Qualcomm disebut sedang menyiapkan dua versi chipset flagship Android 2nm untuk generasi berikutnya. Bedanya tidak terletak pada kecepatan inti CPU, melainkan pada dukungan memori dan penyimpanan yang bisa mengubah posisi sebuah ponsel di kelas ultra-premium.
Strategi ini menarik karena perbedaan utama justru datang dari LPDDR5X dan LPDDR6. Dengan begitu, persaingan ponsel premium ke depan tampaknya tidak hanya soal tenaga mentah, tetapi juga bandwidth memori, kecepatan penyimpanan, dan kemampuan AI di perangkat.
Dua jalur untuk kelas flagship
Informasi yang beredar menyebut model standar akan memakai LPDDR5X, sedangkan varian Pro dibekali LPDDR6. Keduanya dikabarkan punya clock inti yang sama, sehingga pembeda utamanya ada pada subsistem memori dan komponen pendukung lain.
Varian Pro juga disebut mendukung UFS 5.0. Kombinasi ini berpotensi memberi ruang lebih besar untuk multitasking berat, pemrosesan AI di perangkat, dan aktivitas yang membutuhkan respons sistem cepat.
Tekanan biaya ikut menentukan
Salah satu alasan di balik dua versi chipset ini diduga adalah biaya yang makin tinggi di segmen flagship. Varian Pro disebut bisa dibanderol lebih dari $300 per unit bagi produsen, angka yang cukup besar untuk satu komponen inti.
Skema ini memberi fleksibilitas bagi mitra ponsel. Produsen bisa memilih versi LPDDR5X untuk perangkat flagship yang lebih terjangkau, atau mengambil LPDDR6 untuk model ultra-premium yang ingin tampil paling kencang di atas kertas.
Fokus ke bandwidth dan AI
LPDDR6 menjadi sorotan karena menjanjikan bandwidth memori lebih tinggi dibanding LPDDR5X. Peningkatan ini relevan saat beban kerja AI makin banyak diproses langsung di perangkat, bukan hanya lewat cloud.
Dukungan penyimpanan UFS 5.0 pada model Pro juga menambah keuntungan lain. Penyimpanan yang lebih cepat bisa membantu waktu muat aplikasi, transfer data, dan respons sistem saat menangani file besar atau proses komputasi kompleks.
Rumor awal turut menyebut chipset ini akan tetap mengusung formulasi kelas atas, termasuk GPU yang lebih kuat. Varian Pro bahkan disebut berpeluang memakai Adreno 850, meski detail resminya belum diumumkan.
Arah baru ponsel Android ultra-premium
Qualcomm tampaknya sedang menyiapkan pondasi untuk gelombang perangkat Android kelas atas berikutnya, bukan sekadar pembaruan tahunan biasa. Target utamanya adalah ponsel flagship premium, termasuk model Ultra yang diperkirakan hadir pada 2027.
Jika informasi ini benar, maka keluarga chipset 2nm tersebut akan membawa pendekatan baru di pasar flagship. Bukan lagi satu chip untuk semua ponsel premium, melainkan pilihan platform yang disesuaikan dengan target harga dan ambisi performa masing-masing perangkat.
Detail resmi dari Qualcomm disebut baru akan muncul lebih lanjut pada akhir 2026. Sampai saat itu, dukungan memori dan penyimpanan tampaknya akan menjadi pembeda yang paling diperhatikan di kelas Android paling mahal.
Source: www.gizmochina.com






