Recall 1 Juta CR-V dan Accord, Komponen Kecil Honda Ini Bisa Terpental

Honda harus menarik lebih dari 1 juta unit CR-V dan Accord di Amerika Serikat setelah masalah pada perangkat perbaikan ban kempis dinilai berisiko menimbulkan cedera. Pemicunya bukan mesin atau baterai, melainkan tutup botol cairan penambal ban yang bisa terlepas saat perangkat digunakan dengan tidak tepat.

Menurut dokumen National Highway Traffic Safety Administration atau NHTSA, total kendaraan yang terdampak mencapai 1.049.883 unit. Model yang masuk daftar recall adalah Honda CR-V Hybrid 2023–2026, Honda CR-V Fuel Cell EV 2025–2026, dan Honda Accord Hybrid 2023–2026.

Masalah ada di botol penambal ban

Masalah terjadi ketika botol cairan penambal ban di dalam perangkat perbaikan ban tidak tersambung dengan benar ke pentil ban. Dalam kondisi itu, tekanan di dalam botol dapat meningkat dan membuat tutup botol terpental.

Saat tutup botol terlepas, cairan penambal bisa menyemprot ke area sekitar. NHTSA menyebut kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko cedera bagi pengguna.

Jumlah dampak kecil, tetapi skala recall sangat besar

Honda mengatakan sudah menerima delapan laporan cedera yang berkaitan dengan masalah ini. Perusahaan juga mencatat 53 klaim garansi atas perangkat tersebut.

Masalah ini diperkirakan hanya terjadi pada sekitar 1 persen dari total kendaraan yang direcall. Namun, karena jumlah unit yang ditarik mencapai lebih dari satu juta, dampaknya tetap luas bagi pemilik kendaraan yang masuk daftar terdampak.

Jejak investigasi Honda

NHTSA menjelaskan bahwa desain perangkat perbaikan ban tidak cukup memperhitungkan penumpukan tekanan ketika nosel tidak tersambung dengan benar. Selain itu, sebagian katup pelepas tekanan dari pemasok tidak disetel sebagaimana mestinya, sehingga tekanan tidak keluar seperti yang dirancang.

Honda pertama kali mengetahui masalah ini pada April 2023. Komponen untuk dianalisis baru diperoleh pada Agustus 2024, lalu penyelidikan berlanjut hingga Januari 2025.

Pada April 2025, Honda sempat menyimpulkan persoalan itu disebabkan kesalahan penggunaan perangkat perbaikan ban oleh konsumen. Beberapa bulan kemudian, laporan cedera masuk, dan pada Maret 2026 Honda mengidentifikasi adanya cacat produksi pada perangkat tersebut.

Untuk memperbaiki masalah ini, Honda akan mengganti nosel perangkat perbaikan ban atau botol cairan penambal dengan komponen yang memakai katup dua arah. Perusahaan juga menyatakan produksi perangkat perbaikan ban telah diubah pada Mei 2026 agar masalah serupa tidak terulang pada model berikutnya.

Bagi pemilik CR-V dan Accord yang masuk daftar terdampak, perhatian utama kini tertuju pada komponen darurat yang jarang dipikirkan saat berkendara. Justru bagian kecil itulah yang kini memicu recall besar dan penanganan lanjutan dari Honda.

Source: voi.id

Terkait