Sinyal Orange Dots Saylor Kembali Muncul, Pasar Menanti Pembelian Bitcoin Ketiga Beruntun

Michael Saylor kembali memicu spekulasi pasar setelah mengunggah tracker pembelian Bitcoin Strategy yang dikenal sebagai Orange Dots di X. Ia hanya menulis, “Looks better with more dots”, namun unggahan singkat itu langsung dibaca trader sebagai isyarat pembelian korporat berikutnya.

Reaksi pasar muncul cepat karena pola seperti ini sudah beberapa kali mendahului pembelian yang kemudian dikonfirmasi. Di kalangan pelaku derivatif, momen itu bahkan kerap disebut sebagai “Monday Saylor candle”.

Sinyal yang sudah lama dipantau trader

Orange Dots adalah pelacak publik Strategy untuk setiap akuisisi Bitcoin yang dilakukan perusahaan sejak mulai menjadikan BTC sebagai aset cadangan treasury pada 2020. Karena pengumuman resmi sering menyusul setelah unggahan seperti ini, pasar kini kembali menunggu apakah pola yang sama akan terulang.

Perhatian kali ini makin besar karena Strategy baru saja mengonfirmasi pembelian sekitar $100 juta untuk periode 8 Juni hingga 14 Juni. Jika unggahan terbaru itu berujung pada transaksi resmi, maka perusahaan akan mencatat tiga pekan berturut-turut membeli Bitcoin.

Dua pembelian beruntun sudah tercatat

Pembelian terbaru yang sudah dikonfirmasi mencapai 1.587 BTC dengan harga rata-rata $63.024 per koin. Nilai transaksinya sekitar $100 juta, menurut pengungkapan perusahaan yang dilaporkan Coinpaper.

Sepekan sebelumnya, Strategy juga membeli 1.550 BTC dengan harga rata-rata $65.332 per koin. Transaksi itu bernilai sekitar $101 juta, sehingga pembelian ketiga secara beruntun akan mendorong total dana yang dipakai menjadi lebih dari $300 juta dalam waktu kurang dari sebulan.

Posisi BTC Strategy masih besar meski rugi buku

Strategy, nama baru untuk MicroStrategy, kini memegang 846.842 BTC. Dengan total cost basis sekitar $64,1 miliar, harga rata-rata seluruh pembelian berada di $75.656 per koin, menurut halaman akuisisi publik di strategy.com.

Di harga Bitcoin yang berada di kisaran rendah $60.000-an, posisi itu masih menunjukkan kerugian buku. Saylor juga menyinggung bahwa total kepemilikan BTC dan cadangan kas perusahaan kini setara dengan beban utang sekitar $48 miliar.

Ia menambahkan bahwa perusahaan telah menghimpun lebih dari $60 miliar modal sejak 2022 dan menyalurkannya ke akumulasi Bitcoin. Dalam pembelaannya, Saylor membandingkan situasi sekarang dengan pasar bearish 2022, saat BTC sempat diperdagangkan sekitar $20.000 dan Strategy memegang sekitar 130.000 BTC senilai kira-kira $2,6 miliar.

Tekanan pada model pendanaan masih terasa

Model pembiayaan Strategy tidak sepenuhnya disambut positif oleh pasar. Saham preferen konvertibel STRC, salah satu instrumen ekuitas yang dipakai untuk mendanai pembelian BTC, dilaporkan jatuh ke titik terendah baru dan diperdagangkan di atas nilai pari $100 miliknya.

Kesenjangan itu membuat pasar menilai ada risiko nyata pada model pendanaan ekuitas ATM yang digunakan perusahaan untuk terus menambah Bitcoin. Meski begitu, Strategy tetap menjadi pemain terbesar dalam gelombang akumulasi korporat, sementara nama lain seperti MARA Holdings juga menambah cadangan BTC mereka.

Sentimen makro ikut memberi dorongan

Kenaikan Bitcoin ke atas $64.000 pada akhir pekan itu juga didorong faktor geopolitik. Iran mengonfirmasi akan menghadiri pembicaraan darurat dengan pejabat AS di Swiss setelah negosiasi yang semula dijadwalkan pada 19 Juni tertunda.

Mediator dari Qatar dan Pakistan juga akan hadir, sementara diskusi berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan Israel-Hezbollah. Kombinasi semacam ini biasanya memicu volatilitas di pasar minyak dan ikut memengaruhi aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Pasar kini menunggu pernyataan resmi dari Strategy atau pengajuan SEC Form 8-K untuk memastikan apakah unggahan Orange Dots terbaru benar-benar berubah menjadi pembelian untuk pekan ketiga berturut-turut. Di saat yang sama, arah pembicaraan di Swiss akan menjadi katalis lain bagi sentimen Bitcoin dalam waktu dekat.

Terkait