Kehadiran Shin Ye Eun di Jakarta membuat acara Housewarming by LG terasa lebih dari sekadar pameran produk. LG memadukan teknologi rumah pintar dengan sentuhan K-Lifestyle agar pengalaman yang ditawarkan terasa dekat dengan rutinitas sehari-hari.
Melalui ajang di LG Zona Seru, Central Park Mall, Jakarta, perusahaan itu memperkenalkan konsep AI Home yang didukung ekosistem LG ThinQ. Fokusnya bukan hanya perangkat cerdas, tetapi rumah yang terasa lebih personal, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan penghuninya.
Rumah pintar yang dikemas seperti gaya hidup, bukan sekadar teknologi
Presiden LG Electronics Indonesia Ha Sang-chul menyebut Indonesia sebagai pasar strategis. Ia menegaskan LG telah tumbuh bersama konsumen Indonesia selama lebih dari 35 tahun dan terus membawa inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut Ha Sang-chul, kedekatan masyarakat Indonesia dengan budaya Korea ikut menjadi alasan konsep Housewarming by LG dihadirkan. K-pop, drama Korea, dan gaya hidup Korea dinilai sudah membentuk hubungan emosional yang kuat dengan banyak orang di Indonesia.
Ia juga menekankan bahwa rumah bukan hanya ruang fisik, melainkan tempat kehidupan berlangsung. Karena itu, inovasi rumah pintar disebut harus hadir dalam keseharian, bukan berdiri sebagai teknologi yang terpisah dari aktivitas penghuni rumah.
Shin Ye Eun memperlihatkan sisi K-Wellness di dalam rumah
Dalam acara tersebut, Shin Ye Eun mengajak tamu merasakan pengalaman rumah yang terinspirasi dari K-Wellness. Ia menunjukkan bagaimana aktivitas sederhana di rumah bisa menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih sehat dan nyaman.
Aktivitas yang ditampilkan mencakup merawat pakaian, memasak, hingga menikmati waktu bersama keluarga. Pendekatan ini menegaskan bahwa rumah pintar tidak hanya soal otomatisasi, tetapi juga kualitas hidup yang lebih baik.
Shin Ye Eun menyebut rumah sebagai tempat untuk beristirahat dan memulihkan energi setelah hari yang sibuk. Menurutnya, Housewarming by LG memperlihatkan bagaimana teknologi bisa mempermudah rutinitas kecil agar orang punya lebih banyak waktu untuk diri sendiri dan momen yang berarti.
Ia menilai rumah yang nyaman adalah rumah yang bisa beradaptasi dengan kebutuhan penghuninya. Teknologi yang menyederhanakan aktivitas harian, katanya, akan membuka lebih banyak ruang untuk menikmati kebersamaan dengan orang terdekat.
Zona interaktif yang menghubungkan perangkat dengan aktivitas harian
LG merancang sejumlah zona pengalaman untuk menerjemahkan konsep itu ke bentuk yang lebih mudah dipahami. Dua area yang ditonjolkan adalah Outer Wellness serta Kitchen & Home Café.
Di area Outer Wellness, pengunjung dapat melihat LG WashTower dan LG Styler. Keduanya ditampilkan sebagai bagian dari rutinitas perawatan pakaian yang dikaitkan dengan perawatan diri.
Sementara itu, area dapur menampilkan kulkas InstaView Multi Door, LG NeoChef Microwave Grill Inverter, dan LG StanbyME 2. Perangkat-perangkat tersebut diperkenalkan untuk mendukung aktivitas memasak sekaligus hiburan di rumah.
Penataan zona ini menunjukkan cara LG menghubungkan teknologi dengan kebiasaan yang akrab di rumah. Yang ditekankan bukan semata fitur perangkat, melainkan manfaat praktis dalam aktivitas yang dijalani setiap hari.
Affectionate Intelligence, rumah yang menyesuaikan diri dengan penghuninya
Melalui Housewarming by LG, perusahaan juga memperkenalkan konsep Affectionate Intelligence. Konsep ini merujuk pada teknologi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu memahami kebutuhan pengguna.
Arah tersebut menunjukkan upaya LG membawa pengalaman rumah pintar ke level yang lebih personal. Rumah diposisikan sebagai ruang yang bisa menyesuaikan diri dengan penghuninya, bukan sebaliknya.
Kehadiran Shin Ye Eun menjadi bagian penting dari pendekatan itu karena membawa inspirasi K-Lifestyle yang sudah dekat dengan banyak orang di Indonesia. Dengan kombinasi figur publik, pengalaman interaktif, dan ekosistem perangkat, LG berupaya memperluas pemahaman masyarakat tentang rumah pintar yang nyaman dan modern.
Di acara ini, teknologi ditampilkan sebagai alat untuk membuat keseharian terasa lebih ringan dan teratur. Dari urusan pakaian hingga kegiatan di dapur, seluruh pengalaman disusun agar rumah pintar terasa hangat, mudah dipahami, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Source: inet.detik.com






