Rafael Leao Diusir Usai Baku Hantam Chile, Portugal Tetap Menang 2-1 di Uji Coba Panas

Portugal menutup uji coba melawan Chile dengan kemenangan 2-1, tetapi sorotan terbesar justru jatuh pada Rafael Leao. Winger berusia 26 tahun itu diusir wasit setelah terlibat baku hantam di tengah laga yang menjadi bagian dari persiapan menuju Piala Dunia 2026.

Insiden tersebut membuat pertandingan di Estadio Nacional do Jamor berlangsung panas. Bagi Portugal, hasil positif memang tetap didapat, namun kartu merah Leao memberi catatan penting soal kontrol emosi menjelang turnamen besar.

Keributan bermula dari ketegangan yang melibatkan Joao Cancelo dengan dua pemain Chile, Ivan Roman dan Felipe Faundez. Rafael Leao lalu masuk ke dalam konflik dan bereaksi dengan mendorong serta memukul pemain lawan untuk membela rekan setimnya.

Wasit Luca Zufferli langsung mengambil tindakan tegas menjelang akhir babak pertama. Leao mendapat kartu merah, sementara Ivan Roman juga menerima hukuman serupa dan harus meninggalkan lapangan.

Meski sempat terganggu insiden tersebut, Portugal tetap mampu menjaga keunggulan dan menuntaskan laga dengan kemenangan. Dua gol tim asuhan Roberto Martinez dicetak oleh Goncalo Guedes dan Bruno Fernandes, sedangkan Chile membalas lewat Lucas Cepeda.

Hasil ini menambah rasa percaya diri Portugal dalam fase akhir persiapan mereka. Namun, laga kontra Chile juga menunjukkan bahwa intensitas uji coba bisa berubah menjadi ujian mental ketika tensi pertandingan meningkat.

Bagi Roberto Martinez, kejadian ini menjadi alarm yang tidak bisa diabaikan. Portugal memang meraih kemenangan, tetapi kehilangan pemain karena emosi yang meledak dapat mengganggu ritme tim dan memengaruhi fokus skuad di momen penting.

Leao sendiri tampil sebagai winger Portugal dalam pertandingan itu sebelum insiden fisik membuat namanya menjadi pusat perhatian. Situasi tersebut terjadi di laga yang sejatinya dipakai untuk mematangkan kesiapan tim menuju Piala Dunia 2026.

Setelah menghadapi Chile, Portugal masih menyisakan satu uji coba lagi melawan Nigeria pada 11 Juni mendatang. Laga itu akan menjadi kesempatan berikutnya bagi Portugal untuk menata detail permainan sekaligus memastikan disiplin tim tetap terjaga.

Baca Juga

Back to top button