Saat Kongres Atur AI dan Kripto, Legislator Malah Makin Dalam Masuk Saham Teknologi

Di saat Kongres sibuk menyusun aturan baru untuk kecerdasan buatan dan kripto, para pembuat kebijakan di Washington justru makin dalam menanamkan uang ke dua sektor itu. Yang paling menonjol bukan hanya aset digital, tetapi juga saham teknologi besar yang kini mendominasi portofolio banyak legislator.

Data pelacak 50 kepemilikan anggota parlemen teratas dari platform keuangan Unusual Whales menunjukkan lebih dari $270 juta ditempatkan langsung ke saham-saham teknologi unggulan. Nilai itu belum termasuk puluhan juta dolar lagi yang masuk secara tidak langsung lewat dana yang mengikuti pasar.

Teknologi jadi pilihan utama

Konsentrasi investasi itu menunjukkan perubahan besar di kalangan pembuat undang-undang. Tujuh dari delapan saham individu paling populer dalam data tersebut berasal dari perusahaan teknologi, jauh melampaui minat ke sektor lain.

Nvidia menjadi favorit lintas partai dengan sekitar $43 juta di akun anggota parlemen. Apple, Alphabet, dan Microsoft juga masing-masing mengantongi investasi bernilai puluhan juta dolar.

Lonjakan minat ini berbeda dari beberapa tahun terakhir. Pada periode sebelumnya, porsi kepemilikan teknologi jauh lebih kecil dan lebih banyak terlihat di portofolio anggota Partai Demokrat.

Kini, pembelian saham perusahaan besar juga makin menonjol di kalangan legislator. Menurut Dan Weiskopf, co-portfolio manager dua ETF yang meniru portofolio Partai Republik dan Partai Demokrat, pergeseran ini cukup tajam hingga memaksa penyesuaian pada dana kelolaannya.

Ia mengatakan kubu Partai Republik secara keseluruhan menjadi jauh lebih berorientasi ke teknologi. Ia juga menilai Bitcoin menjadi area pertumbuhan yang sangat kuat, dengan minat yang menurutnya jelas lebih besar dari sebelumnya.

Kripto ikut menguat di portofolio politisi

Kepemilikan aset kripto juga tumbuh signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Tren itu paling terlihat di kalangan Republik, seiring meningkatnya investasi ke bitcoin dan perusahaan-perusahaan yang terkait erat dengan ekosistem kripto.

Minat tersebut sejalan dengan ketertarikan yang lebih besar pada bagian teknologi yang ramah Trump. Weiskopf bahkan menyebutkan bahwa ia tidak banyak melihat pembelian di saham-saham berkapitalisasi kecil.

Di sisi kinerja, ETF yang melacak kepemilikan Partai Republik juga mencatat hasil yang kuat. Pada akhir perdagangan Jumat, dana itu naik sekitar 16,5% secara year to date dan melampaui pasar yang lebih luas.

Regulasi baru dan bayang-bayang konflik kepentingan

Arah investasi para legislator ini muncul saat Kongres membahas aturan baru untuk dua sektor tersebut. Kripto menjadi sorotan utama musim panas ini, sementara pembahasan soal kecerdasan buatan juga mulai bergerak ke depan.

Industri kripto mendorong rancangan undang-undang bernama CLARITY Act untuk membangun kerangka regulasi bagi aset digital. RUU itu masih berpeluang dibawa ke pemungutan suara musim panas ini, meski menghadapi penolakan dari sejumlah pimpinan perbankan.

Untuk AI, Kongres juga dijadwalkan membahas legislasi dalam beberapa bulan mendatang. Salah satu rancangan yang dirilis pekan lalu akan mengesampingkan aturan AI tertentu di tingkat negara bagian dan mewajibkan pengungkapan risiko keamanan baru untuk model-model yang sedang berkembang.

Keterkaitan antara transaksi saham dan tugas resmi para pejabat publik kembali memicu kritik. Sebagian pihak menilai kondisi itu menjadi alasan kuat untuk melarang perdagangan saham oleh anggota parlemen, meski dorongan tersebut belum banyak bergerak di Capitol Hill dalam beberapa tahun terakhir.

Weiskopf mengatakan ETF yang ia luncurkan pada 2023 bertujuan menyoroti konflik kepentingan yang melekat pada perdagangan saham oleh pembuat undang-undang. Ia juga pesimistis akan ada langkah besar yang benar-benar lolos dalam waktu dekat.

Perdebatan ini makin sensitif karena Presiden Donald Trump juga aktif masuk ke sektor teknologi. Portofolionya mencatat transaksi bernilai jutaan dolar pada saham “Magnificent Seven” serta pada perusahaan yang sebelumnya ia kritik secara terbuka.

Portofolio Trump sempat menuai sorotan tajam karena perdagangan di Intel setelah pemerintah AS mengambil 10% saham perusahaan itu. Akunnya juga membeli Dell lebih awal tahun ini, lalu Trump sempat mendorong warga Amerika untuk “buy a Dell” beberapa hari setelah salah satu pembelian tersebut.

Baca Juga

Back to top button