Samsung Galaxy Tab S12 Ultra mulai memunculkan tanda-tanda sebagai pembaruan yang tidak terlalu agresif, setidaknya di sektor yang paling sering jadi perhatian calon pembeli: baterai. Bocoran yang beredar menyebut tablet premium itu tetap membawa baterai 11.600 mAh, sama seperti Galaxy Tab S11 Ultra yang digantikannya.
Jika kabar ini akurat, Samsung tampaknya tidak mengejar peningkatan kapasitas untuk mendorong daya tahan baterai generasi barunya. Dampaknya juga bisa terasa ke sektor pengisian daya, karena perangkat ini sangat mungkin masih bertahan pada charging kabel 45W seperti pendahulunya.
Baterai tetap, ekspektasi ikut tertahan
Bagi tablet dengan layar besar, kapasitas baterai selalu jadi perhatian utama. Ukuran panel yang luas biasanya membuat konsumsi daya ikut tinggi, sehingga keputusan untuk tidak menambah kapasitas pada varian Ultra terasa cukup menonjol.
Posisi Galaxy Tab S12 Ultra sebagai model tertinggi di serinya ikut memperkuat sorotan itu. Di kelas premium, banyak pengguna biasanya menunggu lompatan yang lebih jelas pada baterai dan pengisian daya.
Sebaliknya, bocoran justru menunjukkan model lain di lini yang sama bergerak lebih jauh pada aspek ini. Galaxy Tab S12+ disebut akan membawa baterai yang lebih besar dibanding Galaxy Tab S10+, meski kapasitas pastinya belum diungkap.
Polanya bukan sekadar soal angka baterai
Lini tablet premium Samsung juga punya pola rilis yang cukup unik. Perusahaan disebut menjalankan model “vanilla” dan model Plus secara bergantian setiap tahun, sehingga tidak ada Galaxy Tab S11+.
Konteks itu membuat perbandingan antar-generasi menjadi sedikit berbeda dari biasanya. Pada akhirnya, Samsung terlihat ingin menjaga ritme seri sambil menyesuaikan pembaruan di tiap model.
Di saat yang sama, rumor terbaru menyebut Galaxy Tab S12 Ultra dan Galaxy Tab S12+ bakal meluncur bersama pada akhir tahun. Periode yang paling sering disebut adalah September, mengikuti pola pengumuman pendahulunya.
Perubahan justru ada di sisi lain
Bocoran yang sama juga mengindikasikan Samsung tidak akan banyak mengubah ukuran layar. Galaxy Tab S12 Ultra disebut tetap memakai panel 14,6 inci, sedangkan Galaxy Tab S12+ bertahan di 12,4 inci.
Arah ini memberi sinyal bahwa Samsung kemungkinan lebih fokus pada penyempurnaan internal ketimbang perubahan desain besar. Bagi pengguna seri Ultra, layar 14,6 inci sendiri sudah menjadi salah satu identitas utama perangkat tersebut.
Untuk dapur pacu, kedua model dikabarkan akan ditenagai MediaTek Dimensity 9500. Jika benar, chipset ini akan menjadi fondasi utama peningkatan performa generasi baru, terutama saat kapasitas baterai pada model Ultra tidak ikut naik.
Ada juga informasi soal kamera depan 12MP pada kedua perangkat. Spesifikasi tersebut menunjukkan Samsung masih menjaga fokus pada kebutuhan video call, rapat daring, dan konsumsi konten di layar besar.
Software baru, tetapi baterai tetap jadi sorotan
Dari sisi perangkat lunak, Galaxy Tab S12 Ultra dan Galaxy Tab S12+ disebut akan hadir dengan Android 17. Samsung juga dikabarkan menyiapkan One UI 9 sebagai antarmuka bawaan.
Kombinasi ini berpotensi memberi nilai tambah untuk produktivitas dan multitasking di tablet. Namun bagi pengguna yang lebih mengutamakan daya tahan baterai mentah, kapasitas 11.600 mAh tetap menjadi poin yang paling mudah memicu perdebatan.
Dengan layar yang masih sama, kamera depan 12MP, chipset baru, dan software yang lebih segar, pembaruan Galaxy Tab S12 Ultra tampak terkonsentrasi di area selain baterai. Itulah yang membuat perangkat ini berpotensi memunculkan respons beragam saat detail resminya benar-benar diumumkan.
Sebagian pengguna mungkin akan menganggap chipset baru dan software terbaru sudah cukup menarik untuk naik kelas. Tetapi sebagian lain bisa mempertanyakan keputusan Samsung mempertahankan kapasitas baterai yang sama pada tablet Ultra generasi berikutnya.
Source: www.gsmarena.com