4.000 Pelari Padati Borobudur, Dana RBP 2026 Mengalir ke 10 Desa

Author: Cung Media

Ribuan pelari memenuhi kawasan Candi Borobudur saat Rupiah Borobudur Playon 2026 digelar, dan ajang ini langsung menonjol bukan hanya karena massanya, tetapi juga karena dampak sosial yang dibawanya. Sekitar 4.000 peserta ikut dalam gelaran yang memadukan olahraga, ekonomi, dan aksi sosial dalam satu kegiatan.

Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar acara itu dengan dua nomor lomba, yakni 5K dan 10K. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa Rupiah Borobudur Playon terus tumbuh dari tahun ke tahun sebagai event yang makin diminati masyarakat.

Dana pendaftaran untuk program pengolahan sampah

Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng M Noor Nugroho mengatakan seluruh dana pendaftaran peserta akan disalurkan ke 10 desa di sekitar Borobudur. Nilainya mencapai lebih dari Rp600 juta dan diarahkan untuk mendukung program pengolahan sampah di wilayah tersebut.

Informasi Utama Detail
Jumlah peserta Sekitar 4.000 pelari
Jumlah kategori lomba 5K dan 10K
Dana pendaftaran Lebih dari Rp600 juta
Wilayah penerima manfaat 10 desa di sekitar Borobudur
Fokus pemanfaatan dana Program pengolahan sampah

BI juga mencatat pertumbuhan partisipasi yang konsisten. Saat penyelenggaraan perdana pada 2023, peserta masih sekitar 2.000 orang, sedangkan tahun ini jumlahnya sudah menembus sekitar 4.000 pelari.

Lebih dari sekadar lomba lari

RBP 2026 tidak hanya menghadirkan lintasan lari, tetapi juga puluhan UMKM binaan Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan pendukungnya mencakup edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, perlindungan konsumen, Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera atau GPIPS, serta operasi pasar murah.

Bank Indonesia berharap ajang ini berkembang sebagai media komunikasi kebijakan yang inovatif lewat pendekatan sport tourism. Dari sisi dampak, kegiatan ini diproyeksikan mendorong pemberdayaan UMKM, meningkatkan literasi masyarakat, dan memperkuat ekonomi daerah.

Dukungan pemerintah daerah

Sekretaris Daerah Jateng Sumarno mengapresiasi konsistensi Bank Indonesia yang menghadirkan Rupiah Borobudur Playon setiap tahun. Ia menilai acara ini berhasil menggabungkan olahraga, pemberdayaan ekonomi, edukasi, dan aksi sosial dalam satu rangkaian yang utuh.

Sumarno juga ikut menjadi pacer dalam kegiatan itu. Menurutnya, manfaat ajang semacam ini bukan hanya pada kesehatan, tetapi juga menjadi strategi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sport tourism.

Ia menjelaskan bahwa ekonomi Jawa Tengah banyak ditopang oleh konsumsi, sehingga kunjungan dari luar daerah dinilai penting untuk menggerakkan aktivitas ekonomi setempat. Karena itu, ajang yang menarik ribuan peserta seperti Rupiah Borobudur Playon punya nilai lebih di luar kompetisi lari.

Gubernur ikut berlari bersama peserta

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi juga ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Ia berlari sambil mendorong kursi roda putranya, Muhammad Alif Daffa, yang menambah suasana kebersamaan dalam event di kawasan Borobudur.

Kehadiran para pejabat daerah mempertegas bahwa Rupiah Borobudur Playon bukan sekadar lomba olahraga. Ajang ini kembali menunjukkan bagaimana sebuah event lari bisa menggerakkan pariwisata, membuka ruang bagi UMKM, dan memberi manfaat langsung bagi desa-desa di sekitar Borobudur.

Source: jateng.antaranews.com
Terbaru