Presiden Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF), Samir Xaud, tengah menghadapi tuduhan serius yang menyentuh dua hal sekaligus, dugaan perselingkuhan dan penggunaan dana federasi untuk kepentingan pribadi. Klaim itu berasal dari pemberitaan media Brasil dan sampai sekarang belum terbukti di pengadilan.
CBF membantah keras tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa seluruh pengeluaran federasi hanya dipakai untuk kegiatan resmi. Meski begitu, sorotan publik tetap menguat karena laporan yang beredar menyebut adanya perjalanan, hotel, dan fasilitas lain yang diduga dibayarkan memakai anggaran organisasi.
Dugaan Perjalanan ke New York
Portal Leo Dias melaporkan bahwa Xaud diduga membiayai perjalanan seorang pengusaha kebugaran bernama Camila Cristina Andrade ke New York. Dalam laporan itu, perjalanan tersebut terjadi sebelum Xaud melanjutkan agenda ke Mexico City untuk menghadiri rangkaian pembukaan Piala Dunia bersama istrinya.
Media itu juga menyebut Andrade menginap selama delapan hari di sebuah hotel di Manhattan. Reservasi kamar tersebut diklaim memakai nama Samir Xaud dengan nilai sekitar US$ 11.500.
Laporan yang sama menyatakan keduanya sempat makan malam di restoran mewah Harry Cipriani, New York. Setelah itu, mereka disebut meninggalkan lokasi dengan kendaraan yang diklaim disewa oleh federasi selama kunjungan tersebut.
Tuduhan Lain Soal Perjalanan ke Qatar
Selain dugaan perjalanan ke Amerika Serikat, Portal Leo Dias juga menuding Xaud pernah menggunakan dana federasi untuk membiayai perjalanan model sekaligus influencer Tamares Fernandes Barcellos ke Qatar. Perjalanan itu dikaitkan dengan ajang Piala Dunia Interkontinental FIFA 2025.
Dalam laporan tersebut, perjalanan Barcellos disebut mencakup tiket kelas bisnis dan penginapan di hotel mewah di Doha. Namun, seluruh klaim itu masih berada pada level pemberitaan media dan belum mendapat pembuktian hukum.
Sikap Resmi CBF
Menanggapi kabar yang beredar, CBF menegaskan bahwa pengeluaran organisasi hanya berkaitan dengan aktivitas kelembagaan federasi. Federasi juga menyatakan bahwa biaya pribadi para direksi tidak dibebankan kepada organisasi.
“Seluruh pengeluaran yang dikeluarkan federasi semata-mata berkaitan dengan aktivitas kelembagaan CBF. Biaya pribadi para direksi ditanggung masing-masing,” demikian pernyataan resmi CBF.
CBF juga menyebut tata kelola organisasinya berlandaskan transparansi, akuntabilitas, dan integritas. Federasi menegaskan kesiapan untuk memberi penjelasan lebih lanjut jika dibutuhkan dalam proses klarifikasi.
Sorotan Publik di Tengah Agenda Brasil
Kasus ini mencuat ketika timnas Brasil sedang berkiprah di Piala Dunia, sehingga perhatian publik terhadap federasi makin besar. Brasil memulai turnamen dengan hasil imbang 1-1 melawan Maroko pada laga pembuka grup C.
Skuad asuhan Carlo Ancelotti kemudian membalas dengan kemenangan 3-0 atas Haiti pada pertandingan berikutnya. Di tengah hasil di lapangan, isu yang melibatkan presiden CBF itu tetap memancing perhatian karena menyangkut dugaan penggunaan dana organisasi dan reputasi kepemimpinan federasi.
Hingga sekarang, tuduhan terhadap Samir Xaud masih bersandar pada laporan media dan belum diputuskan secara hukum. Publik kini menunggu langkah klarifikasi lanjutan dari CBF serta perkembangan berikutnya terkait fakta yang beredar.
