Samsung disebut tengah menyiapkan langkah besar berikutnya setelah ponsel lipat, dan format layar gulung menjadi taruhan terbarunya. Laporan dari Korea mengindikasikan perangkat ini ditargetkan meluncur pada paruh pertama 2028.
Jika jadwal itu terwujud, Samsung berpeluang menjadi salah satu merek pertama yang membawa ponsel rollable ke pasar konsumen. Sampai sekarang, kategori ini masih sebatas konsep dan belum benar-benar hadir sebagai produk yang bisa dibeli.
Tekanan di pasar foldable mendorong arah baru
Menurut sumber industri yang tidak disebutkan namanya, Samsung Display ingin menjadi pemain utama di pasar layar gulung. Dorongan itu muncul di tengah tekanan besar dari produsen panel layar asal China di segmen layar lipat.
Dalam laporan yang sama, Samsung Display disebut sedang berdiskusi dengan Samsung Electronics untuk memasok panel rollable bagi smartphone baru. Target rilis perangkat itu mengarah ke paruh pertama 2028, dan informasi tersebut diklaim sudah dikonfirmasi oleh seorang pejabat Samsung Electronics.
Nama yang paling sering disebut adalah Galaxy Z Slide, meski Samsung juga sudah mendaftarkan merek dagang Galaxy Z Roll. Artinya, nama final perangkat masih terbuka dan keduanya sama-sama mungkin dipakai.
Langkah ini juga akan memperluas lini Galaxy Z ke format baru. Selama ini, nama tersebut lebih dikenal lewat perangkat layar lipat Samsung.
| Aspek | Informasi yang Beredar |
|---|---|
| Target peluncuran | Paruh pertama 2028 |
| Nama perangkat | Galaxy Z Slide atau Galaxy Z Roll |
| Format layar | Layar gulung atau rollable |
| Status saat ini | Masih tahap pengembangan dan belum final |
Kenapa Samsung tidak ingin terburu-buru
Target peluncuran pada paruh pertama 2028 menunjukkan Samsung tampaknya ingin bergerak hati-hati. Waktu yang panjang ini sejalan dengan tingkat kesulitan teknologi layar gulung yang dinilai lebih rumit daripada layar lipat.
Layar gulung memerlukan struktur mekanis yang lebih kompleks. Karena itu, transisi dari konsep ke produk massal dianggap jauh lebih menantang dibanding foldable yang lebih dulu matang.
Di sisi lain, ambisi Samsung Display di kategori ini terlihat jelas. Perusahaan itu disebut ingin menguasai pasar rollable saat kompetisi di panel foldable justru semakin ketat.
Tekanan di pasar foldable datang dari produsen panel China, termasuk BOE. Dalam laporan tersebut, BOE disebut telah mengejar Samsung Display di kategori foldable, bahkan memimpin pasar pada kuartal pertama tahun ini.
Kondisi itu membuat rollable menjadi peluang baru yang penting bagi Samsung Display. Berbeda dari pasar foldable yang kini lebih kompetitif, Samsung disebut masih unggul cukup jauh dalam teknologi layar gulung.
Keunggulan tersebut bisa memberi Samsung ruang untuk menguasai pasar rollable pada tahun-tahun awal. Karena itu, kerja sama dengan Samsung Electronics dipandang penting agar teknologi ini benar-benar hadir dalam bentuk smartphone komersial.
Gambaran awal perangkat yang diprediksi
Selain nama dan target peluncuran, ada pula gambaran awal soal layarnya. Sebuah firma riset pasar memprediksi perangkat ini akan memakai layar 10 inci dengan rasio aspek 16:9 dan kerapatan 440,6 ppi.
Spesifikasi itu menunjukkan perangkat tersebut bisa menawarkan area tampilan yang jauh lebih besar daripada ponsel biasa. Format seperti ini berpotensi menempatkannya di antara ponsel dan tablet dalam pengalaman penggunaan.
Namun, detail ukuran dan kepadatan layar itu masih sebatas prediksi. Belum ada informasi resmi yang mengunci spesifikasi final perangkat tersebut.
Laporan yang sama juga menyebut penerus perangkat ini diperkirakan meluncur pada 2030. Itu mengisyaratkan Samsung bukan hanya menyiapkan satu model, tetapi berpotensi membangun lini produk jangka panjang jika generasi pertama berhasil.
Teknologi yang sudah disiapkan sejak lama
Meski ponsel rollable belum hadir di pasar, Samsung Display bukan pemain baru di area ini. Perusahaan itu sudah memamerkan konsep pertamanya pada 2023.
Sejak itu, Samsung Display juga telah memasok panel untuk laptop rollable milik Lenovo. Pengalaman tersebut bisa menjadi bekal penting sebelum teknologi serupa diterapkan ke perangkat yang ukurannya lebih kecil dan lebih sering dipakai secara mobile.
Langkah menuju smartphone rollable tetap tidak sederhana. Tantangan utamanya bukan hanya panel fleksibel, tetapi juga mekanisme gulung yang harus tahan lama, tipis, dan aman untuk pemakaian harian.
Karena itu, jadwal 2028 bisa dibaca sebagai upaya Samsung menunggu teknologi dan produksi benar-benar siap. Jika proyek ini berlanjut sesuai rencana, Samsung akan mencoba membuka babak baru setelah ponsel lipat.
Dengan posisi Samsung Display yang disebut masih unggul di teknologi rollable, perhatian kini tertuju pada apakah Samsung Electronics benar-benar akan membawa perangkat itu ke rak penjualan pada paruh pertama 2028.
Source: www.gsmarena.com






