
Rumah tua yang kosong sering kali lebih cepat rusak daripada rumah yang ditempati. Karena itu, mengontrakkannya bisa menjadi cara yang masuk akal untuk menjaga bangunan tetap terawat sekaligus memberi pemasukan.
Namun, rumah tua jarang langsung menarik minat penyewa. Pemilik perlu menyiapkannya lebih teliti agar bangunan terasa aman, layak huni, dan tidak memberi kesan menyeramkan sejak awal.
1. Pastikan rumah terasa aman bagi penghuni
Bagi sebagian orang, rumah tua tidak hanya dinilai dari kondisi fisiknya. Aspek yang tak terlihat juga ikut memengaruhi minat, terutama karena masih banyak masyarakat yang memercayai fenomena gaib.
Rumah tua yang kurang terawat kerap dikaitkan dengan cerita menyeramkan. Karena itu, pemilik perlu memastikan hunian terasa aman dan tidak menimbulkan ketakutan bagi calon penyewa.
2. Periksa atap dan rangka sebelum ditawarkan
Bagian pertama yang harus dicek adalah atap. Rumah harus benar-benar mampu melindungi penghuni dari hujan, apalagi jika bangunan sudah lama tidak dihuni.
Pengecekan sebaiknya dilakukan saat musim hujan agar kebocoran lebih mudah terdeteksi. Di saat yang sama, rangka atap dari kayu atau bambu juga perlu diperiksa karena bisa keropos dan berisiko runtuh.
3. Jangan lewatkan dinding dan tiang
Setelah atap aman, perhatian berikutnya jatuh ke dinding dan tiang. Dua elemen ini penting karena menopang kekuatan bangunan secara keseluruhan.
Seiring usia bangunan, dinding bisa miring akibat pergerakan tanah atau kualitas konstruksi awal yang kurang baik. Jika tembok atau tiang sampai runtuh, penyewa bisa terluka dan pemilik berisiko menghadapi tuntutan ganti rugi.
4. Bersihkan rumah sampai ke sudut-sudutnya
Rumah tua perlu dibersihkan secara menyeluruh sebelum disewakan. Langkah ini membuat rumah tampak lebih menarik dan lebih layak dipandang calon penghuni.
Bangunan yang sudah berumur lebih dari 30 tahun biasanya menyimpan banyak noda membandel. Jika diperlukan, jasa bersih-bersih rumah bisa dipakai agar hasilnya lebih maksimal.
5. Pasang harga sewa yang realistis
Harga sewa rumah tua tidak bisa dipatok setinggi rumah baru. Walau ukurannya besar, rumah tua umumnya punya peminat yang lebih sedikit, apalagi jika kondisinya memprihatinkan.
Semakin buruk kondisi rumah, semakin rendah pula tawaran yang biasanya muncul. Karena itu, harga yang lebih miring lebih realistis agar rumah lebih cepat terisi.
6. Cat ulang dan rapikan tampilan luar
Pengecatan ulang dapat memberi kesan baru yang kuat pada rumah tua. Warna yang cemerlang membuat bangunan terlihat lebih menarik dan tidak terlalu menyeramkan.
Selain cat, halaman juga perlu dirapikan. Tanaman hias yang tersusun rapi dan dekorasi interior yang cantik bisa membantu mengurangi kesan rumah lama yang baru saja ditinggalkan.
7. Kurangi perabot lawas yang bikin ragu
Perabot tua memang kadang masih kuat dan masih bisa dipakai. Lemari, meja, atau kursi lawas bahkan bisa bertahan lama karena bahannya pilihan.
Namun, isi rumah yang terlalu jadul bisa membuat calon penyewa tidak nyaman. Dalam banyak kasus, rumah tua justru lebih aman disewakan kosong daripada dipenuhi perabot yang terlihat menyeramkan atau tidak sesuai zaman.
Jika tujuh persiapan itu dilakukan dengan benar, peluang rumah tua menarik penyewa pertama akan lebih besar. Setelah terisi, bangunan biasanya lebih mudah ditawarkan lagi, dan hasil sewanya bisa dipakai untuk biaya perawatan maupun menambah aset lain.
Source: www.idntimes.com




