Siraman Tengku Nadira Dan Calon Suami Terlihat Asri Dan Modern, Detail Etniknya Memikat

Siraman Tengku Nadira Adnan dan calon suaminya, Teuku Agassi Revano Harsya, langsung mencuri perhatian karena tampil serasi dalam nuansa putih dan hijau. Keduanya sama-sama menggelar siraman dan sungkeman adat Jawa, dengan dekorasi yang terasa asri, modern, dan tetap penuh detail etnik.

Kesan itu muncul sejak awal karena setiap area dirancang dengan komposisi floral, elemen tradisional, dan penataan yang rapi. Hasilnya, prosesi tidak hanya tampak lembut dan estetik, tetapi juga punya identitas kuat sebagai acara adat yang dikemas kekinian.

Latar hijau yang memberi kesegaran

Salah satu titik paling menonjol hadir dari area siraman Nadira yang digelar di ruang semi terbuka. Greenery backdrop di belakangnya langsung memberi kesan segar dan hidup pada keseluruhan suasana.

Tanaman gantung di bagian atas menambah lapisan visual tanpa membuat dekorasi terasa berat. Komposisi ini membuat ruang terlihat bertumpuk, tetapi tetap ringan dipandang.

Pintu masuk yang dibuat lebih intim

Akses menuju area siraman juga diberi perhatian khusus dengan lapisan draperi putih. Di atasnya, tirai bunga gantung dengan warna senada menciptakan kesan lembut saat memasuki venue.

Detail itu membuat area transisi tidak terlihat polos. Justru, pintu masuk menjadi salah satu elemen visual yang paling kuat dalam keseluruhan tata ruang.

Instalasi bunga putih yang menjulang

Dekorasi utama diisi rangkaian bunga serba putih yang dipadukan dengan dedaunan dalam instalasi besar. Susunannya dibuat bertingkat ke atas sehingga tampil megah, tetapi tetap elegan.

Bentuk vertikal ini ikut menegaskan pusat prosesi. Dengan komposisi yang padat dan tertata, area tersebut terlihat fotogenik dari banyak sudut.

Ronce melati dan cahaya lilin

Di tiap tingkatan dekorasi, ronce melati dibiarkan menjuntai sebagai detail khas adat. Unsur ini memberi sentuhan tradisional yang halus di tengah rangkaian bunga berukuran besar.

Bagian bawahnya dilengkapi deretan lilin hias yang menambah efek dramatis. Cahaya lilin membuat tampilan dekorasi terasa lebih hangat dan berlapis.

Detail adat yang tetap menyatu dengan estetika

Di sisi venue, properti untuk prosesi adat ditata rapi di atas meja. Penempatan itu menjaga kebutuhan acara tetap fungsional tanpa mengganggu tampilan ruang.

Beberapa foto prewedding pasangan juga dipajang dalam bingkai etnik bercorak emas. Kehadiran elemen personal ini membuat suasana terasa lebih hangat sekaligus memperkuat kesan pernikahan yang intim.

Tema senada di sisi calon suami

Dekorasi siraman Teuku Agassi Revano Harsya juga mengusung konsep yang sejalan. Tema floral dan ornamen tradisional dipadukan dalam kemasan modern yang selaras dengan area Nadira.

Kesamaan tema di dua lokasi membuat acara terasa terhubung secara visual. Meski berada di tempat berbeda, keduanya tetap memancarkan identitas yang sama.

Janur etnik sebagai penutup visual

Salah satu sisi dekorasi tampil unik lewat rangkaian janur yang dibentuk menyerupai jendela. Bingkainya dihiasi ukiran etnik bermotif rumit, sehingga karakter tradisionalnya tetap kuat.

Kombinasi janur, ukiran, dan warna lembut membuat keseluruhan siraman terasa asri dan rapi. Di saat yang sama, detail-detail itu menjaga kesan modern tanpa menghilangkan nuansa adat Jawa yang menjadi inti acara.

Source: www.idntimes.com
Exit mobile version