Membeli smartwatch di pertengahan 2026 tidak selalu berarti harus mengejar model paling baru. Dalam banyak kasus, perangkat keluaran tahun lalu justru lebih masuk akal karena harga sudah turun, sementara fiturnya masih sangat relevan.
Itulah alasan banyak model 2025 masih layak dipertimbangkan saat belanja smartwatch baru. Konten kreator gadget Rizal Fauzy menyoroti bahwa penyesuaian harga membuat rasio fitur terhadap biaya pada model lama menjadi lebih menarik.
Model lama bisa menang di harga yang mirip
Salah satu contoh paling jelas terlihat pada Huawei Watch Fit 5 dan Huawei Watch Fit 4 Pro. Huawei Watch Fit 5 berada di kisaran Rp2 juta kecil dan sudah membawa dual-band GPS.
Namun, ketika dibandingkan dengan Huawei Watch Fit 4 Pro yang harganya mirip, Rizal justru lebih memilih model Pro keluaran tahun sebelumnya. Situasi ini menunjukkan bahwa label generasi baru tidak selalu otomatis lebih menguntungkan.
| Model | Harga | Catatan Utama |
|---|---|---|
| Huawei Watch Fit 5 | Kisaran Rp2 juta kecil | Dual-band GPS |
| Huawei Watch Fit 4 Pro | Mirip dengan Watch Fit 5 | Dipilih sebagai opsi yang lebih baik saat harga berdekatan |
| Amazfit Active 3 Premium | Tidak disebutkan | Kaca safir, GPS sangat baik meski single-band, metric latihan lengkap |
| Amazfit Active Max | Tidak disebutkan | Opsi untuk pengguna yang lebih memprioritaskan baterai |
Fitur yang paling layak diprioritaskan
Di kelas harga sekitar Rp2 jutaan, GPS menjadi salah satu fitur yang paling menonjol. Dual-band GPS pada Huawei Watch Fit 5 membuatnya terlihat kuat untuk pengguna yang peduli akurasi pelacakan.
Selain GPS, material layar dan kelengkapan fitur olahraga juga menjadi pembeda penting. Pada Amazfit Active 3 Premium, Rizal menyoroti kaca safir, GPS yang dinilai sangat baik meski masih single-band, serta metric latihan yang lengkap.
Keunggulan lain model ini adalah bodinya yang kecil. Faktor itu bisa penting bagi pengguna yang mencari smartwatch nyaman untuk dipakai harian, terutama jika kurang cocok dengan jam berukuran besar.
Amazfit Active 3 Premium juga disebut punya peta offline yang independen. Di luar itu, perangkat ini dibekali dukungan Hyrox dan strength workout, sehingga terasa kuat untuk pengguna aktif.
Saat baterai lebih penting daripada ukuran
Tidak semua pembeli menempatkan ukuran ringkas sebagai prioritas utama. Untuk pengguna yang lebih membutuhkan baterai tahan lama, Rizal mengarahkan pilihan ke Amazfit Active Max.
Model ini tetap membawa ciri khas seri Amazfit, termasuk Hyrox, strength workout, dan peta offline. Peralihan dari Active 3 Premium ke Active Max lebih didorong oleh kebutuhan daya tahan baterai.
Rizal juga menyebut sampel Active Max sedang tidak tersedia saat pembahasan dilakukan. Karena itu, ia menyarankan pembeli yang semula mempertimbangkan Active 3 Premium untuk menggeser opsi ke Active Max bila baterai menjadi kebutuhan utama.
Cara membaca nilai terbaik di pertengahan tahun
Strategi paling aman saat belanja smartwatch adalah membandingkan model baru dengan model lama yang posisinya satu tingkat lebih tinggi. Jika harga sudah berdekatan, model lama sering menawarkan paket fitur yang lebih matang.
Pola ini terlihat dari Huawei Watch Fit 4 Pro yang ditempatkan melawan Huawei Watch Fit 5. Meski model baru punya daya tarik tersendiri, pilihan yang dianggap lebih worth it justru datang dari perangkat generasi sebelumnya.
Bagi pembeli yang fokus pada olahraga dan navigasi, Amazfit Active 3 Premium menawarkan kombinasi kaca safir, GPS yang kuat, ukuran kecil, metric latihan lengkap, serta peta offline independen. Sementara itu, mereka yang ingin baterai lebih awet bisa melirik Active Max sebagai opsi yang lebih sesuai.
Dengan begitu, pertengahan 2026 menjadi momen menarik untuk berburu smartwatch karena penurunan harga pada perangkat tahun lalu membuka peluang mendapat fitur lebih tinggi dengan pengeluaran yang tetap terukur.







