Ruben Onsu kembali menyorot penggunaan rumah yang dulu dibangun bersama Sarwendah setelah hunian itu disebut dipakai lagi untuk kepentingan iklan. Kali ini, sorotan itu mengarah pada Giorgio Antonio, kekasih Sarwendah, yang sebelumnya juga dikaitkan dengan pemakaian rumah tersebut untuk promosi produk.
Lewat unggahan di Threads, Ruben menulis, “Sekarang kita makan kacang ya dirumah dan ikuti undian nya, semoga beruntung ya.” Unggahan itu memunculkan reaksi luas karena rumah yang dimaksud merupakan hunian yang dibangun saat Ruben dan Sarwendah masih menikah.
Respons warganet ikut memanas
Kolom komentar di Threads pun ikut ramai. Sejumlah warganet menilai penggunaan rumah itu untuk kebutuhan iklan terasa tidak pantas, mengingat hunian tersebut dibangun dengan biaya dan tanggung jawab yang dikaitkan dengan Ruben.
Komentar lain juga mengaitkan unggahan Ruben dengan dinamika hubungan yang belakangan banyak dibicarakan publik. Ada yang menilai Giorgio kerap terseret dalam konflik yang sedang berlangsung dan justru memperkeruh suasana.
Salah satu komentar dari akun Threads @kucingpintarid menyebut, “Pria yang bikin konten di rumah Ruben ini tidak pernah meredakan konflik tetapi sering ikut ngomporin.” Akun @octavshell juga menulis, “Benar banget, mulutnya sama kayak Sarwendah.”
Sementara itu, akun @bywinnyoctavia menegaskan, “Rumah ini dibayar dan dibangin oleh Ruben. Jadi memang tidak ada hak bagi Giorgio Antonio menggunakannya.” Reaksi seperti ini membuat unggahan Ruben semakin ramai diperbincangkan.
Hunian mewah yang terus jadi perhatian
Rumah yang menjadi pusat sorotan itu mulai dibangun sekitar pertengahan 2022 di kawasan Cipete. Hunian megah tersebut dirancang sejak masa pernikahan Ruben dan Sarwendah, dengan nilai pembangunan yang disebut mencapai Rp 70 miliar.
Fasilitas di dalamnya juga terbilang lengkap, mulai dari lift pribadi, studio balet, salon pribadi, hingga area rooftop dengan kolam renang bergaya beach club. Karena kelengkapannya, rumah itu sempat kerap dipakai Sarwendah untuk kebutuhan syuting maupun konten.
Setelah perceraian, Ruben memilih tinggal di rumah lain yang sudah ia miliki sebelum bertemu Sarwendah. Ia juga mengaku bahwa operasional serta seluruh fasilitas rumah yang dulu dibangun bersama itu masih berada dalam tanggung jawabnya.
Di tengah sorotan publik yang belum mereda, pemakaian rumah itu untuk iklan kembali memunculkan perdebatan soal batas penggunaan hunian yang pernah menjadi bagian dari kehidupan rumah tangga Ruben dan Sarwendah. Kasus ini juga menunjukkan bagaimana satu properti mewah bisa terus memantik perhatian ketika masuk ke ranah publik dan promosi.
Source: www.beritasatu.com






