Samsung Lolos Dari Larangan Galaxy Di AS, Putusan Hakim Ini Legakan Pasar Sebelum Fold Baru Rilis

Samsung lolos dari ancaman larangan penjualan Galaxy di Amerika Serikat setelah pengadilan menolak permintaan injunction permanen dalam sengketa paten dengan Collision Communications. Putusan ini membuat Samsung tetap bisa menjual smartphone, tablet, dan laptopnya di pasar AS, yang menjadi salah satu pasar terpenting bagi bisnis perangkatnya.

Keputusan itu juga datang pada momen yang sensitif. Samsung sedang bersiap memperkenalkan ponsel lipat generasi berikutnya yang diperkirakan hadir pada Juli 2026, sehingga kepastian hukum di AS memberi ruang bernapas yang besar bagi perusahaan.

Hakim Rodney Gilstrap dari US District Court for the Eastern District of Texas menolak permintaan Collision Communications tersebut. Pengadilan menilai Collision hanya mengajukan argumen umum bahwa penegakan paten berada dalam kepentingan publik.

Hakim juga menyebut Collision gagal membuktikan bahwa kepentingan publik itu benar-benar terpenuhi berdasarkan fakta spesifik dalam perkara ini. Karena alasan itu, pengadilan tidak mengabulkan permintaan untuk menghentikan penjualan perangkat Samsung yang memakai teknologi yang disengketakan.

Sengketa yang menyeret lini Galaxy

Perkara ini bermula saat Collision menggugat anak usaha Samsung di Amerika Serikat pada 2023. Gugatan itu diajukan di pengadilan federal Texas dengan tuduhan bahwa sejumlah produk Samsung melanggar empat paten.

Empat paten tersebut berkaitan dengan standar komunikasi 4G, 5G, dan Wi-Fi. Karena menyangkut teknologi konektivitas inti, sengketa ini berpotensi menjangkau banyak kategori perangkat dalam ekosistem Galaxy.

Pada Oktober 2025, juri memutuskan bahwa Samsung melanggar seluruh klaim paten yang diajukan. Juri juga menyatakan tidak ada satu pun klaim itu yang tidak sah, sehingga posisi Collision menguat pada tahap persidangan itu.

Dalam putusan yang sama, juri menilai pelanggaran tersebut dilakukan secara sengaja. Samsung kemudian diwajibkan membayar ganti rugi sebesar $445,494,160 dalam bentuk reasonable royalty.

Permintaan larangan sempat jadi sorotan

Setelah menang di tingkat juri, Collision mengajukan permintaan injunction permanen pada Desember 2025 di pengadilan federal Texas. Perusahaan itu meminta agar Samsung dihentikan dari menjual perangkat yang menggunakan teknologi yang dipersengketakan di Amerika Serikat.

Permintaan tersebut menarik perhatian karena mendapat dukungan dari Department of Justice (DOJ) dan US Patent and Trademark Office (USPTO). Keduanya mengajukan brief yang mendukung kedudukan hukum Collision dalam perkara itu.

Meski dukungan itu hadir, pengadilan tidak otomatis mengabulkan larangan penjualan. Hakim tetap menilai dasar yang diajukan Collision belum cukup untuk menunjukkan bahwa injunction permanen memang layak diberikan dalam kasus ini.

Pada 17 Mei 2026, pengadilan resmi menolak permintaan tersebut. Dengan begitu, Samsung tetap dapat menjual perangkat Galaxy di Amerika Serikat tanpa hambatan dari perintah larangan permanen.

Dampak besar bagi Samsung di pasar AS

Bagi Samsung, hasil ini menjadi kabar yang sangat penting karena Amerika Serikat merupakan salah satu pasar utama untuk bisnis perangkatnya. Jika injunction dikabulkan, tekanan terhadap penjualan smartphone, tablet, dan laptop bisa menjadi sangat besar.

Putusan ini juga memberi kejelasan pada saat Samsung sedang bergerak menuju fase peluncuran perangkat lipat generasi baru. Dengan jadwal yang diperkirakan jatuh pada Juli 2026, stabilitas di pasar AS menjadi faktor yang bernilai tinggi bagi perusahaan.

Namun, penolakan injunction tidak menghapus seluruh konsekuensi dari sengketa ini. Putusan juri sebelumnya tetap mencatat adanya pelanggaran paten, tidak sahnya klaim tidak terbukti, serta ganti rugi dalam jumlah besar.

Artinya, perkembangan terbaru ini bukan pembalikan total hasil perkara, melainkan kegagalan upaya untuk menghentikan penjualan perangkat Galaxy di pasar Amerika Serikat. Untuk saat ini, lini perangkat Samsung tetap bisa beredar sambil proses hukum yang tersisa berjalan sesuai jalurnya.

Source: sammyguru.com

Terkait