Sedekah Waduk Cacaban Tetap Dijaga, Tegal Dorong Wisata Budaya Jadi Unggulan

Sedekah Waduk Cacaban kembali menegaskan satu hal penting bagi Tegal, tradisi bisa berjalan seiring dengan penguatan destinasi wisata. Di Waduk Cacaban, Desa Penujah, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, ritual tahunan itu tetap digelar di tengah pembenahan kawasan yang terus berlangsung.

Acara ini bukan hanya soal adat, tetapi juga cara warga menjaga rasa syukur atas Waduk Cacaban yang selama ini menjadi sumber pengairan irigasi pertanian, perikanan, dan ikon wisata daerah. Pemerintah Kabupaten Tegal pun melihat tradisi ini sebagai bagian dari upaya memperkuat wisata budaya yang bernilai bagi masyarakat sekitar.

Tradisi yang Menjadi Identitas Kawasan

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman memberi apresiasi kepada panitia, Pokdarwis, tokoh adat, tokoh masyarakat, pelaku seni budaya, pelaku UMKM, dan warga yang menjaga keberlangsungan acara. Menurutnya, Sedekah Waduk Cacaban merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan melalui waduk tersebut.

Ischak juga menegaskan bahwa pemerintah daerah terus meningkatkan kualitas kawasan wisata Waduk Cacaban lewat pembangunan fasilitas penunjang. Sejumlah sarana yang sudah tersedia antara lain jogging track, gardu pandang, dan perahu wisata yang kini terus diarahkan agar lebih baik.

Pembangunan Wisata dan Peringatan Soal Keselamatan

Tahun ini, pemerintah daerah menyiapkan pembangunan camping ground beserta fasilitas pendukungnya. Harapannya, semakin banyak wisatawan datang dan dampak ekonominya ikut dirasakan masyarakat sekitar, terutama pelaku UMKM.

Di saat kawasan terus dibenahi, keselamatan pengunjung juga tidak luput dari perhatian. Ischak meminta setiap perahu wisata dilengkapi peralatan keselamatan sesuai standar.

AgendaKeterangan
Durasi2 hari, Rabu (08/07) hingga Kamis (09/07)
Kegiatan utamaLomba mewarnai TK, doa bersama, pengajian umum, lomba memancing, lomba jalan ikan, prosesi sedekah waduk, larung kepala kerbau, penyerahan hadiah, hiburan masyarakat, dan pentas kesenian tradisional
Puncak acaraDoa bersama, perebutan gunungan teh berisi produk lokal khas Kabupaten Tegal, lalu larung sesaji kepala kerbau di tengah perairan waduk

Rangkaian Adat yang Tetap Hidup

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Tegal, Mujahidin, menyebut Sedekah Waduk Cacaban sebagai tradisi turun-temurun yang menjadi identitas budaya masyarakat Kabupaten Tegal. Ia menilai tradisi ini mempererat kebersamaan warga sekaligus memperkuat daya tarik wisata budaya daerah.

Mujahidin juga menekankan bahwa kegiatan tersebut menjadi simbol syukur atas nikmat Allah SWT melalui Waduk Cacaban. Selain menjaga nilai budaya, tradisi ini menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap aset wisata yang manfaatnya diharapkan terus dirasakan hingga generasi mendatang.

Salah seorang warga Desa Penujah, Sutrisno, mengatakan dirinya senang tradisi Sedekah Waduk Cacaban tetap dilestarikan dan mendapat dukungan pemerintah daerah. Ia menilai acara itu bukan hanya bentuk syukur, tetapi juga ruang kebersamaan warga yang terus hidup di sekitar waduk.

Dengan dukungan fasilitas wisata yang terus bertambah dan tradisi yang tetap dijaga, Waduk Cacaban kini diposisikan bukan hanya sebagai sumber daya air, tetapi juga sebagai ruang budaya yang ingin diangkat menjadi destinasi unggulan Kabupaten Tegal.

Source: mediaindonesia.com
Terkait