Selat Hormuz Ditutup Tanpa Batas Waktu, Jalur Minyak Dunia Kembali Tegang

Author: Cung Media

Iran kembali mengguncang pasar dan jalur pelayaran global dengan menutup Selat Hormuz untuk lalu lintas kapal tanpa batas waktu. Kapal yang sudah mengantongi izin transit diminta menunggu pemberitahuan berikutnya dari otoritas Iran.

Langkah ini menempatkan salah satu jalur laut paling penting di dunia dalam status tak pasti. Selat Hormuz menjadi penghubung vital arus pelayaran di kawasan Teluk, sehingga setiap pembatasan langsung berdampak pada kapal niaga yang melintas.

Penutupan diumumkan lewat platform X

Keputusan itu disampaikan oleh Otoritas Selat Teluk Persia Iran atau PGSA melalui unggahan di platform X pada Kamis, 11 Juni. Dalam pernyataannya, PGSA menegaskan bahwa “Selat Hormuz akan ditutup sepenuhnya” karena ketegangan yang disebut dipicu oleh “pasukan agresif AS”.

Permintaan agar kapal yang sudah mendapat izin tetap menunggu menunjukkan penutupan ini tidak memiliki batas waktu yang jelas. Hingga kini, otoritas Iran belum membuka kepastian kapan jalur strategis itu bisa kembali dilalui normal.

Tegangan dengan AS terus meningkat

Pengumuman dari Iran datang sehari setelah Presiden AS Donald Trump menuduh Iran mengulur-ulur perundingan. Trump juga menyatakan niat untuk melancarkan serangan besar terhadap Iran, yang membuat tekanan politik dan militer kian meningkat.

Pada hari yang sama, Komando Pusat Militer AS atau CENTCOM menyatakan telah melancarkan serangan terhadap Iran. Iran kemudian membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan militer AS, sehingga konflik bergerak lebih jauh dari sekadar ketegangan diplomatik.

Dampaknya terasa di jalur minyak dunia

Selat Hormuz dikenal sebagai jalur krusial bagi arus energi dan pelayaran di kawasan Teluk. Saat aksesnya ditutup, kapal-kapal harus menyesuaikan rute dan menunggu keputusan lanjutan dari pihak berwenang Iran.

Kondisi ini menambah kekhawatiran karena penutupan tidak disebut bersifat sementara. Selama belum ada pemberitahuan baru, aktivitas pelayaran di jalur tersebut bergantung sepenuhnya pada perkembangan keamanan dan keputusan Iran.

Rangkaian konflik belum mereda

Ketegangan terbaru ini menjadi kelanjutan dari konflik yang pecah sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, termasuk di Teheran. Serangan itu menimbulkan kerusakan dan menewaskan warga sipil, lalu dibalas Iran dengan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Kedua pihak sempat mengumumkan gencatan senjata pada 7 April, tetapi pembicaraan lanjutan di Islamabad tidak menghasilkan terobosan untuk menyelesaikan konflik. Penutupan Selat Hormuz kini menjadi sinyal terbaru bahwa eskalasi masih berlanjut dan belum menunjukkan tanda mereda.

Source: www.viva.co.id
Terbaru