Ekonomi kreatif kian penting dalam perekonomian nasional, tetapi peta nyatanya masih belum sepenuhnya utuh. Karena itu, Sensus Ekonomi 2026 atau SE2026 disiapkan untuk menangkap potensi sektor ini secara lebih lengkap, dari subsektor hingga persebaran wilayah.
Badan Pusat Statistik mencatat kontribusi ekonomi kreatif mencapai 7,38% terhadap Produk Domestik Bruto nasional pada 2025. Pada periode yang sama, sektor ini tumbuh 6,86 persen, lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen, dan menyerap 27,40 juta tenaga kerja atau 18,70% dari total tenaga kerja nasional.
SE2026 dibidik untuk membaca kekuatan ekonomi kreatif dengan lebih utuh
SE2026 diposisikan sebagai instrumen strategis agar data ekonomi kreatif tidak lagi terbaca parsial. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menyebut sensus ini akan membantu pemerintah memetakan potensi ekonomi kreatif secara lebih komprehensif.
Muhaimin mengatakan SE2026 akan membaca ekonomi kreatif lewat tiga dimensi, yakni intervensi sektoral, pemahaman geografis, dan kebutuhan para pelaku. Ia menyampaikan hal itu dalam acara Pencanangan dan Ngisi Bareng SE2026 bersama Kementerian Ekonomi Kreatif di Jakarta, Senin (29/6/2026).
Ia juga mengajak masyarakat berpartisipasi aktif tanpa rasa khawatir. Menurut dia, keterlibatan dalam sensus ekonomi akan membuka ruang yang lebih inovatif untuk mempercepat kemajuan ekonomi kreatif.
251 ribu petugas sensus akan mendatangi usaha satu per satu
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan bahwa potensi besar ekonomi kreatif hanya bisa dipetakan utuh melalui SE2026. Untuk itu, BPS menurunkan sekitar 251 ribu petugas sensus di seluruh Indonesia.
Pendataan usaha akan dilakukan door to door pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Amalia menyebut sensus ekonomi sebagai “rekam medis perekonomian Indonesia” karena data yang lengkap dan akurat akan membuat kebijakan lebih tepat sasaran.
Amalia juga meminta pelaku usaha memberikan informasi yang benar saat didata. Ia menegaskan kerahasiaan data dijamin sesuai peraturan perundang-undangan, sehingga pelaku usaha tidak perlu khawatir.
| Informasi Utama SE2026 | Detail | Keterangan |
|---|---|---|
| Petugas sensus | 251 ribu | Diturunkan di seluruh Indonesia |
| Metode pendataan | Door to door | Datang langsung ke usaha |
| Periode pendataan | 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 | Pendataan usaha |
Dampaknya bisa terasa dari Sabang sampai Merauke
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menilai SE2026 menjadi dasar penting untuk memetakan persebaran dan potensi subsektor ekonomi kreatif dari Sabang hingga Merauke. Data yang lebih jelas dinilai akan membantu banyak pihak melihat perkembangan subsektor secara lebih terarah.
Riefky menyebut hasil sensus dapat mendukung kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, akademisi, dan penggiat ekonomi kreatif. Data itu juga bisa menjadi acuan untuk melihat subsektor yang berkembang, subsektor yang perlu diselamatkan, dan subsektor yang stagnan, termasuk dalam membuka akses pendanaan maupun kredit.
Amalia menambahkan manfaat SE2026 tidak hanya dirasakan pemerintah. Pelaku usaha juga dapat memakai hasil sensus untuk melihat posisi dan potensi usaha, memahami dinamika pasar, serta menyusun strategi bisnis yang lebih adaptif dan berbasis data statistik.
Sinergi BPS dan Kementerian Ekonomi Kreatif mulai dipertegas
Kegiatan pencanangan SE2026 juga dirangkai dengan penyerahan Statistik Ekonomi Kreatif Tahun 2025. Acara itu dilanjutkan dengan sosialisasi sensus dan pengisian kuesioner secara simbolis oleh perwakilan asosiasi dari berbagai subsektor ekonomi kreatif.
Sinergi antara BPS dan Kementerian Ekonomi Kreatif menjadi bagian penting dalam persiapan pendataan nasional ini. Dengan basis data yang lebih lengkap, SE2026 diharapkan memberi gambaran yang lebih jelas tentang kekuatan ekonomi kreatif sekaligus menjadi fondasi bagi kebijakan dan langkah pengembangan yang lebih tepat sasaran.
