Sean Gelael membuka putaran kedua GT World Challenge Asia di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika dengan modal besar. Pebalap Indonesia itu merebut pole position untuk balapan pertama setelah tampil cepat dan stabil sepanjang rangkaian latihan resmi.
Hasil itu memberi Sean sorotan khusus di seri kandang yang penting baginya. Namun, posisi start terdepan belum membuat tugasnya ringan karena ia masih harus menghadapi penalti waktu tambahan tiga detik di pit stop.
Modal cepat sejak awal akhir pekan
Kecepatan Sean sudah terlihat sejak sesi latihan pada Kamis (30/4) dan Jumat (1/5). Bersama Garage 75 dan Ferrari 296 GT3 Evo, ia tampil kompetitif dan menjaga performa di level tinggi sejak awal.
Pada Official Practice, Sean mencatat waktu tercepat 1:29.203 di kelas Silver. Catatan itu menempatkannya di posisi ketiga secara keseluruhan, tanda bahwa kecepatannya tidak hanya kuat di kelasnya, tetapi juga di antara seluruh peserta.
Konsistensi itu berlanjut di sesi latihan lain. Sean mampu bertahan di tiga besar kelas Silver sepanjang empat sesi latihan lainnya, sehingga fondasi untuk kualifikasi terlihat sangat solid.
Rival Asia menekan dari belakang
Persaingan di Mandalika tidak datang dari satu arah. Dua pebalap China, Congfu Cheng dan Kuai Yu, menjadi ancaman terdekat setelah sama-sama membela Sport Asia Phantom dengan Audi nomor 16.
Nama lain yang juga harus diperhitungkan adalah Akash Nandy dari Malaysia. Pemenang balapan pertama di Sepang itu tampil dengan Lamborghini dan menjalani simulasi lomba dengan rata-rata waktu di kisaran 1 menit 29 detik, setara dengan Sean.
Kondisi itu membuat perebutan hasil balapan berlangsung ketat. Pole position memberi keuntungan awal, tetapi jarak antarpebalap terlihat sangat tipis.
Penalti pit stop jadi tantangan nyata
Sean harus berhadapan dengan aturan khusus untuk pebalap baru di GTWCA. Ia mendapat penalti waktu tambahan 3 detik yang bisa memengaruhi hasil lomba berdurasi satu jam di Mandalika.
Situasi ini menuntut eksekusi yang rapi sejak start hingga pit stop. Dalam balapan dengan selisih rapat, tambahan tiga detik dapat menjadi faktor yang sangat menentukan.
Meski demikian, pendekatan Sean tidak berubah. Ia tetap menjalankan latihan, simulasi lomba, lalu menganalisis performa sendiri dan lawan untuk mencari strategi paling tepat, seperti yang juga ia lakukan di ajang besar lain seperti FIA WEC, GT World Challenge Europe, dan GTWC Asia.
Format kualifikasi membuat setiap sesi bernilai besar
Di Mandalika, Sean dan Akash menjalani dua sesi kualifikasi secara mandiri untuk menentukan posisi start Race 1 dan Race 2. Format ini membuat setiap sesi memiliki bobot besar karena hasilnya langsung menentukan peluang di lintasan.
Bagi Sean, pole position untuk balapan hari Sabtu (2/5) menjadi modal penting saat masuk ke race pembuka. Balapan berdurasi satu jam itu digelar setelah dua sesi kualifikasi selesai, sehingga hasil di grid awal bisa sangat berpengaruh.
Dengan performa yang sudah stabil sejak latihan, Sean kini membawa bekal terbaik untuk menghadapi tekanan di depan publik sendiri. Balapan tersebut dapat disaksikan lewat siaran langsung di kanal resmi YouTube GTWorld.
