Renovasi Rumah Disebut Tembus Rp 11,1 Miliar, Ruben Onsu Ajukan Pinjaman Bank

Author: Cung Media

Biaya renovasi rumah yang ditempati Sarwendah menjadi salah satu sorotan dalam konflik yang melibatkan Ruben Onsu. Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menyebut total dana renovasi properti tersebut mencapai Rp 11.115.325.000.

Menurut Minola, pembiayaan proyek itu turut ditopang pinjaman bank sekitar Rp 10,5 miliar dengan sertifikat rumah sebagai jaminan. Ia menegaskan sertifikat rumah tercatat atas nama Ruben Onsu dan pembelian properti itu disebut berasal dari hasil kerja kliennya.

Rincian biaya yang disampaikan pihak Ruben

Angka-angka tersebut disampaikan untuk menjelaskan asal pembiayaan rumah yang kini menjadi bagian dari perdebatan kepemilikan. Pihak Ruben menyatakan pembayaran renovasi dilakukan bertahap kepada kontraktor hingga proyek selesai.

Komponen Nilai Keterangan
Pinjaman bank Kurang lebih Rp 10,5 miliar Disebut mendukung pembiayaan renovasi
Total biaya renovasi Rp 11.115.325.000 Dibayarkan bertahap kepada kontraktor
Cicilan KPR per bulan Rp 379 juta Disebut ditanggung Ruben sebelum pembayaran ditunda
Bukti transfer 41 lembar Diperlihatkan pihak kuasa hukum Ruben

Minola mengatakan terdapat 41 lembar bukti transfer yang disebut sebagai pembayaran dari Ruben kepada Hendrik Lio, ayah Sarwendah yang telah meninggal dunia. Hendrik Lio disebut menjadi kontraktor dalam proses renovasi rumah tersebut.

Nilai setiap transfer untuk kebutuhan renovasi disebut mencapai Rp 250 juta. Meski ada dua bulan dengan nominal yang tidak sebesar angka itu, Minola menyatakan akumulasi pengeluaran akhirnya mencapai Rp 11.115.325.000.

Renovasi disebut bukan rencana awal Ruben

Dalam penjelasannya, Minola menyebut rumah itu semula merupakan rumah tua yang belum direncanakan untuk direnovasi oleh Ruben. Namun, ia mengatakan ada keinginan besar dari Sarwendah agar pembaruan rumah terus dilakukan.

“Ada keinginan begitu besar dari S yang ingin terus menerus rumah direnovasi,” kata Minola seperti dikutip Kompas.com. Ruben disebut akhirnya mengikuti keinginan tersebut, meski sebelumnya belum berniat memperbaiki rumah itu.

Pihak Ruben menyebut pengajuan kredit bank dilakukan dengan menjaminkan sertifikat rumah. Minola berpendapat proses persetujuan kredit dengan jaminan properti seharusnya diketahui oleh kedua pihak.

“Tidak akan mungkin orang bank akan memberikan persetujuan kredit kalau tidak ada ditanda tangani kedua belah pihak,” ujar Minola. Pernyataan itu disampaikan sebagai penjelasan pihak Ruben mengenai proses pembiayaan, bukan keterangan resmi dari pihak bank.

Cicilan KPR dan kekhawatiran soal rumah

Selain biaya yang dibayarkan kepada kontraktor, Ruben disebut masih menanggung cicilan KPR senilai Rp 379 juta setiap bulan. Minola mengatakan pembayaran cicilan itu kemudian ditunda oleh Ruben.

Ia juga menyinggung kemungkinan kewajiban utang kepada BCA yang belum diselesaikan serta risiko rumah dilelang. Namun, hal tersebut disampaikan dalam konteks penjelasan kuasa hukum Ruben dan tidak disebut sebagai informasi resmi dari bank.

Persoalan pembiayaan ini berkaitan dengan klaim kepemilikan rumah yang mencuat di tengah konflik keduanya. Minola menyatakan bila rumah itu hendak diklaim sebagai milik Sarwendah, yang diperhitungkan bukan hanya sisa cicilan, tetapi juga dana renovasi yang telah dikeluarkan Ruben.

Pihak Ruben mempertanyakan alasan kewajiban pembayaran kini dinilai hanya menjadi tanggungan kliennya. Menurut Minola, renovasi dilakukan untuk memenuhi rumah idaman yang diinginkan Sarwendah, sementara pelaksana proyek disebut berasal dari keluarganya.

Ruben disebut meminta penjelasan terkait seluruh pengeluaran tersebut demi memastikan anak-anaknya kelak memahami konteks yang utuh. Minola mengatakan kliennya tidak ingin upaya Ruben untuk anak-anak dianggap sepenuhnya sebagai hasil kerja pihak lain.

Source: entertainment.kompas.com
Terbaru