Saat Tubuh Muda Mulai Menyerah, Gaya Hidup Sehat Menentukan Arah Hidup

Author: Cung Media

Penyakit kronis yang dulu lebih sering dikaitkan dengan usia lanjut kini makin banyak muncul pada usia produktif. Hipertensi dan diabetes melitus bahkan mulai ditemukan pada kelompok di bawah 40 tahun, termasuk sebagian yang masih berusia di bawah 30 tahun.

Perubahan ini menjadi sinyal bahwa pencegahan tidak bisa lagi menunggu usia tua. Di tengah pola makan cepat saji dan aktivitas fisik yang minim, gaya hidup sehat kini menjadi penentu penting agar tubuh muda tidak menyerah terlalu cepat.

Kasus usia muda terus bertambah

Pemilik Klinik Sehat Setia Brebes, Munaryo, melihat perubahan pola pasien penyakit kronis dengan sangat jelas. Selama belasan tahun menjalankan Klub Program Pengelolaan Penyakit Kronis atau Prolanis, klinik itu dulu hampir tidak pernah menerima pasien di bawah usia 40 tahun.

Situasinya kini berbeda. Klinik tersebut menangani sekitar 400-450 pasien Prolanis setiap bulan dengan keluhan diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit jantung, sementara jumlah pasien usia muda terus bertambah dalam lima tahun terakhir.

Gaya hidup menjadi pemicu yang menonjol

Munaryo menilai pergeseran usia penderita penyakit kronis dipengaruhi banyak faktor, tetapi gaya hidup menjadi salah satu yang paling menonjol. Pola makan generasi muda banyak didominasi makanan cepat saji dan softdrink, sementara kebiasaan itu tidak diimbangi olahraga yang cukup.

Ia juga menyebut kondisi serupa mulai merembet ke anak-anak. Karena itu, jumlah penderita penyakit kronis di usia muda diperkirakan masih akan naik bila pola hidup tidak segera dibenahi.

Beban kesehatan ikut membesar

Penyakit kronis seperti jantung, stroke, gagal ginjal, dan kanker kerap muncul sebagai komplikasi dari hipertensi dan diabetes melitus. Data BPJS Kesehatan menunjukkan, pada 2025 lembaga itu mengeluarkan biaya Rp50,3 triliun untuk membiayai 59,9 kasus juta penyakit kronis.

Besarnya angka itu menunjukkan dampak penyakit kronis tidak hanya dirasakan pasien. Sistem pembiayaan kesehatan juga ikut menanggung beban besar, sehingga pencegahan sejak dini menjadi langkah yang jauh lebih efektif dibanding menunggu penyakit berkembang.

Edukasi pasien harus berjalan rutin

Klinik Sehat Setia Brebes menjalankan edukasi rutin bagi pasien Prolanis, baik secara individu maupun kelompok. Edukasi diberikan setiap Minggu setelah senam bersama, lalu diperkuat lewat grup WhatsApp dan media sosial agar lebih banyak pasien bisa terjangkau.

Bagi pasien yang tidak bisa datang ke klinik, tersedia layanan home visit. Klinik juga memantau data kunjungan dan jadwal kontrol peserta agar pasien yang terlambat datang tetap bisa dirangkul kembali.

Peran keluarga ikut menentukan

Munaryo menegaskan dokter fasilitas kesehatan tingkat pertama memiliki peran penting dalam memberi pemahaman kepada pasien penyakit kronis dan keluarganya. Dukungan keluarga juga dibutuhkan agar pasien tidak kehilangan semangat menjalani perawatan dan menjaga kebiasaan hidup sehat.

Ia menyebut banyak pasien masih mengaitkan penyakit kronis dengan kematian. Karena itu, pendekatan medis perlu dibarengi pendekatan sosial dan rohani supaya pasien tetap optimistis bahwa penyakit bisa dikendalikan lewat perubahan gaya hidup yang konsisten.

Program baru untuk usia produktif

Menjawab meningkatnya kasus di usia produktif, BPJS Kesehatan meluncurkan Program Prolanis Muda. Program ini ditujukan bagi peserta JKN berusia di bawah 45 tahun yang terdiagnosis hipertensi atau diabetes melitus.

Melalui pendekatan berbasis komunitas, program itu diharapkan mendorong perubahan perilaku sehat yang berkelanjutan di kalangan generasi muda. Langkah ini menjadi semakin penting karena tren penyakit kronis kini bergerak lebih cepat ke usia yang sebelumnya jarang tersentuh masalah kesehatan serius.

Source: lifestyle.bisnis.com
Terbaru