Samsung Bertahan Di Posisi Ketiga, Pasar Smartwatch 2026 Diprediksi Menyusut 2%

Pasar smartwatch global mulai memasuki fase yang lebih berat, dan Samsung masih diperkirakan bertahan di posisi ketiga. Proyeksi ini datang dari Smart Analytics Global (SAG), yang menilai segmen true smartwatch akan melemah setelah sempat mencatat pertumbuhan.

SAG menyebut segmen true smartwatch, yaitu perangkat yang mendukung aplikasi dan konektivitas, naik 6% secara tahunan pada 2025. Namun, tren itu diperkirakan berbalik karena pasar yang sama diprediksi menyusut 2% pada 2026.

Peta persaingan tiga besar masih bertahan

Dalam volume penjualan 2025, Apple memimpin pasar dengan pangsa 39%. Huawei menyusul di posisi kedua dengan 27%, sedangkan Samsung berada di urutan ketiga dengan 12%.

Prediksi awal untuk 2026 tidak menunjukkan perubahan urutan. Apple tetap disebut memegang 39%, Huawei naik ke 31%, dan Samsung masih bertahan di 12%.

Kondisi itu memberi gambaran bahwa posisi Samsung belum terancam dari sisi peringkat. Namun, stabilnya pangsa tidak berarti bisnisnya ikut tumbuh, karena pasar secara keseluruhan justru menyempit.

Volume Samsung diperkirakan turun

SAG memperkirakan Samsung akan mencatat penurunan volume 8% secara tahunan pada 2026. Artinya, meski pangsa pasarnya tidak berubah, jumlah unit yang terjual tetap berisiko turun karena pasar yang lebih kecil.

Apple juga diproyeksikan ikut melemah, meski penurunannya lebih ringan, yakni 2% secara tahunan. Di sisi lain, Huawei menjadi satu-satunya dari tiga besar yang masih diperkirakan tumbuh, dengan kenaikan 10%.

Kombinasi ini membuat persaingan di puncak pasar smartwatch tidak lagi bergantung pada pelebaran pasar. Vendor kini harus berebut pertumbuhan di tengah kondisi yang makin selektif.

Perubahan perilaku konsumen ikut menekan pasar

Abhilash Kumar, Lead Research Advisor di SAG, menilai pergeseran perilaku pengguna menjadi faktor penting di balik pelemahan pasar. Ia mengatakan konsumen kini makin menjauh dari basic band dan jam entry-level.

Menurut Kumar, perpindahan itu terjadi ke dua arah. Sebagian konsumen memilih jam analog karena alasan fesyen, kesederhanaan, dan siklus penggantian yang lebih panjang.

Sebagian lainnya justru naik ke perangkat smart bernilai lebih tinggi. Kategori ini mencakup true smartwatch dan fitness band tanpa layar yang menawarkan pemantauan kesehatan lebih canggih serta fungsi penggunaan yang lebih beragam.

Perubahan preferensi ini membuat pasar wearable tidak bergerak seragam. Produk murah kehilangan daya tarik di satu sisi, sementara perangkat yang lebih canggih juga belum tentu terserap cukup cepat untuk menutup pelemahan di segmen bawah.

Samsung masih kuat, tetapi tekanannya besar

Bagi Samsung, situasinya tergolong campuran. Posisi tiga besar masih aman, tetapi jarak dengan dua pesaing teratas masih lebar dan belum menunjukkan penyempitan yang berarti.

Data 2025 menunjukkan selisih Samsung dengan Huawei mencapai 15 poin persentase. Jarak dengan Apple bahkan mencapai 27 poin persentase, sehingga ruang untuk mengejar dua pemimpin pasar itu masih terbatas.

Tantangan Samsung juga datang dari momentum pesaing. Huawei diperkirakan menjadi merek yang paling kuat di antara tiga besar pada 2026, sementara Apple dan Samsung sama-sama berhadapan dengan penurunan volume.

Dalam kondisi seperti ini, tekanan tidak hanya datang dari pasar yang menyusut. Persaingan juga makin ketat karena hanya satu pemain besar yang masih diproyeksikan mencatat pertumbuhan bersih.

Peluncuran produk baru bisa jadi ujian penting

Di tengah proyeksi pasar yang melambat, Samsung disebut berpeluang meluncurkan Galaxy Watch baru bersama Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Wide Fold, dan Galaxy Z Flip 8. Acara tersebut berpotensi digelar pada 22 Juli di London.

Model yang paling banyak dibicarakan adalah Galaxy Watch Ultra 2. Perangkat ini disebut berpotensi memakai chipset Snapdragon Wear Elite, dan jika benar terjadi, perubahan itu bisa menjadi langkah penting untuk lini jam pintar Samsung.

Perangkat tersebut juga dikabarkan berpeluang menjadi smartwatch 5G pertama dari Samsung. Selain itu, fitur yang disebut akan hadir mencakup konektivitas satelit dan dukungan UWB.

Samsung juga diperkirakan memperkenalkan Galaxy Watch 9 versi standar. Kehadiran dua model baru ini akan menjadi momen penting untuk melihat apakah pembaruan produk cukup kuat dalam menghadapi pasar yang mulai menyusut dan konsumen yang semakin selektif.

Laporan SAG menunjukkan pasar smartwatch tidak sedang runtuh, tetapi bergerak ke fase yang lebih sempit dan kompetitif. Dalam situasi seperti ini, Samsung tetap menjaga posisi ketiga, namun tantangan yang dihadapi jelas lebih besar karena pasar mengecil, volume turun, dan hanya sedikit ruang untuk tumbuh tanpa strategi produk yang benar-benar berbeda.

Source: sammyguru.com

Baca Juga

Back to top button