Rian Mahendra Comeback, Haji Haryanto Siapkan Armada Kejutan untuk Kebangkitan PO Haryanto

Kembalinya Rian Mahendra ke jajaran manajemen PO Haryanto datang dengan pesan yang lebih besar dari sekadar rotasi jabatan. Haji Haryanto disebut sudah menyiapkan armada baru yang akan menjadi kejutan, bersamaan dengan penunjukan kembali Rian sebagai Direktur Operasional.

Momentum ini langsung dibaca sebagai sinyal kebangkitan perusahaan. Haji Haryanto mengaitkan comeback putranya itu dengan dorongan untuk menguatkan arah operasional sekaligus menyiapkan langkah baru yang akan menarik perhatian publik.

Armada baru jadi penanda arah baru

Armada yang disiapkan Haji Haryanto disebut akan menghadirkan tronton suites combi. Peluncurannya direncanakan tahun ini, meski bulan pasti kemunculannya belum diungkap.

Haryanto memberi isyarat bahwa momen peluncuran itu akan menjadi sorotan karena hadir beriringan dengan kembalinya Rian ke manajemen. Ia juga menegaskan bahwa langkah tersebut bukan hanya untuk mempercantik lini armada, tetapi terkait dengan upaya membangkitkan PO Haryanto di tengah tanggungan perusahaan yang masih harus diselesaikan.

Rian kembali di posisi yang familiar

Rian memang bukan nama baru dalam perjalanan PO Haryanto. Menurut catatan detikOto, ia sudah menekuni karier di perusahaan tersebut sejak 2003 dan terlibat dalam banyak fase pertumbuhan armada serta pembukaan trayek.

Dalam video berjudul Rian Mahendra || Masa Bakti Saya di PO Haryanto Sudah Selesai!!, Rian pernah menjelaskan bahwa peran operasional membuatnya fokus membuka jalur baru, terutama setelah adiknya bergabung pada 2009 dan memegang urusan keuangan.

Trayek yang pernah dibuka ikut membentuk reputasinya

Salah satu ekspansi yang pernah dijalankan adalah trayek Madura pada 2009, dengan masing-masing satu keberangkatan dari Sumenep dan Bangkalan. Rian mengakui trayek itu tidak langsung ramai, karena selama berbulan-bulan jumlah penumpang masih sangat sedikit.

TrayekPeriodeCatatan
Madura2009Satu keberangkatan dari Sumenep dan satu dari Bangkalan, awalnya sepi penumpang
Solo2011-2012Menjadi bagian dari pengembangan jaringan PO Haryanto
WonogiriSetelah SoloDisebut mendapat penerimaan baik dari warga setempat
Malang dan PekalonganTidak disebutkanTermasuk dalam perluasan trayek perusahaan

Pengembangan jaringan lalu bergerak ke Solo sekitar 2011-2012, disusul Wonogiri yang menurut Rian mendapat sambutan baik dari warga. Perluasan juga sempat menjangkau Malang dan Pekalongan sebagai bagian dari ekspansi trayek perusahaan.

Latar sulit yang ikut membentuk comeback

Perjalanan itu tidak selalu mulus, terutama saat pandemi menekan operasional perusahaan. Rian pernah menggambarkan masa lockdown sebagai periode yang sangat berat bagi dirinya dan rekan-rekan di perusahaan.

Pada fase tersebut, mereka harus mencari cara agar penumpang tetap bisa pulang ke kampung halaman di tengah kondisi yang serba sulit. Latar inilah yang membuat kepulangannya kini dipandang bukan sekadar perubahan posisi, melainkan juga bagian dari upaya menjaga arah pertumbuhan perusahaan.

Haji Haryanto sendiri menyampaikan optimismenya terhadap putranya itu. Ia menilai Rian memiliki insting yang bagus untuk perkembangan perusahaan dan piawai menyusun strategi sesuai kebutuhan bisnis PO Haryanto.

Haryanto juga memberi sinyal bahwa ia mulai lebih fokus pada kegiatan keagamaan, termasuk aktivitasnya di masjid di Pengging, Boyolali. Di usia 66 tahun, ia melihat Rian sebagai sosok yang berpeluang melanjutkan peran penting dalam perusahaan.

Dengan kembalinya Rian dan rencana armada kejutan yang sudah disiapkan, perhatian kini tertuju pada bagaimana PO Haryanto menggabungkan momentum manajemen baru dan pembaruan armada. Publik tinggal menunggu wujud tronton suites combi yang dijanjikan Haryanto dan bagaimana langkah itu akan menggerakkan kebangkitan perusahaan.

Source: oto.detik.com
Terkait