Digitalisasi keuangan di Lampung mulai diarahkan bukan hanya untuk memudahkan transaksi, tetapi juga untuk mengubah cara layanan publik bekerja. Dorongan itu terlihat dari peluncuran implementasi QRIS Tap di layanan Smart BRT Itera yang diposisikan sebagai langkah menuju ekosistem keuangan yang lebih inklusif.
Wakil Gubernur Lampung Jihan menilai teknologi pembayaran seperti ini bisa memberi dampak langsung ke UMKM, layanan publik, dan pendapatan daerah. Karena itu, integrasi sistem digital dalam aktivitas harian disebut bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan masyarakat modern.
QRIS Tap Masuk Transportasi Publik
Penerapan QRIS Tap di Smart BRT Itera mendapat perhatian karena menyentuh sektor yang digunakan banyak orang setiap hari. Pembayaran non-tunai yang cepat dan aman dinilai dapat meningkatkan kenyamanan komuter sekaligus memperkenalkan kebiasaan transaksi digital yang lebih luas.
Di sisi lain, sistem pembayaran seperti ini juga menghasilkan data yang lebih akurat. Data tersebut dapat membantu pemerintah membaca pola pergerakan masyarakat dan tingkat penetrasi layanan keuangan digital di lapangan.
Menurut Jihan, informasi yang terkumpul dari sistem digital bisa menjadi dasar penting untuk menyusun regulasi yang lebih tepat sasaran. Dengan begitu, kebijakan publik tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga mengacu pada kebutuhan nyata masyarakat.
Manfaat yang Diburu Pemerintah Daerah
Pemerintah Provinsi Lampung melihat digitalisasi sebagai alat untuk memperbaiki kualitas layanan dan memperkuat daya saing UMKM. Selain itu, perluasan inklusi keuangan dan optimalisasi pendapatan asli daerah juga masuk dalam daftar manfaat yang diharapkan.
Seluruh manfaat tersebut, kata Jihan, pada akhirnya bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Karena itu, percepatan digitalisasi keuangan dinilai perlu dilakukan dengan arah yang jelas dan dampak yang bisa dirasakan langsung.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa modernisasi layanan publik tidak berhenti di urusan pembayaran. Sistem yang terhubung dengan data dinilai lebih efisien untuk aktivitas harian warga dan lebih berguna bagi pemerintah saat menyusun keputusan.
SIGER Fest 2026 Jadi Ruang Kolaborasi
Peluncuran implementasi QRIS Tap dibahas dalam Kick Off Semarak Inspirasi Gebyar Edukasi Rupiah atau SIGER Fest 2026 di Aula Gedung Kuliah Umum 2 Institut Teknologi Sumatera, Kamis, 18 Juni 2026. Forum ini dipakai untuk menegaskan bahwa transformasi digital perlu didorong melalui kerja bersama lintas sektor.
Jihan menilai pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan industri penyedia sistem pembayaran harus bergerak bersama agar ekosistem digital tumbuh kuat. Kolaborasi tersebut dianggap penting supaya digitalisasi tidak berhenti pada inovasi teknis, tetapi benar-benar memberi manfaat di lapangan.
Lampung juga berharap pemanfaatan teknologi keuangan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan. Arah kebijakan yang diinginkan adalah penyebaran yang lebih merata hingga ke daerah pelosok agar akses keuangan digital bisa dirasakan lebih banyak warga.
Titik Balik yang Ingin Dicapai Lampung
SIGER Fest 2026 diposisikan sebagai momentum untuk memperkuat sinergi dalam ekosistem ekonomi digital. Dari penerapan QRIS Tap di transportasi kampus Itera, Lampung ingin menunjukkan contoh konkret bagaimana digitalisasi dapat masuk ke layanan yang dekat dengan masyarakat.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa inklusi keuangan tidak hanya dibangun lewat kampanye, tetapi juga lewat layanan yang digunakan setiap hari. Jika adopsinya meluas, manfaat yang diburu pemerintah daerah bisa bergerak dari sekadar efisiensi transaksi menuju perubahan yang lebih besar dalam layanan publik dan akses ekonomi.







