Schneider Electric resmi membawa OffGrid Portable Power Station ke Indonesia sebagai perangkat daya portabel untuk dua situasi yang sama-sama penting, yaitu saat berkemah dan ketika listrik padam. Di tengah naiknya minat wisata alam, produk ini hadir sebagai opsi yang lebih senyap dan praktis dibanding genset berbahan bakar bensin.
Posisinya tidak hanya untuk kebutuhan rekreasi. Schneider juga menempatkan perangkat ini sebagai cadangan listrik rumah yang bisa dipakai dalam kondisi darurat, terutama saat pengguna tetap perlu menjaga ponsel, laptop, kamera, atau perangkat lain tetap menyala.
Dirancang untuk mobilitas dan kebutuhan harian
Schneider OffGrid Portable Power Station dibekali beragam port agar bisa dipakai di banyak skenario. Tersedia stopkontak AC, USB-A, USB-C, port DC, soket mobil tambahan, dan fitur pengisian daya nirkabel.
Kelengkapan itu membuatnya relevan untuk pengguna yang bekerja dari lokasi outdoor, mendokumentasikan perjalanan, atau sekadar membutuhkan sumber daya cadangan di rumah. Schneider juga menyebut perangkat ini hadir dengan desain premium, ringan, namun tetap tangguh.
Ellya Cen, Business Vice President Data Center Schneider Electric Indonesia, mengatakan peluncuran perangkat ini mencerminkan misi perusahaan untuk menghadirkan akses energi yang lebih inklusif, andal, dan berkelanjutan. Ia menegaskan perangkat tersebut ditujukan agar pasokan daya tetap tersedia di mana pun pengguna berada.
Bisa diisi dari rumah, mobil, hingga panel surya
Salah satu daya tarik utama OffGrid ada pada fleksibilitas pengisian dayanya. Perangkat ini bisa diisi melalui stopkontak rumah dan soket mobil.
Lebih dari itu, Schneider OffGrid juga kompatibel dengan panel surya. Dukungan ini membuatnya lebih cocok untuk aktivitas outdoor berkepanjangan maupun penggunaan di lokasi yang sulit dijangkau jaringan listrik.
Dengan beberapa opsi pengisian, pengguna tidak sepenuhnya bergantung pada listrik rumah. Perangkat ini bisa disiapkan untuk perjalanan jauh, kegiatan alam terbuka, atau sebagai stok energi saat kondisi listrik tidak menentu.
Ada fitur darurat dan pemantauan baterai
Untuk kebutuhan lapangan, Schneider menyematkan lampu LED ambient dan mode SOS berkedip pada perangkat ini. Fitur tersebut memberi nilai tambah saat pengguna berada di kondisi minim cahaya atau menghadapi keadaan darurat.
OffGrid juga dilengkapi layar LCD untuk memantau kapasitas baterai dan status pengoperasian secara real-time. Informasi ini membantu pengguna mengatur sisa daya dengan lebih akurat saat perangkat dipakai di perjalanan atau ketika listrik rumah mati.
Senyap, bebas emisi, dan lebih ramah lingkungan
Schneider mengklaim OffGrid Portable Power Station beroperasi sangat senyap dan bebas emisi. Karakter ini membuatnya lebih nyaman digunakan di area perkemahan maupun di lingkungan rumah dibanding generator konvensional.
Aspek keberlanjutan juga ikut dimasukkan ke dalam desain produk. Schneider menyebut perangkat ini dibuat menggunakan 60% bahan plastik daur ulang pascakonsumsi, sementara kemasannya 100% dapat didaur ulang.
Ada pula Eco Mode yang akan mematikan daya secara otomatis saat tidak digunakan untuk membantu menghemat energi. Kombinasi fitur ini membuat OffGrid bukan hanya praktis, tetapi juga diarahkan ke penggunaan daya yang lebih efisien.
Schneider OffGrid Portable Power Station sudah tersedia di Indonesia melalui situs resmi Schneider Electric, toko resmi APC, dan berbagai platform e-commerce. Untuk pasar Indonesia, harganya dimulai dari Rp 4,9 juta.
Source: inet.detik.com





