Penurunan harga Solana sekitar 17% dalam sepekan hanya menampilkan sisi paling kasat mata dari tekanan yang sedang terjadi. Di balik pergerakan harga, tiga metrik on-chain menunjukkan modal keluar dari ekosistem, pemegang jangka panjang ikut menyerah, dan aktivitas perdagangan melemah secara bersamaan.
Pantulan dari area terendah di sekitar $60 pun terlihat rapuh. Selama likuiditas belum kembali dan tekanan jual belum benar-benar reda, pemulihan Solana masih bergantung pada seberapa cepat kepercayaan di jaringan bisa pulih.
Modal keluar dari ekosistem
Sinyal paling awal terlihat dari total value locked atau TVL, yang mengukur nilai dolar aset yang tersimpan di protokol DeFi. TVL DeFi Solana kini berada di dekat $4,87 miliar, tidak termasuk liquid staking, turun sekitar 9,55% dalam sepekan dan sekitar 15% dalam 30 hari.
Penurunan ini penting karena menunjukkan pengguna menarik likuiditas dari aplikasi Solana, bukan sekadar melihat nilai simpanan mereka turun. Artinya, pelemahan yang terjadi bukan hanya soal harga, tetapi juga keluarnya modal dari jaringan.
Pemegang lama ikut menjual
Tekanan yang lebih dalam terlihat dari perilaku holder jangka panjang. Metode hodler net position change, yang melacak apakah pemegang aset selama 155 hari atau lebih sedang menambah atau mengurangi pasokan, jatuh tajam saat harga dan TVL sama-sama melemah.
Angkanya turun dari sekitar 3,27 juta SOL pada 31 Mei menjadi kira-kira 2,36 juta SOL pada 6 Juni, ketika harga merosot mendekati titik terendah. Saat pemegang paling sabar justru menjual di pasar yang lemah, sinyal yang terbaca adalah hilangnya keyakinan, bukan sekadar meredanya minat spekulatif.
Aktivitas perdagangan ikut melemah
Kelelahan pasar juga terlihat di aktivitas perdagangan. Volume di bursa terpusat untuk SOL sempat mencapai $7,03 miliar pada 6 Juni, saat tekanan jual berada di puncaknya, lalu turun kembali ketika kepanikan mereda.
Dominasi DEX Solana juga ikut turun. Pangsa volume perdagangan terdesentralisasi Solana kini berada di sekitar 22,6%, di bawah rata-rata 60 hari di 23,3% dan turun dari puncak jangka pendek sekitar 30,4% pada 4 Juni.
Kombinasi ini memperlihatkan bahwa kelemahan Solana bukan hanya soal harga SOL. Rotasi modal juga terjadi di aktivitas perdagangan on-chain, sehingga tekanan yang muncul lebih bersifat struktural.
Pantulan harga masih menghadapi hambatan
Ada satu tanda awal yang sedikit lebih positif. Saat harga Solana memantul sekitar 13% dari titik terendah dekat $60 pada 6 Juni, hodler net position change sempat naik lagi, yang mengisyaratkan holder jangka panjang mulai membeli ketika harga stabil.
Namun, cost basis distribution heatmap menunjukkan hambatan besar di depan. Peta itu memperlihatkan klaster pasokan padat di area $74 hingga $75, level harga ketika banyak pemegang membeli SOL.
Pemegang yang masuk di area itu cenderung menjual saat harga kembali ke titik beli mereka, sehingga menciptakan resistensi. Selama TVL belum stabil dan zona pasokan itu belum ditembus, pantulan Solana masih mudah goyah.
