Jude Bellingham kembali menunjukkan bahwa stamina dan detail kecil di luar lapangan bisa menjadi pembeda besar di momen krusial. Golnya ke gawang Norwegia membantu Inggris menang 2-1 lewat perpanjangan waktu, sekaligus memperlihatkan betapa seriusnya persiapan fisik gelandang Real Madrid itu.
Di laga tersebut, Bellingham disebut berlari hingga 13 kilometer dan membakar sekitar 2.000 kilokalori. Angka itu hanya bagian kecil dari pola hidup ketat yang ia jalani, mulai dari menu harian, jadwal makan, sampai metode latihan dan pemulihan yang dirancang sangat disiplin.
Menu Harian yang Disusun Sangat Presisi
Menurut Goal, urusan makan Bellingham diatur oleh ahli gizi Alberto Mastromatteo melalui perusahaannya, Summumm. Bahkan, ada koki pribadi yang tinggal bersama pemain Real Madrid itu untuk menyiapkan hidangan berdasarkan analisis biometrik mendalam.
Tujuan utama pola makan ini adalah menjaga mobilitas tinggi sekaligus mendukung performa di lapangan. Bellingham tidak menjalani tiga kali makan utama seperti kebanyakan orang, melainkan empat kali sehari dengan fokus pada karbohidrat sebagai bahan bakar, protein untuk perbaikan jaringan otot, dan pembatasan lemak jenuh.
| Waktu | Menu | Fokus Nutrisi |
|---|---|---|
| 11:00 | Greek yogurt, gandum gulung, biji chia | Camilan tinggi energi dan serat |
| 14:00 | Sayuran segar, protein rendah lemak, yogurt | Karbohidrat, protein, dan pemulihan otot |
| 18:45 | Roti panggang dengan tomat | Camilan ringan menjelang malam |
| 20:45 | Salad sayur, daging tanpa lemak, Greek yogurt rasa kakao | Pemenuhan protein dan penutup hari |
Menu makan siangnya juga dibuat spesifik. Sayuran seperti asparagus, buncis, atau jamur selalu dipadukan dengan protein rendah lemak seperti dada kalkun, daging babi tanpa lemak, atau ayam.
Disiplin, Kelonggaran Diet, dan Metode Latihan Canggih
Meski bermain di Spanyol bersama Real Madrid, Bellingham tetap menyukai makanan rumahan khas Inggris. Menjelang pertandingan, ia gemar menyantap kacang panggang dan telur yang kaya serat, protein, vitamin, dan mineral penting.
Ada satu catatan penting dalam pilihan itu. Bellingham dianjurkan tidak memilih kacang panggang kalengan karena umumnya mengandung gula dan garam terlalu tinggi.
Di luar jadwal makan yang ketat, ia juga mendapat ruang untuk menjaga keseimbangan mental. Alberto Mastromatteo menilai atlet profesional perlu sesekali berhenti dari rutinitas dan menikmati satu hari bebas dalam seminggu, meski tetap tanpa berlebihan pada makanan cepat saji.
Latihan Bellingham juga tidak kalah modern. Di Valdebebas, ia berlatih di bawah arahan Antonio Pintus dengan topeng khusus yang mensimulasikan kondisi oksigen minim di dataran tinggi.
Metode itu memberi tekanan lebih pada tubuh saat latihan dan membantu meningkatkan performa kardiovaskular serta ketahanan fisiknya ketika kembali bermain di lapangan biasa. Ia juga memanfaatkan teknologi patung manekin canggih untuk melatih tendangan bebas dengan tinggi yang bisa diatur dan gerakan yang menyerupai lawan sungguhan.
Pemulihan menjadi bagian yang sama pentingnya dari rutinitas tersebut. Bellingham memastikan tidur berkualitas selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam, disertai pemanasan, pendinginan, peregangan rutin, pijat olahraga, dan terapi fisik untuk menekan risiko cedera.
Rangkaian kebiasaan inilah yang membuatnya tetap konsisten di laga besar dan mampu menjadi penentu untuk Inggris. Di panggung sebesar Piala Dunia 2026, detail seperti nutrisi, latihan, dan pemulihan memang bisa menentukan siapa yang bertahan hingga menit paling krusial.
