Samsung dikabarkan menyiapkan produksi hingga 2,8 juta unit Galaxy Z Fold8 Wide, jumlah tertinggi di antara lini ponsel lipat barunya. Target besar ini menunjukkan bahwa Samsung sedang mempertaruhkan masa depan foldable pada desain layar yang lebih lebar.
Langkah tersebut menjadi penting karena perangkat ini disebut akan hadir sebelum Apple memperkenalkan produk layar lebar versinya. Samsung tampaknya ingin membangun persepsi bahwa foldable berformat tablet mini identik dengan Galaxy lebih dahulu.
Produksi Terbesar Ada pada Model Wide
Laporan ETNews yang dikutip gadget.viva.co.id menyebut Galaxy Z Fold8 Wide mendapat jatah produksi lebih besar dibandingkan Fold8 Ultra maupun Galaxy Z Flip8. Selisihnya juga cukup mencolok, terutama terhadap model Ultra yang tetap membawa pendekatan Fold tradisional.
| Model | Target Produksi | Fokus Strategi |
|---|---|---|
| Galaxy Z Fold8 Wide | 2,8 juta unit | Foldable layar lebar rasio 4:3 |
| Galaxy Z Fold8 Ultra | 2 juta unit | Model tinggi dengan fitur lebih lengkap |
| Galaxy Z Flip8 | 1,5 juta unit | Produksi lebih hati-hati |
Dengan target tersebut, volume Galaxy Z Fold8 Wide sekitar 40 persen lebih tinggi daripada Fold8 Ultra. Angka itu mengisyaratkan Samsung melihat format lebar sebagai peluang yang lebih besar untuk memperluas pasar ponsel lipat.
Keputusan ini juga menandai perubahan arah dari desain Fold yang selama beberapa generasi dikenal tinggi dan relatif sempit saat tertutup. Samsung disebut ingin menawarkan perangkat yang lebih nyaman dipakai sebagai ponsel sekaligus lebih berguna sebagai layar kerja saat dibuka.
Layar 4:3 Dibuat Lebih Mirip Tablet Mini
Galaxy Z Fold8 Wide disebut sebagai foldable model buku pertama Samsung yang menggunakan rasio aspek 4:3. Saat dibuka, perangkat ini dikabarkan memiliki layar dalam 7,6 inci dengan bentuk yang lebih persegi.
Format itu membuat tampilan perangkat lebih dekat ke tablet mini ketimbang ponsel memanjang yang bisa dilipat. Ruang layar yang lebih lapang ditujukan untuk menjalankan beberapa aplikasi, membaca dokumen, serta menonton video.
Di bagian luar, Samsung dikabarkan menyiapkan layar depan berukuran 5,5 inci. Ukuran tersebut dirancang untuk penggunaan harian dalam satu tangan tanpa harus selalu membuka perangkat.
Pendekatan ini menjawab kritik yang selama ini muncul pada desain Fold tradisional, yakni bodinya terlalu tinggi dan layar depannya terasa sempit. Namun, bentuk yang lebih horizontal juga dapat memunculkan kompromi pada susunan komponen internal.
Baterai dan Kamera Jadi Konsekuensi Desain
Bocoran spesifikasi menyebut Galaxy Z Fold8 Wide akan memakai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy dan baterai 4.800 mAh. Perangkat ini juga dikabarkan membawa kamera belakang ganda tanpa lensa telefoto.
Ketiadaan telefoto serta baterai yang lebih kecil disebut berkaitan dengan keterbatasan ruang vertikal pada desain horizontal. Kapasitas 4.800 mAh itu berada di bawah Galaxy Z Fold7 Ultra yang disebut memiliki baterai 5.000 mAh.
Samsung dilaporkan akan mengandalkan efisiensi chipset, pengisian daya cepat, dan optimisasi perangkat lunak untuk menjaga pengalaman penggunaan. Daya tahan baterai akan menjadi salah satu aspek yang menentukan penerimaan format baru ini di pasar.
Samsung Ingin Bergerak Sebelum Apple
Galaxy Unpacked di London disebut menjadi panggung pengenalan Galaxy Z Fold8 Wide pada 22 Juli 2026. Waktunya dinilai strategis karena Apple dikabarkan menyiapkan iPhone Ultra berformat layar lebar untuk September 2026.
Jarak peluncuran sekitar enam minggu dapat memberi Samsung waktu untuk memenuhi permintaan awal dan membangun percakapan produk. Volume produksi yang besar juga berpotensi membantu perusahaan menghindari kelangkaan stok pada masa awal penjualan.
Persaingan nantinya tidak hanya soal ukuran layar atau jumlah unit yang dikirim ke pasar. Pengalaman multitasking, ketahanan baterai, dan kenyamanan penggunaan saat perangkat tertutup akan menjadi pembeda utama bagi calon pengguna.
Fold8 Ultra dan Flip8 Tidak Ditinggalkan
Galaxy Z Fold8 Ultra tetap memiliki peran bagi pengguna yang menyukai bentuk Fold tinggi seperti generasi Z Fold2 hingga Z Fold7. Model ini disebut menawarkan fitur yang lebih lengkap, termasuk kamera telefoto, dengan target produksi 2 juta unit.
Sementara itu, target 1,5 juta unit untuk Galaxy Z Flip8 memperlihatkan pendekatan Samsung yang lebih berhati-hati pada lini ponsel lipat clamshell. Produksi tersebut dikaitkan dengan penjualan seri Flip yang kerap melambat setelah periode peluncuran awal.
Keberhasilan strategi Samsung foldable kini bergantung pada apakah pasar benar-benar menerima layar 4:3 sebagai bentuk baru perangkat lipat. Galaxy Z Fold8 Wide akan menjadi ujian penting bagi ambisi Samsung untuk menjadikan layar lebar sebagai arah berikutnya kategori ini.
