Ribuan Pelari di TMII Satukan Budaya dan Olahraga, Pesan Bhinneka Run Terdengar Kuat

Ribuan pelari memenuhi kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, dalam gelaran Bhinneka Run 2026. Ajang ini membawa tema “Different Stories, One Finish Line” dan menempatkan olahraga lari sebagai ruang pertemuan yang merayakan perbedaan.

Lebih dari 2.500 peserta dari berbagai daerah ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa lari bisa menjadi wadah yang mempertemukan orang dari suku, profesi, dan latar belakang yang beragam.

Budaya ikut hadir di lintasan

Suasana lomba tidak hanya ditandai oleh kecepatan para peserta, tetapi juga oleh warna budaya yang kuat. Musik tradisional terdengar sepanjang lintasan, sementara komunitas budaya tampil memberi dukungan.

Para pendukung juga ikut menambah nuansa berbeda dengan mengenakan pakaian adat Nusantara. Perpaduan itu membuat acara ini terasa seperti perayaan kebhinekaan, bukan sekadar kompetisi olahraga.

Olahraga yang dipadukan dengan aksi sosial

Inisiator Bhinneka Run 2026, Rahayu Saraswati, menilai antusiasme peserta menjadi bukti bahwa olahraga bisa mempererat bangsa. Ia menyebut acara ini sebagai bentuk nyata bahwa kebersamaan dapat tumbuh dari kegiatan positif yang melibatkan banyak orang.

Rahayu mengatakan, “Bhinneka Run 2026 adalah bukti nyata bahwa olahraga dapat menjadi perekat bangsa yang paling efektif.” Ia juga menjelaskan bahwa biaya pendaftaran peserta dikonversi menjadi bantuan pembinaan bagi atlet disabilitas dan donasi buku.

Perbedaan justru jadi kekuatan

Co-Inisiator Bhinneka Run 2026, M. Husein Fadlulloh, menegaskan bahwa perbedaan tidak seharusnya menjadi penghalang. Menurut dia, perbedaan bisa menjadi kekuatan jika dirawat melalui kegiatan yang memberi manfaat bersama.

Ia menilai perpaduan kebugaran fisik dan kekayaan budaya menjadi cara sederhana untuk memperkuat semangat persatuan. Atmosfer acara pun memperlihatkan bagaimana olahraga, hiburan, dan simbol kebhinekaan bisa berjalan dalam satu ruang yang sama.

Hasil lomba di berbagai nomor

Di tengah suasana perayaan, kompetisi tetap berlangsung ketat di sejumlah kategori. Pada 10K Open Putra, Anggiat Sihombing finis tercepat dengan catatan 31 menit 57 detik.

KategoriPeraih TercepatCatatan Waktu
10K Open PutraAnggiat Sihombing31 menit 57 detik
10K Open PutriDwi Tiansi Anggraini37 menit 57 detik
5K PutraSyamsuddin MassaTidak disebutkan
5K PutriIsania TariganTidak disebutkan

Di sektor putri kategori 10K Open, Dwi Tiansi Anggraini mencatat waktu 37 menit 57 detik dan keluar sebagai pemenang. Untuk kategori 5K, Syamsuddin Massa menjadi yang tercepat di sektor putra, sedangkan Isania Tarigan menempati posisi terbaik di sektor putri.

Kategori 3K Fun Run juga menjadi bagian penting karena lebih menonjolkan partisipasi masyarakat. Nomor ini memberi ruang bagi peserta untuk menikmati lari sebagai kegiatan sehat yang bisa dilakukan bersama.

Doorprize dan apresiasi panitia

Selain medali dan prestasi, peserta juga berkesempatan membawa pulang doorprize. Hadiah yang disiapkan mencakup perlengkapan lari, merchandise eksklusif, hingga hadiah utama berupa satu unit mobil listrik.

Ketua Panitia, M. Gilang Kartiko, menyampaikan apresiasi atas kelancaran penyelenggaraan acara. Ia menilai dukungan peserta, sponsor, tenaga medis, dan panitia menjadi faktor penting dalam suksesnya Bhinneka Run 2026.

Menurut dia, keberhasilan tahun ini menjadi dorongan untuk menghadirkan acara yang lebih meriah pada edisi berikutnya. Bhinneka Run 2026 pun menegaskan diri sebagai ajang yang memadukan olahraga, budaya, dan aksi sosial dalam satu perayaan kebersamaan.

Source: www.viva.co.id
Terkait