
Foto sepatu siswa Sekolah Rakyat yang sempat viral memicu pertanyaan publik soal harga dan sumber pengadaannya. Namun, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa sepatu dalam foto itu bukan bagian dari pengadaan Kementerian Sosial.
Gus Ipul mengatakan sepatu tersebut adalah pemberian Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk siswa Sekolah Rakyat di Jawa Timur. Penjelasan itu ia sampaikan saat berada di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta Selatan.
Foto viral dan klarifikasi sumber sepatu
Menurut Gus Ipul, foto yang beredar sempat menimbulkan tafsir keliru di ruang publik. Karena itu, ia meluruskan bahwa sepatu yang terlihat bersama dirinya dan Khofifah merupakan bantuan khusus dari gubernur, bukan barang yang masuk skema pengadaan Kemensos.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh pengadaan yang dilakukan kementeriannya sudah disampaikan kepada KPK. Dalam laporan itu, kata dia, termasuk jenis sepatu yang disiapkan untuk program Sekolah Rakyat.
Pengadaan yang sudah dikonsultasikan ke KPK
Dalam audiensi dengan pimpinan KPK, Kemensos disebut telah menjelaskan detail pengadaan barang dan jasa yang terkait program tersebut. Gus Ipul menyebut ada beberapa jenis sepatu yang dilaporkan, mulai dari sepatu PDL untuk siswa SMP dan SMA, sepatu harian, hingga sepatu olahraga.
Ia meminta agar seluruh proses itu dianalisis dan dievaluasi oleh KPK. “Kami konsultasikan dan kami informasikan untuk dianalisis, untuk dievaluasi oleh KPK,” kata Gus Ipul dalam keterangannya.
Kajian KPK masih berjalan
Gus Ipul menyampaikan bahwa KPK masih menelaah seluruh proses pengadaan barang dan jasa di Kementerian Sosial. Kajian itu dinilai penting agar potensi masalah bisa dicegah sejak awal, terutama pada program-program prioritas pemerintah.
Menurut dia, KPK juga memberi sejumlah saran yang belum final karena pembahasan masih berjalan. Hasil kajian itu akan disampaikan lagi setelah proses evaluasi selesai.
Isu ini menjadi sorotan karena sepatu viral sempat dikaitkan dengan dugaan harga sekitar Rp 700 ribu per pasang. Dengan klarifikasi tersebut, Gus Ipul menegaskan bahwa barang dalam foto berbeda dengan pengadaan resmi Kemensos, sementara proses pengadaan kementeriannya tetap berada dalam pengawasan dan kajian KPK.
Source: www.beritasatu.com




