Pengendara yang biasa melintas dari Semanggi ke arah Bundaran HI perlu menyiapkan rute lain. Jalan Layang Semanggi arah Bundaran Hotel Indonesia ditutup sementara akibat aksi penyampaian pendapat di kawasan Jakarta Pusat.
Penutupan ini berlaku mulai Jumat, 12 Juni 2026, pukul 14.00 WIB. Di titik akses, petugas memasang water barrier untuk menutup jalur layang yang selama ini menjadi salah satu lintasan utama menuju pusat kota.
2 jalur alternatif menuju Bundaran HI
Polda Metro Jaya menyiapkan dua opsi perjalanan bagi kendaraan dari arah Semanggi. Opsi pertama adalah melintas di depan Polda Metro Jaya, lalu belok kiri dan terus lurus hingga Bundaran Senayan.
Dari Bundaran Senayan, pengendara dapat melakukan putar balik untuk melanjutkan perjalanan ke Bundaran HI. Jalur ini menjadi salah satu skema pengalihan yang disiapkan agar arus tetap bergerak di tengah penutupan jalan layang.
Alternatif kedua dapat ditempuh lewat kawasan Kuningan. Pengendara bisa melanjutkan perjalanan ke Jalan HR Rasuna Said, lalu menuju Menteng sebelum masuk ke kawasan Bundaran HI.
Kedua rute itu menjadi pilihan utama selama penutupan berlangsung. Namun, pengendara tetap diminta menyesuaikan jalur dengan kondisi lalu lintas karena rekayasa bisa berubah secara situasional.
Dampak demo ke arus lalu lintas
Penutupan Jalan Layang Semanggi dilakukan sebagai bagian dari pengamanan aksi penyampaian pendapat. Polisi menilai kegiatan tersebut berpotensi memengaruhi kelancaran arus lalu lintas di sejumlah ruas utama Jakarta Pusat.
Kawasan yang perlu diwaspadai bukan hanya Semanggi, tetapi juga koridor Sudirman hingga Bundaran HI. Pada jam sibuk sore, rekayasa lalu lintas di area ini berisiko menambah waktu tempuh.
Polda Metro Jaya juga melakukan pengaturan arus kendaraan di sekitar lokasi agar mobilitas masyarakat tetap berjalan. Selain penutupan jalan sementara, aparat turut mengawasi pergerakan konvoi kendaraan dan pengamanan fasilitas umum.
Ribuan personel dikerahkan
Untuk mengamankan aksi, Polda Metro Jaya menurunkan 3.651 personel Polri dan 500 personel TNI. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pengerahan itu ditujukan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Polisi menegaskan tetap menghormati hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Pada saat yang sama, aparat ingin memastikan aktivitas publik dan masyarakat lain tidak terganggu.
Langkah antisipatif juga sudah disiapkan untuk menghadapi dinamika di lapangan. Pengaturan arus lalu lintas, penutupan jalan secara situasional, pengawasan konvoi, dan pengamanan titik penting menjadi bagian dari skema yang dijalankan.
Imbauan bagi pengendara
Masyarakat yang berencana melintas di Semanggi, Sudirman, hingga Bundaran HI pada sore hari disarankan menyiapkan rute cadangan. Menyesuaikan waktu perjalanan juga bisa membantu menghindari antrean panjang akibat rekayasa lalu lintas.
Pengendara sebaiknya memantau informasi lalu lintas terkini sebelum berangkat. Perubahan arus bisa terjadi mengikuti perkembangan aksi dan keputusan petugas di lapangan.
Bagi pengguna jalan yang tidak memiliki kepentingan mendesak ke kawasan Bundaran HI, menghindari koridor Semanggi menjadi pilihan yang paling aman. Dengan begitu, perjalanan tidak terganggu oleh penyekatan jalur dan kepadatan di sekitar lokasi pengamanan.
Sementara itu, petugas terus mengarahkan kendaraan dari arah Semanggi ke rute alternatif agar akses menuju pusat kota tetap terbuka meski jalan layang menuju Bundaran HI ditutup sementara.
Source: otomotif.kompas.com






