Rumah Kemang Jadi Jalan Pelunasan, Rachel Vennya Dan Okin Sepakat Tutup Utang Nafkah Anak

Sengketa aset antara Rachel Vennya dan Niko Al Hakim alias Okin akhirnya mendapat titik terang lewat satu keputusan yang paling menentukan: rumah di Kemang, Jakarta Selatan, akan dijual. Hasil penjualan itu tidak hanya dipakai untuk pembagian aset, tetapi juga untuk menutup tunggakan nafkah anak yang disebut sudah menumpuk hingga miliaran rupiah.

Kuasa hukum Rachel, Sangun Ragahdo, menyebut kesepakatan ini lahir setelah negosiasi panjang dan tidak mudah. Ia menegaskan, fokus utama Rachel bukan pada tinggi-rendahnya harga rumah, melainkan pada penyelesaian kewajiban finansial yang selama ini belum dipenuhi.

Rumah Kemang Jadi Jalan Pelunasan

Menurut Sangun, penjualan rumah menjadi opsi paling realistis untuk membayar kewajiban Okin terhadap anak-anak mereka. Perhitungan yang disepakati mencakup biaya sekolah, nafkah bulanan, dan berbagai kebutuhan lain yang belum terselesaikan selama beberapa tahun.

Pihak Okin sempat mengajukan proposal melalui kuasa hukum mereka, tetapi tawaran itu ditolak. Nilainya dinilai belum sebanding dengan total kewajiban yang sudah menumpuk dalam jumlah besar.

Sangun menyebut perhitungan itu mencakup seluruh tanggungan yang seharusnya dibayar dalam beberapa tahun terakhir. Ia juga menegaskan jumlah tunggakan yang dibicarakan berada di level “miliaran”.

Nafkah Anak Disebut Macet Sejak 2022 atau 2023

Masalah inti sengketa ini berawal dari macetnya nafkah anak yang disebut sudah terjadi sejak 2022 atau 2023. Selama periode itu, kebutuhan anak-anak disebut lebih banyak ditanggung Rachel secara pribadi.

Kondisi tersebut membuat konflik ini tidak hanya berkutat pada aset rumah, tetapi juga pada tanggung jawab pengasuhan yang dinilai tidak berjalan seimbang. Dari sisi Rachel, penyelesaian utang masa lalu menjadi prioritas sebelum membahas persoalan lain.

Pengosongan Rumah Sempat Menjadi Titik Tegang

Sebelum kesepakatan baru tercapai, Rachel sempat terkejut saat menerima permintaan pengosongan rumah pada akhir Mei 2026. Saat itu ia disebut baru kembali dari Amerika Serikat dan langsung menerima proposal sepihak yang terasa mendadak.

Negosiasi dengan kuasa hukum Okin pun berlangsung ketat. Dari proses itu, jadwal pengosongan rumah akhirnya mundur dan disepakati dilakukan pada Juli 2026.

“Awalnya memang harus akhir bulan Mei. Saya enggak sepakat. Akhirnya telah disepakati untuk dapat pengosongan rumah itu di bulan Juli nanti,” ujar Sangun.

Rachel Dipandang Menahan Diri Demi Anak

Meski memiliki peluang menempuh jalur hukum lain, Rachel disebut memilih tidak membawa persoalan ini ke ranah pidana maupun perdata. Sangun menilai kliennya tetap berusaha menjaga nama baik Okin sebagai ayah dari anak-anak mereka.

Ia juga menyampaikan bahwa Rachel tidak mengejar kemenangan di pengadilan. Yang penting baginya adalah kewajiban Okin dibayar sesuai tanggungan yang semestinya.

“Rachel enggak peduli rumah itu mau dijual berapa. Mau Rp10 miliar, Rp100 miliar sekalipun, Rachel enggak peduli,” kata Sangun. “Yang penting nilai yang nanti dikasihkan ke Rachel sesuai dengan kewajibannya Saudara Niko.”

KPR Lunas, Kewajiban ke Depan Masih Jadi Sorotan

Penjualan rumah itu juga disebut akan melunasi cicilan KPR yang kabarnya mencapai Rp50 juta per bulan. Dengan begitu, beban finansial Okin dari aset tersebut akan berakhir dan memberi ruang untuk pemenuhan nafkah berikutnya.

Namun, kesepakatan ini hanya menyelesaikan utang masa lalu. Sangun menegaskan kewajiban untuk masa depan tetap ada, dan kelalaian serupa bisa memicu langkah hukum yang lebih tegas.

“Jangan sampai nanti dengan kebaikan hatinya Rachel sudah disepakati ini, nanti ke depannya masih ada masalah,” ucapnya. Ia bahkan menyebut kemungkinan gugatan hak asuh anak bila tanggung jawab kembali diabaikan.

Latar Konflik yang Semakin Terbuka ke Publik

Hubungan co-parenting Rachel dan Okin mulai merenggang setelah beberapa peristiwa yang ikut menyedot perhatian publik. Salah satunya adalah absennya Okin di perlombaan ice skating putrinya, Chava, yang kemudian memicu saling sindir di media sosial.

Situasi itu makin memanas ketika Rachel membongkar persoalan aset pada awal April 2026. Ia menyebut tidak mendapat pembagian harta gana-gini yang adil, termasuk mobil Alphard yang BPKB-nya diduga digadaikan dan tanah di Bali yang disebut berstatus green zone.

Okin sempat membantah tudingan tersebut dan menyebut Rachel melakukan drama di media sosial. Meski begitu, keduanya kini memilih menyelesaikan konflik lewat penjualan rumah di Kemang yang menjadi titik terang dari sengketa panjang itu.

Source: www.suara.com

Baca Juga

Back to top button