Kabar soal kondisi Richard Lee kini bergantung pada satu hal penting, yakni dokumen medis terbaru dari dokter lapas. Majelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang belum mengabulkan permohonan pengalihan penahanan sebelum ada rujukan yang lebih kuat terkait kebutuhan perawatan di rumah sakit.
Di persidangan, hakim menilai surat keterangan yang sudah ada belum cukup untuk menjadi dasar keputusan. Tim kuasa hukum diminta memperbarui dokumen medis agar alasan kesehatan yang diajukan bisa dipertimbangkan lebih jauh.
Keluhan medis di balik penahanan
Kuasa hukum Richard Lee, Faizal Hafied, menyampaikan bahwa kliennya sempat pingsan di dalam sel tahanan Lapas Pemuda Tangerang. Ia menyebut kondisi itu terjadi setelah Richard Lee menghentikan konsumsi obat keras secara bertahap tanpa pendampingan medis.
Menurut Faizal, kondisi tersebut merupakan keadaan darurat medis. Ia menilai Richard Lee membutuhkan penanganan spesialis yang tidak tersedia di fasilitas kesehatan lapas.
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Nama terdakwa | Richard Lee |
| Lokasi penahanan | Lapas Pemuda Tangerang |
| Obat yang disebut | Amitriptyline |
| Kronologi yang disampaikan kuasa hukum | Pingsan di sel setelah tapering-off obat sendiri |
Permohonan pengalihan penahanan itu disampaikan dalam sidang yang beragenda pembacaan putusan sela pada Selasa (14/7/2026). Richard Lee juga diberi kesempatan berbicara langsung di hadapan hakim dan mengakui telah mengonsumsi Amitriptyline selama empat bulan terakhir.
Ia mengatakan memahami risiko jika obat keras itu dihentikan mendadak. Pernyataan tersebut memperkuat penjelasan tim kuasa hukum soal pentingnya pengawasan medis dalam proses penghentian obat.
Hakim minta surat rujukan dokter lapas
Majelis hakim menegaskan bahwa surat keterangan yang sudah dilampirkan belum cukup kuat untuk mengabulkan pengalihan penahanan. Hakim ketua menilai yang dibutuhkan adalah rujukan dari dokter lapas yang menyatakan terdakwa memang perlu dirawat di rumah sakit.
“SOP dari kami harus ada rujukan dari dokter Lapas. Rujukan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan itu perlu membutuhkan perawatan di rumah sakit, entah berapa harilah gitu. Kan bisa dirawat di situ. Jadi kalau bisa di-update surat keterangan dokternya itu ya, yang terbaru,” ujar hakim ketua di ruang sidang.
Dengan arahan itu, tim kuasa hukum diminta segera memperbarui dokumen medis jika ingin permohonan dipertimbangkan lebih lanjut. Bagi majelis, dasar keputusan harus datang dari fasilitas kesehatan lapas, bukan hanya keterangan sementara.
Perkara yang masih berjalan
Richard Lee berstatus terdakwa dalam perkara dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Kesehatan. Kasus ini berawal dari produk skincare White Tomato dan DNA Salmon miliknya yang dilaporkan oleh Samira Farahnaz atau Dokter Detektif (Doktif).
Ia diduga mengedarkan produk yang tidak memenuhi standar keamanan dan memberi label informasi yang tidak sesuai dengan isi kandungan produk. Selama proses persidangan berlangsung, Richard Lee tetap menjalani penahanan di Lapas Pemuda Tangerang.
Di ruang sidang, ia menegaskan tidak berniat menghalangi proses persidangan dan siap hadir setiap hari jika perawatan medis yang layak bisa diperoleh di luar rutan. Kini, arah keputusan pengalihan penahanan bergantung pada pembaruan dokumen medis dari dokter lapas.
Source: hot.detik.com






