Pendanaan strategis senilai $18 juta yang diterima Squads menandai dorongan baru bagi infrastruktur keuangan berbasis stablecoin di ekosistem Solana. Putaran ini dipimpin Solana Ventures dan melibatkan Coinbase Ventures, Haun Ventures, Jump Crypto, L1D, Collab+Currency, Electric Capital, Placeholder, serta Robot Ventures.
Dana segar tersebut akan mempercepat pengembangan Altitude, platform operasional keuangan yang dibangun di atas Solana untuk menggantikan ketergantungan pada infrastruktur perbankan tradisional. Dengan tambahan modal ini, total pendanaan yang dihimpun Squads naik menjadi $42,9 juta.
Stablecoin mulai mengubah operasi bisnis
Squads menempatkan Altitude sebagai sistem keuangan bagi bisnis global yang ingin mengelola treasury, pembayaran, kartu korporat, akun multi-mata uang, dan imbal hasil saldo tanpa bergantung penuh pada bank konvensional. Fokus ini muncul seiring perubahan cara perusahaan mengatur uang, terutama ketika stablecoin membuat pergerakan dana bekerja lebih seperti perangkat lunak.
Stablecoin yang dipatok ke mata uang seperti dolar AS memberi ruang bagi bisnis untuk memisahkan treasury dan pembayaran dari sistem bank lama. Dalam konteks itu, pertumbuhan pasar menjadi sinyal penting karena adopsi stablecoin bergerak sangat cepat di berbagai kebutuhan transaksi.
Kapitalisasi pasar stablecoin global mencapai $315 miliar pada kuartal pertama 2026. Pada periode yang sama, volume transaksinya melampaui $28 triliun dan naik 51% dibanding kuartal sebelumnya.
Adopsi bisnis kian meluas
Lonjakan penggunaan stablecoin juga terlihat dari transaksi bisnis. Sepanjang 2025, stablecoin memproses $33 triliun transaksi global, sementara pembayaran business-to-business berbasis stablecoin naik dari di bawah $100 juta per bulan pada awal 2023 menjadi lebih dari $6 miliar per bulan pada pertengahan 2025.
Angka tersebut menjelaskan mengapa solusi seperti Altitude mendapat perhatian investor besar. Platform ini menyimpan treasury bisnis dalam stablecoin agar dana bisa diselesaikan secara instan, murah, dan tersedia 24/7.
Altitude juga dirancang untuk mendukung pembayaran lintas negara, akun multi-mata uang, kartu korporat, serta kontrol yang dapat diprogram. Sejak diluncurkan pada Desember 2025, platform itu telah memproses lebih dari $200 juta pembayaran.
Solana jadi landasan utama
Pilihan Squads membangun di Solana tidak lepas dari posisi jaringan itu dalam lalu lintas stablecoin. Pada Februari 2026, Solana memproses $650 miliar transaksi stablecoin dan menjadi blockchain teratas untuk bulan tersebut.
Pada Maret 2026, pasokan stablecoin di jaringan ini mencapai $17 miliar. Pada periode yang sama, total value locked Solana di sektor DeFi menembus rekor sekitar $10 miliar, memperkuat alasan perusahaan menaruh Altitude di atas infrastruktur tersebut.
Matthew Beck, Head of Solana Ventures, menilai tim Squads memiliki pengalaman teknis untuk membangun platform keuangan di atas perubahan besar ini. Ia menyebut Squads telah menghabiskan empat tahun membangun infrastruktur keamanan yang dipakai banyak bagian ekosistem Solana.
Keamanan dan kepatuhan jadi penentu
Untuk menarik bisnis tradisional, Altitude menempatkan keamanan dan kepatuhan sebagai prioritas utama. Platform ini memakai mesin milik sendiri untuk menjalankan penyaringan sanksi terus-menerus, pemeriksaan anti pencucian uang, dan verifikasi identitas.
Pendekatan itu memungkinkan setiap akun terhubung dengan penyedia berlisensi seperti MoonPay dan Bridge. Di sisi keamanan aset, Squads mengandalkan Squads Protocol, standar smart account yang juga menopang Squads Multisig dan mengamankan lebih dari $10 miliar aset di ekosistem Solana.
Penggunaan blockchain juga memberi transparansi lebih besar karena setiap transaksi dicatat dan diselesaikan di jaringan Solana. Stepan Simkin, CEO Squads, mengatakan pendanaan ini memperkuat gagasan bahwa bisnis akan lebih efisien jika beroperasi di atas stablecoin ketimbang infrastruktur perbankan lama.
Kash Dhanda, COO Jupiter, menilai Altitude membantu mengurangi beban operasional yang biasanya muncul saat perusahaan tumbuh. Ia menyebut kompleksitas dan biaya kerap menumpuk, sementara platform tersebut dirancang untuk memangkas dua beban itu sekaligus.







