Samsung mengambil langkah baru untuk chip 2nm generasi berikutnya dengan menyatukan desain dan proses manufaktur sejak tahap paling awal. Pendekatan ini membuat pengembangan tidak lagi berjalan sebagai dua jalur terpisah, melainkan sebagai satu proses yang dioptimalkan bersama.
Strategi tersebut menarik perhatian karena Samsung tidak hanya mengejar transistor yang lebih kecil. Perusahaan juga mencoba menyeimbangkan ukuran chip, biaya produksi, efisiensi daya, performa, dan hasil produksi dalam satu alur kerja yang saling terhubung.
DTCO Jadi Kunci Pendekatan Baru
Samsung Foundry menjelaskan strategi itu dalam SAFE Forum 2026 di kantor pusat Samsung Electronics, Seocho, Korea Selatan. Metode yang dipakai adalah Design Technology Co-Optimization atau DTCO.
Melalui DTCO, rancangan chip dan teknologi pembuatannya dioptimalkan secara bersamaan. Bagi industri semikonduktor, cara ini penting ketika node makin kecil dan kompleksitas produksi ikut naik.
Samsung menilai DTCO dapat membantu mencari kompromi yang lebih baik di antara faktor teknis dan bisnis yang sering saling bertentangan. Salah satu fokus utamanya adalah SRAM, memori berkecepatan tinggi yang tertanam langsung di dalam prosesor.
| Fokus | Peran | Relevansi |
|---|---|---|
| DTCO | Mengoptimalkan desain dan proses fabrikasi secara bersamaan | Membantu menyeimbangkan performa, daya, biaya, dan hasil produksi |
| SRAM | Penyimpanan data berkecepatan sangat tinggi di dalam prosesor | Penting untuk beban kerja AI karena data harus diakses sangat cepat |
Optimalisasi SRAM menjadi semakin penting karena chip AI dan komputasi performa tinggi membutuhkan akses data yang cepat dengan efisiensi daya yang tetap terjaga. Dalam proses 2nm, peningkatan di area ini bisa menjadi pembeda bagi pelanggan foundry.
Lebih dari 21 Mitra Masuk ke Ekosistem
Samsung juga menggandeng lebih dari 21 perusahaan mitra di bidang Electronic Design Automation, blok Intellectual Property, dan teknologi desain chip lainnya. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pengembangan 2nm sangat bergantung pada kekuatan ekosistem.
Lebih dari 400 perwakilan dari 21 perusahaan mitra hadir di SAFE Forum 2026. Di acara itu, mereka memamerkan teknologi dan alat yang ditujukan untuk membantu pelanggan mengembangkan chip di atas proses manufaktur Samsung Foundry.
Kehadiran mitra dalam jumlah besar memberi sinyal bahwa Samsung sedang menyiapkan fondasi lebih awal sebelum adopsi 2nm meluas. Bagi pelanggan, kesiapan ekosistem sering kali sama pentingnya dengan kemampuan teknis node itu sendiri.
AI Jadi Pendorong Utama
Arah baru ini sangat terkait dengan lonjakan kebutuhan chip AI. Samsung menyoroti penguatan kemitraan dengan perusahaan AI global, perusahaan high-performance computing, dan industri semikonduktor Korea Selatan.
Tujuannya adalah menempatkan Samsung sebagai pusat penting dalam ekosistem semikonduktor AI. Dalam pasar yang makin kompetitif, kemampuan menyediakan proses canggih saja tidak cukup jika tidak didukung jaringan mitra dan alat desain yang matang.
Salah satu contoh yang diangkat datang dari Rebellions, startup akselerator AI asal Korea Selatan. Perusahaan itu mempresentasikan studi kasus pengembangan NPU Rebel100 di proses 4nm Samsung Foundry.
Rebel100 disebut menawarkan performa 1.024 TFLOPs dengan konsumsi daya 600W. Chip itu juga menggunakan memori HBM3E dari Samsung, yang memperlihatkan bagaimana kerja sama dalam satu ekosistem bisa dipadukan untuk produk AI.
Samsung menilai kolaborasi seperti ini akan memudahkan pelanggan berpindah ke teknologi 2nm yang sedang disiapkan. Fokusnya bukan hanya menghadirkan node baru, tetapi juga membangun jalur migrasi lewat alat, mitra, dan pengalaman pengembangan yang nyata.
Dukungan untuk Fabless Lokal
Selain perusahaan besar, Samsung juga menaruh perhatian pada ekosistem lokal. Perusahaan bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan melalui inisiatif seperti M.AX Alliance dan proyek K-CHIPS.
Program-program itu diarahkan untuk mengembangkan talenta semikonduktor AI dan mendukung perusahaan chip fabless lokal. Dukungan ini penting karena banyak perusahaan kecil memiliki desain menarik, tetapi terkendala biaya dan akses saat masuk ke tahap prototipe.
Di sini, skema Multi-Project Wafer atau MPW menjadi penting. Mekanisme ini memungkinkan beberapa perusahaan menguji desain prototipe chip pada satu wafer produksi yang dipakai bersama.
Model tersebut dapat memangkas biaya pengembangan secara signifikan sebelum perusahaan memutuskan masuk ke produksi massal. Bagi startup dan pemain fabless yang lebih kecil, langkah ini bisa menurunkan hambatan untuk mencoba desain baru di proses manufaktur Samsung.
Presentasi Samsung di SAFE Forum 2026 memperlihatkan bahwa persaingan di era 2nm tidak hanya terjadi di ruang fabrikasi. Pertarungan juga berlangsung pada kemampuan membangun ekosistem desain, mempercepat adopsi AI, dan membuka jalur yang lebih terjangkau bagi pelanggan untuk masuk ke node generasi berikutnya.
Source: www.sammobile.com






