
Aryna Sabalenka tidak hanya meninggalkan Roland Garros dengan kemenangan, tetapi juga dengan adegan yang langsung jadi sorotan. Usai menaklukkan Naomi Osaka di Prancis Terbuka, petenis Belarusia itu menari mengikuti lagu “Thriller” milik Michael Jackson di depan penonton.
Sabalenka menang dua set langsung 7-5, 6-3 dalam laga di Roland Garros pada Senin (1/6). Selebrasi itu muncul setelah Fabrice Santoro memintanya melakukan tarian kemenangan di hadapan publik yang memenuhi stadion.
Dari pertanyaan singkat ke panggung kecil di lapangan
Momen itu berawal saat Sabalenka masih berdiri di lapangan dan sempat bertanya, “Di sini?”. Ia kemudian menyetujui permintaan tersebut dengan satu syarat, yakni semua orang di stadion ikut menari juga.
Musik “Thriller” lalu diputar di stadion. Sabalenka memulai dengan gerakan pemanasan ringan sebelum tertawa dan menirukan koreografi ikonik dari video klip lagu itu.
Sorak-sorai penonton mengiringi aksinya di lapangan. Ia lalu menutup selebrasi dengan gerakan moonwalk atas permintaan Santoro.
Adegan yang terasa pas untuk malam pertamanya di Chatrier
Dalam unggahan Instagram pribadinya, Sabalenka menulis bahwa moonwalk di Chatrier terasa tepat untuk pertandingan malam pertamanya di @rolandgarros. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Paris dan menantikan laga perempat final.
Selebrasi itu membuat kemenangan Sabalenka terasa lebih besar dari sekadar hasil pertandingan. Roland Garros mendadak memiliki adegan ikonik yang memadukan olahraga, hiburan, dan interaksi langsung dengan penonton.
Catatan positif Sabalenka atas Osaka terus berlanjut
Kemenangan ini juga memperpanjang catatan positif Sabalenka atas Osaka. Keduanya sama-sama pemegang empat gelar Grand Slam, tetapi kekalahan ini membuat Osaka menelan tiga kekalahan beruntun dari Sabalenka sepanjang 2026.
Meski kalah, Osaka menunjukkan respons yang lebih legawa dibanding laga-laga sebelumnya. Ia mengatakan sadar bahwa hasil pertandingan tidak penting sama sekali, meski tetap ingin terus berusaha sebaik mungkin.
Osaka juga menegaskan bahwa ia tidak boleh berkecil hati setiap kali menang atau kalah melawan lawan tertentu. Menurutnya, terus memukul bola dan berjuang di lapangan adalah hal yang paling utama saat ini.
Sorotan lain di luar hasil pertandingan
Sabalenka sebelumnya juga menjadi perhatian pada akhir Mei karena mengenakan perhiasan berlian dan batu garnet seberat 200 karat pada babak pertama French Open. Aksi itu sempat dikritik sebagian pihak yang menilai hal tersebut bertentangan dengan tuntutan kenaikan hadiah uang dari para petenis.
Sabalenka membantah keras tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa perjuangan soal hadiah uang ditujukan untuk pemain berperingkat lebih rendah yang benar-benar kesulitan bertahan di dunia tenis, bukan untuk dirinya pribadi.
Source: mediaindonesia.com




