Kontroversi retatrutide melebar dari dunia medis ke gelanggang politik Amerika Serikat. Obat pelangsing yang masih uji coba itu tiba-tiba mendapat akses khusus ke seorang pasien berusia 79 tahun, lalu memicu pertanyaan besar tentang siapa yang memberi lampu hijau.
Laporan investigasi STAT News menyebut hanya satu permohonan akses dari ribuan pengajuan yang disetujui, dan nama Donald Trump ikut terseret karena profil pasien tersebut dianggap cocok dengan usia sang presiden. Meski begitu, Gedung Putih membantah bahwa permohonan itu berasal dari Trump.
Obat eksperimen yang hasilnya mencuri perhatian
Retatrutide dikembangkan Eli Lilly sebagai calon terapi obesitas dengan mekanisme triple agonist pada GLP-1, GIP, dan glukagon. Dalam uji klinis, obat ini diklaim mampu menurunkan berat badan rata-rata 24% hingga 29%, angka yang membuatnya kerap dibandingkan dengan operasi pengecilan lambung.
Berbeda dari Ozempic yang hanya mengandalkan GLP-1, retatrutide memanfaatkan dua reseptor tambahan untuk memperluas efeknya. GIP membantu memperkuat respons insulin dan pengolahan lemak, sementara glukagon dikaitkan dengan peningkatan pembakaran energi dan percepatan metabolisme bahkan saat tubuh beristirahat.
Walau hasil awalnya menjanjikan, status obat ini belum berubah. Retatrutide masih berada di tahap uji coba Fase 3 dan belum disetujui FDA untuk penggunaan umum.
Jalur akses khusus yang sangat terbatas
Di luar uji klinis, satu-satunya jalur hukum untuk memperoleh retatrutide adalah program Compassionate Use atau Expanded Access. Skema ini hanya dibuka bagi pasien dengan penyakit serius atau mengancam nyawa, tanpa opsi pengobatan lain, dan yang tidak bisa ikut uji coba.
Menurut STAT News, pasien yang mendapatkan persetujuan itu adalah laki-laki berusia 79 tahun, dengan permohonan yang diajukan pada April 2026. Tiga sumber anonim menyebut prosesnya ikut melibatkan pejabat kesehatan tingkat tinggi, sehingga memunculkan dugaan adanya koneksi istimewa.
| Fakta Utama | Rincian |
|---|---|
| Status obat | Masih uji coba Fase 3, belum disetujui FDA |
| Akses khusus | Compassionate Use / Expanded Access |
| Pasien yang disetujui | Laki-laki 79 tahun |
| Permohonan diajukan | April 2026 |
Surat tajam ke Robert F. Kennedy Jr.
Sehari setelah laporan itu, Senator Maggie Hassan dari Partai Demokrat mengirim surat terbuka bertanggal 24 Juni 2026 kepada Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, Robert F. Kennedy Jr. Ia menuduh pemerintah menerabas aturan dan menggunakan tekanan politik agar orang dekat Trump bisa mendapat retatrutide secara gratis sebelum izin edar terbit.
Hassan juga meminta penjelasan lengkap soal identitas pasien, siapa yang menyetujui permohonan itu, dan apakah orang tersebut berada di lingkaran kekuasaan Trump. Isu medis yang awalnya teknis pun berubah menjadi pertarungan politik yang lebih luas.
Pertanyaan itu semakin ramai karena profil pasien misterius tersebut dianggap sejalan dengan usia Trump, yang baru berulang tahun ke-80 pada 14 Juni. Namun, Gedung Putih menegaskan tuduhan itu tidak benar dan menyebut, “Permohonan itu bukan dari Presiden Trump. Tuduhan ini tidak berdasar.”
Sikap Gedung Putih dan Eli Lilly
Bantahan Gedung Putih tidak otomatis menutup spekulasi publik karena pernyataan itu tidak menjelaskan apakah pasien yang dimaksud adalah tokoh lain yang dekat dengan pemerintah. Di sisi lain, Eli Lilly menyatakan persetujuan tetap mengikuti semua peraturan yang berlaku.
Perusahaan tidak membeberkan identitas pasien demi menjaga kerahasiaan medis. Dengan begitu, tekanan terhadap Kementerian Kesehatan AS masih terus berlangsung sementara satu akses khusus ke obat yang belum beredar resmi ini tetap menjadi sorotan.
