Securitize Siap Uji Selera Wall Street, Debut Bursa Ini Bisa Jadi Barometer Tokenisasi

Author: Cung Media

Minat Wall Street pada tokenisasi akan diuji lagi saat Securitize bersiap melantai di bursa. Perusahaan yang didukung BlackRock itu masuk ke pasar publik di momen ketika aset digital mulai dipandang bukan sekadar wacana, tetapi sebagai model bisnis yang bisa diukur dari permintaan investor.

Langkah ini penting karena Securitize membawa reputasi sebagai salah satu pemain yang paling dekat dengan adopsi institusional. Jika debutnya mendapat sambutan kuat, pasar bisa membaca itu sebagai sinyal bahwa tokenisasi punya daya tarik lebih dari sekadar narasi teknologi.

Masuk Bursa Lewat SPAC

Securitize berencana diperdagangkan di New York Stock Exchange dengan kode SECZ setelah merampungkan merger dengan perusahaan cek kosong yang didukung Cantor Fitzgerald. Transaksi itu semakin dekat selesai setelah investor yang memegang kurang dari 30% saham biasa Cantor Equity Partners II memilih menebus kepemilikan mereka di SPAC.

Perusahaan memperkirakan akan menerima sekitar $400 juta dari kombinasi bisnis dan pendanaan privat terkait sebelum penutupan transaksi. Dana itu akan menjadi modal saat Securitize memasuki pasar publik setelah delapan tahun berdiri.

Didorong Nama-Nama Besar

CEO Carlos Domingo menyebut debut publik perusahaan sebagai tanda bahwa tokenisasi bergeser dari infrastruktur pasar yang abstrak menjadi fondasi baru bagi keuangan modern. Ia juga menilai gagasan lembaga besar mengadopsi sekuritas bertoken dulu masih sangat teoritis, tetapi sekarang mulai masuk arus utama.

Securitize sudah bekerja dengan sejumlah institusi besar di luar BlackRock, termasuk Apollo, BNY, Hamilton Lane, dan KKR. BlackRock sendiri memakai Securitize untuk dana pasar uang bertoken pada 2024, yang menempatkan perusahaan ini di pusat eksperimen aset dunia nyata dalam format digital.

Skala Bisnis yang Sudah Terlihat

Pada Maret, Securitize mengumumkan kerja sama dengan NYSE untuk mengembangkan sistem bagi sekuritas native blockchain. Kolaborasi itu memperkuat posisinya bukan hanya sebagai penyedia teknologi tokenisasi, tetapi juga sebagai mitra bagi infrastruktur pasar yang lebih luas.

Per Juni, Securitize menyebut nilai aset yang dikelolanya sudah melampaui $4 miliar. Produk terbesar yang dilayaninya sejauh ini adalah BUIDL milik BlackRock, yang bernilai $2,4 miliar pada Jumat menurut RWA.xyz.

Angka tersebut memberi konteks bahwa model bisnis tokenisasi sudah punya skala nyata. Bagi pasar, besarnya aset yang ditangani menjadi salah satu sinyal apakah tokenisasi benar-benar menghasilkan penggunaan institusional dan pendapatan.

Debat Tokenisasi Masih Berlangsung

Di saat perusahaan menyiapkan listing, perdebatan di industri masih berlangsung soal bentuk tokenisasi yang paling efektif. Carlos Domingo mendorong pendekatan “native” tokenization dan berpendapat sekuritas harus diterbitkan langsung di blockchain, bukan sekadar dibungkus dalam wadah digital, agar potensinya maksimal dalam skala besar.

Regulasi juga ikut membentuk arah pasar ini. Bulan lalu, SEC dilaporkan menunda innovation exemption untuk saham bertoken setelah muncul kekhawatiran soal penerbit pihak ketiga yang bisa mempersulit aksi korporasi dan kewajiban tata kelola melalui token on-chain, menurut Bloomberg.

Meski begitu, nada dari regulator utama AS tampak makin terbuka. Sejak menjabat sebagai ketua SEC, Paul Atkins menyebut tokenisasi memiliki potensi untuk mengubah pasar melalui perdagangan yang lebih efisien, sejalan dengan komentar yang pernah disampaikan CEO BlackRock Larry Fink pada puncak tekanan pasar kripto di 2022.

Debut Securitize di bursa kini akan menjadi salah satu ujian awal apakah perhatian besar terhadap tokenisasi benar-benar berubah menjadi permintaan pasar yang nyata. Untuk Wall Street, pergerakan saham SECZ bisa segera memberi jawaban yang selama ini masih diselimuti optimisme dan kehati-hatian.

Terbaru