SLARAS kembali menarik perhatian lewat single kedua berjudul Masa Tenggang yang resmi dirilis pada 4 Maret 2026. Lagu ini hadir setelah debut mereka, Sesal, dan memperkuat langkah band pop alternatif pendatang baru itu di industri musik tanah air.
Rilisan terbaru ini menyentuh situasi yang banyak dialami pasangan muda, ketika hubungan masih berjalan tetapi kepastian terasa semakin jauh. Masa Tenggang menggambarkan lelah menunggu, janji yang terus tertunda, dan rindu yang tidak juga menemukan jawaban.
Membaca rasa jenuh dalam hubungan yang menggantung
SLARAS menempatkan lagu ini pada sudut pandang seseorang yang merasa berjuang sendirian. Kondisi itu membuat Masa Tenggang terasa dekat dengan pengalaman nyata, terutama bagi pendengar yang pernah berada dalam fase menggantung dan harus terus menahan harap.
Lagu ini tidak dibangun dengan bahasa yang berputar-putar. Liriknya dibuat lugas agar emosi yang disampaikan langsung terasa, termasuk pada penggalan, “Ku ikuti maumu, namun tak sanggup aku menunggu. Kuberi waktu dan aku pun berlalu…”.
Potongan lirik tersebut menampilkan titik jenuh dalam sebuah komitmen. Ada penyerahan, ada batas sabar, dan ada keputusan untuk melangkah pergi ketika kepastian tak kunjung hadir.
Aransemen intim dengan nuansa hangat
Dari sisi musik, SLARAS memilih pendekatan yang bersih dan intim. Pilihan ini menjaga fokus pendengar tetap pada emosi lagu tanpa membuatnya terasa berlebihan.
Vokal Gani Prabowo menjadi pusat kekuatan utama dalam lagu ini. Suaranya terdengar jujur dan ekspresif, sehingga rasa galau yang dibawa lagu dapat tersampaikan secara lebih kuat.
Petikan gitar atmosferik Yudha Prabu memberi warna yang lembut pada komposisi ini. Sementara itu, sentuhan keyboard subtil dari Fauzan Fahmi dan ketukan drum Ricky Aziz menjaga lagu tetap bergerak dengan nuansa melankolis yang hangat.
Digarap serius sejak penulisan hingga akhir produksi
Masa Tenggang ditulis oleh Gani Prabowo dan digarap di Monokrom Studio. Tahap akhir produksinya juga melibatkan Ahmad Silahudin untuk mixing dan mastering agar hasil rekaman terdengar modern, tetapi tetap membawa kedalaman emosi.
Pendekatan tersebut menunjukkan perhatian SLARAS pada detail bunyi. Band ini tidak hanya menonjolkan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, tetapi juga membangun kemasan musik yang rapi dan terukur.
Hasilnya, lagu ini tidak berhenti sebagai nomor bernuansa sedih. Masa Tenggang juga menjadi potret kondisi mental saat seseorang mulai mempertanyakan daya tahan dirinya dalam hubungan yang belum jelas arahnya.
Identitas musikal SLARAS makin tegas
Melalui single kedua ini, SLARAS menegaskan karakter mereka sebagai band yang mengangkat kisah-kisah yang akrab bagi pendengar muda. Tema hubungan yang serba menggantung membuat lagu ini mudah dipahami tanpa kehilangan bobot emosionalnya.
Karakter itu penting karena SLARAS tampak membangun identitas yang konsisten sejak debut mereka. Alih-alih mengejar emosi sesaat, mereka memilih cerita yang relevan dan dekat dengan keseharian banyak orang.
Dengan Masa Tenggang yang sudah tersedia di berbagai platform musik digital, SLARAS membuka ruang bagi pendengar untuk mengenali dilema yang sering muncul dalam hubungan. Di titik itu, lagu ini menawarkan cermin bagi mereka yang masih bertahan, sekaligus bagi yang akhirnya memilih pergi saat kepastian tak kunjung datang.
Source: mediaindonesia.com






