Skin Barrier Jadi Kunci, Cara Mencegah Eksim Bayi Kambuh di Tengah Kasus yang Meningkat

Kasus dermatitis atopik atau eksim pada bayi dan anak dilaporkan terus meningkat di tengah polusi udara yang memburuk, perubahan iklim, dan pola hidup modern. Kondisi ini membuat banyak orang tua perlu memberi perhatian lebih pada kesehatan kulit si kecil agar eksim tidak mudah kambuh.

Data Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia (KSDAI) menunjukkan dermatitis atopik menjadi salah satu masalah kulit yang paling sering ditemukan pada anak di berbagai fasilitas layanan kesehatan. Prevalensinya disebut mencapai 10 hingga 20 persen pada bayi dan anak-anak, jauh lebih tinggi dibandingkan pada populasi dewasa yang berkisar 1 hingga 3 persen.

Fokus utama bukan hanya meredakan gejala

Penanganan eksim pada anak tidak cukup hanya mengurangi kulit kering, gatal, dan kemerahan. Perhatian juga perlu diarahkan pada perbaikan sawar kulit atau skin barrier agar lapisan pelindung kulit kembali berfungsi optimal.

Laporan klinis American Academy of Pediatrics (AAP) pada 2014 menyebut saat sawar kulit terganggu, kulit kehilangan kemampuan menahan kelembapan dan menjadi lebih mudah ditembus alergen, iritan, serta mikroorganisme penyebab infeksi. Kondisi ini membuat eksim lebih mudah muncul kembali dan memicu peradangan berulang.

Cara sederhana membantu kulit tetap stabil

Perbaikan sawar kulit disebut menjadi langkah penting setelah iritasi terjadi. Jika lapisan pelindung kulit berhasil dipulihkan, risiko inflamasi berulang, infeksi sekunder, dan gejala yang lebih berat dapat ditekan.

AAP menyarankan penggunaan pelembap atau emolien secara rutin untuk membantu mengurangi kehilangan air dari kulit. Pelembap juga membantu memperbaiki lapisan pelindung yang rusak dan menurunkan risiko peradangan serta rasa gatal.

Langkah perawatan yang relevan untuk membantu menjaga kondisi kulit anak tetap stabil antara lain memakai pelembap sesuai kebutuhan, memilih produk tanpa parfum, alkohol, atau bahan iritatif lain, serta menggunakan pakaian berbahan lembut seperti katun agar gesekan pada kulit sensitif berkurang.

Ceramide ikut jadi sorotan

Sejumlah pakar dermatologi kini menempatkan kesehatan sawar kulit sebagai fokus utama dalam penelitian dan tata laksana dermatitis atopik. Dalam diskusi Scientific Anniversary Symposium yang diselenggarakan Uriage Indonesia dan dihadiri para dokter kulit pada Sabtu (13/6/2026), Derma Regional Business Medical Coordinator Uriage, Thibault Aardewijn, menekankan bahwa pendekatan berbasis riset dermatologi terus berkembang untuk membantu menjaga keseimbangan kulit.

Ia menyebut pendekatan tersebut bertujuan memperkuat fungsi proteksi alami kulit dan mendukung kebutuhan pasien dengan kondisi kulit sensitif. Dalam forum itu juga diperkenalkan lini perawatan kulit kering dan atopik Uriage Xémose C8+ yang mengusung teknologi Biomimetic Ceramides.

Ceramide dikenal sebagai salah satu unsur penting penyusun skin barrier karena berfungsi menjaga kelembapan dan memperkuat lapisan pelindung kulit. Karena itu, produk berbasis ceramide dinilai relevan untuk membantu menjaga kondisi kulit bayi dan anak yang rentan mengalami eksim berulang.

Risiko saat kulit tidak terlindungi

Saat sawar kulit melemah, kulit anak tidak hanya menjadi lebih kering dan mudah gatal. Kondisi itu juga membuka jalan bagi iritan dan alergen untuk masuk lebih mudah, sehingga peradangan dapat berlangsung lebih sering.

Dalam situasi seperti ini, orang tua perlu lebih konsisten menjaga rutinitas perawatan harian kulit anak. Perawatan yang tepat dapat membantu menekan kemungkinan eksim kambuh dan menjaga kulit tetap nyaman untuk beraktivitas.

Source: www.suara.com

Terkait