Samsung kembali menghangatkan persaingan ponsel kelas menengah lewat Galaxy A37 5G, penerus Galaxy A36 5G yang tampil sangat mirip di luar. Namun, perubahan yang dibawa justru ada di area yang paling sering terasa dalam pemakaian harian: performa, software, dan penyimpanan.
Buat calon pembeli, pertanyaan utamanya bukan lagi soal desain, melainkan apakah peningkatan itu cukup kuat untuk membenarkan kenaikan harga. Di satu sisi, Galaxy A36 masih menawarkan layar, baterai, dan paket fitur dasar yang aman, sementara Galaxy A37 mencoba memberi pengalaman yang lebih siap untuk dipakai lebih lama.
Layar dan desain masih nyaris sama
Samsung tidak banyak mengubah sektor tampilan pada dua model ini. Galaxy A37 dan Galaxy A36 sama-sama memakai panel Super AMOLED 6,7 inci dengan resolusi Full HD Plus 1.080 x 2.340 piksel.
Keduanya juga membawa refresh rate 120 Hz dan tingkat kecerahan yang sama. Hasilnya, pengalaman scrolling, menonton video, dan bermain gim tetap terasa mulus di keduanya.
Performa jadi pembeda paling terasa
Perubahan utama ada di dapur pacu. Galaxy A37 memakai Exynos 1480 dengan fabrikasi 4 nm, sedangkan Galaxy A36 masih mengandalkan Snapdragon 6 Gen 3 dengan proses yang sama.
Secara kelas, keduanya masih berada di segmen yang berdekatan. Meski begitu, Exynos 1480 disebut memberi performa yang lebih optimal untuk multitasking dan penggunaan jangka panjang.
Software A37 lebih segar
Galaxy A37 langsung hadir dengan Android 16 dan One UI 8.5. Galaxy A36 masih berjalan dengan Android 15 dan One UI 7.
Perbedaan ini penting karena pengguna A37 mendapat fitur yang lebih baru, sistem keamanan yang lebih mutakhir, dan peluang dukungan update yang lebih panjang. Di kelas menengah, faktor software sering punya bobot besar selain spesifikasi mentah.
Penyimpanan ikut naik kelas
Samsung juga meningkatkan sisi storage di Galaxy A37. Model ini sudah memakai UFS 3.1, sementara Galaxy A36 masih menggunakan UFS 2.2.
Dalam pemakaian harian, perubahan ini bisa terasa saat membuka aplikasi, memindahkan file, atau memuat gim. Respons perangkat juga berpotensi lebih cepat saat pengguna sering berpindah aplikasi.
Kamera mirip, tetapi sensor A37 lebih besar
Susunan kameranya terlihat sama di atas kertas. Keduanya membawa kamera utama 50 MP dengan OIS, kamera ultrawide 8 MP, kamera makro 5 MP, dan kamera depan 12 MP.
Meski begitu, Galaxy A37 punya sensor utama yang lebih besar, yakni 1/1.56 inci, dibandingkan 1/1.96 inci pada A36. Sensor yang lebih besar berpeluang menangkap cahaya lebih baik, sehingga foto low light bisa tampil lebih terang dan detail.
Baterai tetap aman untuk harian
Samsung masih mempertahankan baterai 5.000 mAh pada kedua model. Keduanya juga mendukung fast charging 45 watt.
Tidak ada peningkatan di bagian ini, tetapi kombinasi kapasitas besar dan pengisian cepat tetap menjadi nilai jual yang solid untuk pemakaian seharian. Untuk kelas menengah, sektor daya seperti ini masih dianggap penting oleh banyak pengguna.
Harga naik, tapi argumennya jelas
Galaxy A37 dibanderol mulai Rp 6,6 juta untuk varian 8/128 GB. Sementara Galaxy A36 sebelumnya dijual mulai Rp 5,2 juta.
Selisih harga itu membuat keputusan pembelian jadi lebih selektif. Namun, jika melihat peningkatan pada performa, software, dan storage, kenaikan harga Galaxy A37 masih punya dasar yang masuk akal bagi pengguna yang mencari perangkat lebih siap pakai untuk jangka panjang.
Secara keseluruhan, Galaxy A37 bukan upgrade yang mengubah banyak hal dari sisi desain. Tetapi, pembaruan pada chipset, sistem operasi, dan penyimpanan memberi dampak nyata pada rasa pakai harian.
Bagi pemilik Galaxy A36, perpindahan ke A37 belum terasa wajib. Namun untuk pembeli baru yang mengejar performa lebih segar dan usia pakai lebih panjang, Galaxy A37 terlihat lebih relevan meski harganya ikut naik.
Source: www.gadgetdiva.id






