
Rafael Benitez memberi sinyal kuat bahwa ia tidak akan menolak peluang menangani Timnas Italia. Sikap santai namun antusias itu langsung membuat namanya naik dalam diskusi soal arah baru Gli Azzurri.
Di tengah pencarian figur yang tepat untuk kursi pelatih, nama Benitez kini ikut menambah panas spekulasi. Mantan pelatih Liverpool dan Real Madrid itu memandang level tim nasional sebagai tantangan yang berbeda dari pekerjaan di klub.
Benitez membuka pintu untuk Italia
Dalam wawancara dengan Sky Sports, Benitez menegaskan bahwa ia menyambut baik kemungkinan bekerja untuk tim nasional. Pelatih asal Spanyol berusia 66 tahun itu bahkan mengatakan akan melakukannya dengan sangat senang hati jika Federasi Sepak Bola Italia benar-benar mengajukan tawaran.
Pernyataan itu membuat posisinya dalam bursa calon pelatih Italia terlihat lebih serius. Bukan sekadar rumor, ucapan Benitez memberi kesan bahwa ia memang mempertimbangkan jalur tersebut secara terbuka.
Turnamen besar jadi daya tarik utama
Benitez juga menyoroti alasan lain yang membuat pekerjaan itu menarik baginya. Ia menilai kesempatan mempersiapkan tim untuk ajang sebesar Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa memiliki nilai tantangan yang tinggi.
Ia bahkan menyebut sedang belajar dan meningkatkan kemampuan bahasa Italia. Dalam pandangannya, melatih tim nasional di masa depan dapat menjadi pilihan nyata karena proses membangun tim untuk turnamen besar menuntut pendekatan yang berbeda.
Pengalaman di Serie A jadi modal penting
Nama Benitez semakin relevan karena ia sudah pernah bekerja di Italia. Ia pernah menangani Inter Milan dan Napoli, dua klub besar yang memberinya pengalaman langsung di Serie A.
Bekal itu membuat Benitez dinilai memahami karakter kompetisi, tuntutan suporter, dan atmosfer sepak bola Italia. Faktor tersebut ikut memperkuat alasan mengapa ia dipandang layak masuk radar FIGC.
Rekam jejaknya luas di level elite Eropa
Sepanjang kariernya, Benitez sudah melatih banyak klub besar di Eropa. Daftar tim yang pernah ia tangani mencakup Liverpool, Real Madrid, Napoli, Inter Milan, Valencia, Chelsea, Newcastle United, Everton, dan Celta Vigo.
Pencapaian paling dikenang datang saat ia membawa Liverpool menjuarai Liga Champions 2004/05. Gelar itu diraih lewat comeback bersejarah atas AC Milan di Istanbul, momen yang mengangkat reputasinya sebagai pelatih spesialis laga besar.
FIGC belum memberi keputusan
Hingga kini, Federasi Sepak Bola Italia belum mengumumkan siapa yang akan memimpin Timnas Italia berikutnya. Belum ada penjelasan resmi mengenai kandidat terdekat maupun tahapan seleksi yang sedang berjalan.
Meski begitu, sikap terbuka Benitez untuk menerima tawaran membuat namanya semakin menonjol di antara opsi yang dibicarakan. Dengan pengalaman panjang di Eropa dan pemahaman terhadap sepak bola Italia, ia kini menjadi sosok yang patut diperhitungkan jika FIGC mencari pelatih berpengalaman untuk proyek tim nasional berikutnya.
Source: www.medcom.id




