kompetisi domestik berdaya saing tinggi. La Liga menjadi salah satu fondasi penting karena klub-klub pesertanya konsisten tampil di level elite Eropa.
Real Madrid dikenal sebagai salah satu klub paling sukses di dunia melalui tradisi panjang di kompetisi domestik dan antarklub Eropa. Barcelona juga memiliki kekuatan finansial serta dukungan global yang ikut menjaga daya saing sepak bola Spanyol.
Barcelona memiliki peran tersendiri dalam jejak sepak bola modern lewat periode Lionel Messi di klub tersebut. Bersama klub asal Katalonia itu, Messi memecahkan rekor Pele sebagai pencetak gol terbanyak untuk satu klub.
Camp Nou juga menjadi salah satu tujuan utama penggemar sepak bola dari berbagai negara. Kombinasi liga besar, klub bersejarah, dan daya tarik global membentuk lingkungan yang menopang prestasi tim nasional Spanyol.
Jalan Panjang Tim Putri menuju Gelar
Di balik titel Piala Dunia Wanita 2023, sepak bola putri Spanyol pernah melewati masa yang penuh tekanan. Pada 2015, seluruh anggota skuad Spanyol di Piala Dunia Wanita meminta pelatih Ignacio Quereda dicopot dari jabatannya.
Quereda menangani tim sejak 1988, tetapi sejumlah pemain menilai perhatian RFEF terhadap tim putri belum memadai. Sebelum Piala Dunia Wanita 2015 dimulai, beberapa pemain senior bahkan menyatakan tidak akan kembali ke tim nasional selama Quereda masih menjabat.
Dalam dokumenter Romper el silencio yang dirilis pada 2021, sejumlah pemain menuduh Quereda melakukan pelecehan seksual dan kekerasan verbal. Tuduhan tersebut menyoroti situasi sulit yang pernah membayangi perjalanan sepak bola putri Spanyol.
Tuntutan pembenahan juga muncul menjelang Piala Dunia Wanita 2023. Sebanyak 15 pemain memilih tidak menerima panggilan tim nasional hingga federasi melakukan perubahan pada fasilitas latihan dan sumber daya tim putri.
Keberhasilan tim putra pada 2026 kini melengkapi gelar yang lebih dulu diraih tim putri tiga tahun sebelumnya. Rekor RFEF memperlihatkan perubahan besar Spanyol, dari tekanan panjang di sepak bola putri hingga menjadi pemegang dua trofi dunia.
Source: www.liputan6.com






