Satu Sayatan yang Menentukan, Cara Menyembelih Kurban Agar Sah dan Tidak Menyiksa Hewan

Author: Cung Media

Satu sayatan bisa menentukan sah atau tidaknya penyembelihan kurban. Karena itu, tata cara memotong hewan kurban tidak boleh dilakukan terburu-buru, sebab syariat menetapkan waktu, posisi, bacaan, dan teknik yang jelas agar ibadah ini berjalan sesuai tuntunan Islam.

Iduladha menjadi momen penting bagi umat Islam untuk menunaikan ibadah kurban sebagai bentuk kepatuhan kepada Allah SWT. Dalam pelaksanaannya, penyembelihan juga harus menjaga adab terhadap hewan, bukan sekadar memastikan daging bisa dibagikan setelah proses selesai.

Waktu penyembelihan tidak bisa sembarangan

Penyembelihan hewan kurban dilakukan setelah salat Iduladha pada 10 Dzulhijjah. Proses ini masih dibolehkan sampai sebelum matahari terbenam pada 13 Dzulhijjah, yang menjadi hari tasyrik terakhir.

Jika hewan disembelih di luar rentang waktu itu, penyembelihan tersebut tidak dihitung sebagai ibadah kurban. Aturan waktu ini menjadi syarat dasar yang harus dipahami sebelum hewan masuk ke proses penyembelihan.

Posisi hewan dan penyembelih ikut diatur

Sebelum disembelih, hewan dibaringkan dengan posisi lambung kiri di atas. Kepalanya diarahkan ke kiblat sebagai bentuk adab dalam penyembelihan hewan kurban.

Orang yang menyembelih juga dianjurkan menghadap kiblat. Pengaturan posisi ini menunjukkan bahwa syariat tidak hanya mengatur hasil akhir, tetapi juga cara ibadah itu dijalankan.

Pisau tajam dan ketenangan hewan menjadi perhatian

Syariat menganjurkan penggunaan pisau yang tajam agar proses penyembelihan berjalan cepat. Cara ini membantu mengurangi rasa sakit pada hewan dan membuat penyembelihan lebih efisien.

Sebaliknya, mengasah pisau di depan hewan kurban tidak dianjurkan. Adab tersebut penting agar hewan tetap tenang sebelum disembelih dan tidak mengalami gangguan yang tidak perlu.

Lafaz yang dianjurkan saat proses dimulai

Saat penyembelihan berlangsung, dianjurkan membaca basmalah. Setelah itu, penyembelih melanjutkannya dengan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan takbir sebanyak tiga kali.

Penyembelih juga dianjurkan membaca doa sebelum proses dimulai. Bacaan ini menjadi bentuk niat dan penghambaan kepada Allah SWT dalam pelaksanaan ibadah kurban.

Satu sayatan yang cepat dan tegas

Penyembelihan dilakukan dengan satu gerakan sayatan yang cepat dan tegas. Sayatan itu harus memutus saluran pernapasan atau hulqum, saluran makanan atau mari’, serta pembuluh darah di leher.

Teknik ini dipilih agar proses berlangsung singkat dan tidak memperpanjang penderitaan hewan. Dalam pandangan syariat, cara seperti ini juga memperlihatkan perhatian Islam terhadap aspek kemanusiaan dan kesejahteraan hewan.

Lebih dari sekadar memotong hewan

Seluruh ketentuan itu memperlihatkan bahwa ibadah kurban memiliki dimensi tata cara yang ketat. Syariat menempatkan etika, ketenangan, dan penghormatan terhadap hewan sebagai bagian dari ibadah yang harus dijaga.

Dengan mengikuti waktu yang benar, posisi hewan yang tepat, pisau yang tajam, bacaan yang dianjurkan, serta satu sayatan yang efektif, penyembelihan kurban dapat dilakukan dengan lebih tertib. Tata cara ini menjadi wujud ketaatan sekaligus cara menjaga nilai ibadah kurban tetap sesuai dengan tuntunan Islam.

Source: www.medcom.id
Terbaru