Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani memulai langkah mereka di Indonesia Open 2026 dengan cara yang meyakinkan, meski harus bekerja keras sampai rubber game. Ganda putra Indonesia itu menyingkirkan wakil Amerika Serikat, Chen Zhi Yi/Presley Smith, lewat skor 21-19, 13-21, 23-21 dalam laga yang berlangsung ketat hingga poin terakhir.
Hasil itu memberi sinyal penting bagi Sabar/Reza. Mereka bukan hanya lolos ke babak kedua, tetapi juga menunjukkan kesiapan yang lebih matang saat menghadapi tekanan di level turnamen Super 1000.
Lebih siap di momen penentuan
Sabar menilai persaingan di sektor ganda putra Indonesia Open 2026 berlangsung sangat merata. Dalam kondisi seperti itu, kesiapan mental dan fokus menjadi faktor yang menentukan hasil pertandingan.
“Di ganda putra dengan main di level Super 1000 ini semuanya sudah merata jadi kami pasti selalu waspada siapapun lawannya. Di sini siapa yang siap, dia yang akan jadi pemenangnya,” ujar Sabar.
Ucapan itu terlihat dari cara mereka menutup laga. Setelah kehilangan gim kedua, Sabar/Reza tetap tenang dan tampil lebih efektif saat duel masuk ke fase penentuan.
Lawan berikutnya sudah menunggu
Di babak kedua, Sabar/Reza akan menghadapi wakil Tiongkok, Huang Di/Liu Yang. Reza mengatakan keduanya sudah saling mengenal karena pernah bertemu sebelumnya.
Reza menyebut Huang Di/Liu Yang punya kekuatan pada tenaga dan kecepatan. Karena itu, Sabar/Reza perlu menyiapkan strategi yang tepat agar tidak kehilangan kendali dalam reli-reli panjang.
“Besok di babak 16 besar bertemu Huang Di/Liu Yang (Tiongkok). Kami pernah bertemu sebelumnya jadi kurang lebih kami sudah tahu dari segi permainan, mereka anak muda yang tenaga dan speed-nya masih kencang. Itu yang harus diantisipasi,” kata Reza.
Modal dari hasil tahun lalu
Sabar/Reza datang ke Indonesia Open 2026 dengan modal besar setelah tahun lalu mencapai final. Pencapaian itu menjadi tolok ukur sekaligus dorongan untuk mencoba melangkah lebih jauh pada edisi kali ini.
Namun, keduanya tetap menempatkan fokus pada tiap pertandingan. Mereka menilai target tinggi hanya bisa dicapai jika setiap babak dilewati dengan kesiapan penuh dan tanpa kehilangan konsentrasi.
“Kalau ditanya tahun lalu bisa ke final, tahun ini pasti mau melebihi hasil itu tapi kami tidak bisa pungkiri harus fokus step by step di setiap babaknya. Mudah-mudahan apa yang diharapkan, apa yang diperjuangkan bisa berbuah manis,” papar Sabar.
Tantangan makin berat di sektor ganda putra
Kemenangan atas wakil Amerika Serikat itu tidak membuat jalan Sabar/Reza menjadi lebih ringan. Mereka justru masuk ke fase yang menuntut konsistensi lebih tinggi karena lawan berikutnya sudah menunggu dengan karakter permainan yang berbeda.
Di tengah persaingan yang disebut Sabar sangat merata, kesiapan fisik, strategi, dan ketenangan akan kembali menjadi modal utama. Kombinasi tiga hal itu akan menentukan sejauh mana Sabar/Reza bisa menjaga peluang mereka di Indonesia Open 2026.
Source: www.medcom.id