Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid tampil sebagai SUV kompak yang menawarkan rasa berkendara mirip mobil listrik, tetapi tanpa kebutuhan mengisi daya eksternal. Bagi pengguna yang ingin masuk ke teknologi elektrifikasi tanpa ribet, pendekatan ini terasa sangat praktis.
Keunggulan utamanya ada pada kombinasi mesin bensin 1.2 liter, motor listrik, dan sistem hybrid transaxle khusus yang menjaga kerja mesin tetap efisien. Paket ini juga tetap membawa karakter mesin bensin yang dikenal tangguh ke dalam format yang lebih modern.
Efisiensi Jadi Daya Tarik Utama
Rocky e-Smart Hybrid mengandalkan mesin bensin yang dipadukan dengan motor listrik berdaya responsif. Dari kombinasi tersebut, mobil ini menghasilkan tenaga maksimal hingga 106 PS atau 102 hp, dengan torsi motor listrik 170 Nm.
Transmisi hybrid transaxle yang dipakai dirancang ringkas untuk kendaraan bermesin depan penggerak roda depan. Susunannya menggabungkan motor generator, gigi reduksi, dan diferensial dalam paket mekanis yang kompak.
Posisi dua motor yang dibuat paralel membantu menjaga ukuran sistem tetap efisien. Hasilnya, ruang teknis dapat diatur rapat tanpa mengorbankan fungsi penggerak pada SUV kompak ini.
Baterai Kecil, Tapi Dirancang Efisien
Di balik sistem hybrid tersebut, Rocky e-Smart Hybrid memakai baterai lithium-ion berkapasitas 0,74 kWh. Meski kecil, baterai ini disebut setara dengan yang digunakan di SUV hybrid medium dan dirancang agar tahan lama, aman, serta efisien.
Karakter itu membuat mobil ini tidak bergantung pada pengisian daya eksternal. Untuk banyak pengguna, format seperti ini bisa menjadi jembatan yang nyaman sebelum beralih ke mobil listrik penuh.
Konsumsi BBM Sangat Hemat
Hasil pengujian OTO Media Group mencatat konsumsi bahan bakar 34,3 km/liter. Pengujian dilakukan dengan tiga penumpang dewasa, bagasi terisi barang, AC diatur pada 22 derajat Celsius, blower level 1, dan kecepatan berkisar 40–80 km/jam.
Dalam media test drive tersebut, angka konsumsi juga sempat tembus 47,8 km/liter. Selain irit, Rocky hybrid mencatat emisi gas buang 83 gram CO₂ per kilometer, sehingga relevan bagi pengguna yang ingin menekan konsumsi BBM sekaligus polusi.
| Aspek | Data |
|---|---|
| Mesin | 1.2 liter bensin |
| Tenaga Maksimal | 106 PS atau 102 hp |
| Torsi Motor Listrik | 170 Nm |
| Baterai | Lithium-ion 0,74 kWh |
| Konsumsi BBM Uji | 34,3 km/liter |
| Emisi CO₂ | 83 gram/km |
Fitur Keselamatan dan One-Pedal Driving
Daihatsu membekali SUV ini dengan 6 SRS airbag, ISO-FIX di kursi belakang, dan immobilizer. Paket ini memberi perlindungan dasar yang penting untuk keluarga, termasuk saat memasang child car seat.
Rocky e-Smart Hybrid juga membawa Advanced Safety Assist atau ASA. Paket tersebut mencakup Collision warning & avoidance assist brake, Pedal Misoperation Control, Front Departure Alert, Lane & Roadside Departure Warning, Lane Departure Prevention Control, Stagger Alarm, Auto High Beam, Corner Sensors, dan smart pedal.
Salah satu fitur yang paling menonjol adalah Smart Pedal atau S-PDL. Teknologi one-pedal driving ini membuat mobil melambat otomatis saat pedal gas dilepas, lalu motor listrik masuk ke mode regenerative braking yang kuat.
Nyaman di Macet, Diperkuat Garansi Baterai
Deselerasinya disebut bisa hingga 3 kali lebih kuat dibanding engine brake pada mobil konvensional. Di kemacetan, pengemudi jadi lebih jarang menginjak rem dan kaki tidak cepat lelah.
Untuk pemilik, Daihatsu memberikan garansi baterai hingga 8 tahun atau 160.000 km. Dengan efisiensi bahan bakar, emisi rendah, fitur keselamatan lengkap, dan sensasi berkendara yang mendekati mobil listrik, Rocky e-Smart Hybrid menjadi opsi menarik di kelas SUV kompak.
Source: carvaganza.com






